
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
"El." Panggilan lembut dari belakang tubuh Elden membuat ke fokusan tiga laki-laki itu langsung terganggu.
Tubuh Elden berbalik. Kemudian Elden berdiri dan berhadapan dengan Lexa. Perempuan yang beberapa hari ini ia lupakan. "Lexa."
Bram yang melihat kehadiran Lexa langsung mengepalkan tangannya di bawah meja. "Sejak kapan mereka menjadi sedekat ini?"
"Apa yang dia lakukan?"
"Kenapa dia selalu menjadi pusat perhatian?"
"Tiba-tiba aku berfikir, apa kematian Mita berkaitan dengan Lexa? Bukankah Mita begitu mencintai Elden?"
"Kau benar juga. Kenapa itu baru terfikir kan?"
Bisikan-bisikan halus mulai terdengar. Lexa sudah tidak peduli jika dirinya sekarang menjadi pusat perhatian. Lexa menatap sendu ke arah Elden. "El, kenapa pesan ku tidak kamu balas? Aku menunggu balasan mu. Tapi kenapa kamu malah mengabaikan ku?" Ujarnya lirih.
Bram yang mendengar perkataan lembut dari bibir Lexa hanya bisa mengepalkan kedua tangannya erat di bawah meja. Ada perasaan tidak terima ketika perempuan yang ia cintai berdekatan dengan laki-laki lain selain dirinya.
Lexa yang merasa di perhatikan, mengalihkan pandangannya ke arah belakang. Ke dua bola matanya bertemu dengan kedua mata yang selama ini ia rindukan. Namun tatapan itu tidak berlangsung lama. Bram langsung mengakhiri tatapan itu dengan menatap ke arah lain. "Apa rasa sayang dan cinta yang kau ucapkan pada ku hanya sebuah kebohongan Lexa?" Ucapnya dalam hati. Rasa kecewa menikam ulu hatinya.
__ADS_1
Lexa yang melihat respon dari Bram seperti itu hanya bisa menjerit dan protes dalam hati. "Apakah hubungan kita benar-benar berakhir di sini Bram? Lihat? Kamu bahkan tidak melihat kearah ku sama sekali. Aku seperti makhluk tak kasat mata di hadapan mu."
"Maafkan aku Lexa. Aku kemarin ada urusan penting yang harus aku selesaikan." Jawab Elden.
Rafael merasa terheran-heran. Sejak kapan hubungan sahabatnya dengan Lexa menjadi sedekat itu.
Lexa tersenyum miris. "Iya tidak apa El. Aku mengerti itu. Aku akan kembali ke kelas." Saat tubuhnya berbalik dan melangkah pergi, pergelangan tangan Lexa tertahan oleh tangan kekar. "Please, genggam aku Bram. Tahan aku. Ajak aku berbicara." Pintanya dalam hati.
"Ikut aku."
Seribu kali sayang. Lagi dan lagi, Lexa di patahkan oleh harapannya sendiri. Tanpa sepatah kata, Lexa langsung mengikuti langkah Elden.
Elden merasa aneh dengan tatapan sendu itu. Apakah ini berkaitan dengan Bram? Jika iya, Elden akan membicarakannya dengan baik-baik. Elden ingin selalu ada disisi Lexa. Sedih maupun bahagia. Elden ingin selalu mengisinya.
Hal itu membuat seisi kantin di buat terkejut dengan apa yang terjadi. Mereka kira, Bram akan cemburu atau marah-marah. Tapi ternyata, Bram hanya diam dalam kebisuannya.
Rafael beralih menatap ke arah Bram yang terdiam. Rafael dapat melihat jelas kilatan api cemburu yang terpancar dari kedua bola Bram. "Menarik." Gumamnya sambil meminum minuman yang ia beli.
Kepala Lexa semakin menunduk dalam. Kedua jemarinya yang lentik itu saling bertautan satu sama lain. Terkesan imut hingga membuat Elden merasa gemas. "Tidak ada apa-apa El." Jawab Lexa dengan nada rendah, nyaris tak terdengar.
Alis Elden terangkat sebelah. "Jangan berbohong pada ku Lexa." Dengan nada yang menekan, Elden memperingati Lexa. "Angkat kepala mu dan tatap wajah lawan bicara mu." Titah Elden tegas.
Nada yang terdengar tegas itu membuat Lexa merasa terintimidasi. Aura dominant dari tubuh Elden membuat nyali Lexa menciut. Lexa yang tidak ingin memancing emosi Elden langsung menuruti apa yang dikatakan oleh Elden. Kepalanya mendongak. Kedua bola matanya yang indah langsung bertemu dengan kedua bola mata tajam milik Elden. "Aku khawatir El. Aku takut. Mendengar kabar kematian Mita membuat aku takut dan merasa bersalah. Apalagi saat mendengar jika kamu tidak masuk sekolah. Itu semakin membuat ku khawatir dan takut. Kamu mengabaikan chatt ku. Kamu tidak membalas atau menelfon ku. Pikiran ku kemana-mana. Aku takut kamu membenciku. Aku takut kamu pergi karena kematian Mita."
Kedua tangan Elden mengepal erat. Perkataan dari Lexa membuat Elden merasa bersalah dan benci pada dirinya sendiri. Elden terlalu fokus dengan misi balas dendam nya. Tanpa peduli dengan kondisi Lexa yang meng-khawatirkan nya. "Maafkan aku." Kemudian, Elden memeluk tubuh mungil yang sama ini memberikannya kehangatan dan kenyamanan. "Maaf kan aku." Lirihnya pelan mengulangi perkataan yang sama.
Tubuh Lexa membeku ketika Elden tiba-tiba memeluknya. "Maafkan aku jika beberapa hari ini aku mengabaikan mu. Tapi percayalah, aku tidak akan menjauhi kamu." Kepalanya bersandar di bahu mungil itu. Elden semakin mengeratkan pelukannya. Perasaan bersalah semakin menjalar ke seluruh tubuhnya.
Lexa mengangguk mengerti. Kedua tangannya terangkat, membalas pelukan Elden. "Maaf kan aku juga El." Lirih Lexa.
Tanpa mereka sadari, pelukan yang mereka lakukan adalah sebuah awal kenyamanan yang akan membuat mereka jatuh dan saling menjaga satu sama lain. Pelukan yang akan menjadi sebuah langkah awal dalam hubungan keduanya. Pelukan yang akan memberikan sebuah luka teramat dalam bagi salah satu di antara mereka. Pelukan yang akan membuat orang lain jatuh dan terpuruk. Dan pelukan yang akan membuat sisi obsesi yang tinggi bagi salah satu diantara mereka.
Setelah puas memeluk tubuh mungil Lexa, dengan perlahan Elden melepaskan pelukannya. Kedua tangannya terangkat dan mengusap lembut pipi cabi itu. Kedua bola matanya yang tajam tidak berhenti menatap kagum wajah cantik itu.
__ADS_1
"El, aku ingin tanya sesuatu. Apa boleh?"
Elden mengangguk. "Tentu saja." Jawab Elden.
"Apa kematian Mita berkaitan dengan ku?"
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..
__ADS_1