PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
37. Firasat Seorang Istri (Season 3)


__ADS_3

Siang hari ini, Perusahaan SC Teknologi telah di hebohkan dengan berita Elden selaku pemilik perusahaan sedang makan siang bersama Laura yang merupakan pegawai baru.


"Apa kau serius? Tuan Elden makan siang bersama karyawan baru itu?" Ujar salah satu perempuan ber-lipstik warna merah terang.


"Iya, aku serius. Aku melihatnya dengan kedua bola mataku sendiri. Mereka makan siang bersama" Ucapnya meyakinkan.


"Bukannya Tuan Elden sudah memiliki seorang istri?" Sahut salah satu laki-laki yang baru masuk ke dalam ruangan kerja.


"Iya, Tuan Elden memang sudah memiliki istri. Tapi entahlah. Aku juga tidak tau. Mungkin Tuan Elden memiliki urusan pekerjaan dengan pegawai baru itu." Ujar salah satu wanita dengan perut yang buncit.


Mereka saling menganggukkan kepala. "Ya, mungkin hanya sebuah pekerjaan. Tidak mungkin kan jika Tuan Elden selingkuh dibelakang Istrinya?"


"Iya kau benar. Tapi masalahnya, Tuan Elden tidak pernah makan bersama perempuan sebelumnya. Biasanya Tuan Elden memilih makan siang di ruang kerja dan memakan kotak bekal buatan istrinya." Sahut salah satu karyawan disana. Kebetulan dialah yang sering keluar masuk dari ruangan kerja Elden.


"Sial, aku jadi tidak bisa berfikir jernih sekarang. Sudahlah, kalian jangan membicarakan hal itu lagi. Rumah tangga orang biarlah mereka sendiri yang mengurus. Kita tidak ada hak untuk ikut campur." Ucap ketua bagian produksi. "Sekarang kalian cepat makan siang sebelum jam makan siang berakhir."


"Baik." Jawab mereka kompak. Mereka hampir saja melewatkan jam makan siang hanya karena Bos mereka makan siang bersama karyawan baru yang bernama Laura.


"Bagaimana, apa kamu sudah mengerti Laura?" Tanya Elden lembut.


Laura mengangguk. Keduanya saling menatap satu sama lain. Bahkan tempat duduknya mereka memilih untuk duduk saling berhadapan. "Sudah Tuan. Saya sudah mengerti." Jawab Laura dengan tersenyum.


Elden kemudian meminum es kopi yang baru saja ia pesan. Diminumnya lalu Elden memakan kue yang ia pesan tadi. "Kamu tidak perlu membayar makanan mu. Biar aku yang membayarnya." Ujar Elden. Kedua bola mata tajamnya terus menatap wajah milik Laura.


Laura kemudian menggeleng pelan. Merasa tidak enak. Harusnya dialah yang mentraktir Elden makan siang. "Tidak perlu Tuan. Biar saya saja yang membayarnya. Anggap saja ini sebagai ucapan terimakasih karena Tuan sudah membantu saya." Ujar Laura.


Elden tersenyum, membuat Laura mengumpat dalam hati. "Sial, kenapa dia sangat tampan!" Rutuknya.


"Kamu bisa mentraktir ku lain kali. Jadi makan siang ini aku yang membayarnya. Anggap saja sebagai hadiah salam perkenalan dari ku." Kata Elden.


Laura lantas mengangguk. "Baiklah. Saya akan mentraktir Tuan makan lain waktu."

__ADS_1


"Hm.."


Lexa bergumam pelan. Kedua bola matanya melihat fokus ke arah ponsel yang ia genggam. "Tumben sekali Elden tidak mengabari ku." Gumam Lexa.


Kini Lexa sedang berada di di ruang tengah dengan posisi tengkurap di atas lantai. Sementara Garvin, Garvin sedang tidur siang.


Merasa tak nyaman dengan perasaannya sendiri, lantas Lexa memutuskan untuk mengecek riwayat obrolan bersama suaminya. "Terakhir dilihat jam setengah 12 tadi." Otaknya mulai berfikir keras. Pikiran negatif mulai memenuhi otaknya. "Tidak mungkin Elden bersama wanita lain. Elden mungkin sedang sibuk karena pekerjaan." Lirih Lexa meyakinkan diri. Namun sialnya, hatinya tidak bisa di ajak untuk positif thinking. "Lebih baik aku menelfon Elden."


Tidak ingin berlarut-larut dengan pikiran negatifnya, lantas Lexa segera menghubungi Elden. Dengan sabar Lexa menunggu.


Drrt.. Drrt.. Drrt..


Melihat ponsel miliknya bergetar nyaring dimeja, membuat Elden langsung terburu-buru mengangkat panggilan itu. Apalagi ketik melihat istrinya yang menelfonnya.


"Hallo El." Sapa Lexa riang.


"Hallo juga sayang." Jawab Rafael. Kedua bola matanya melirik ke arah Laura. Jantungnya berdetak dua kali lipat lebih cepat dari biasanya. Dalam hatinya Elden terus merapal kan doa, semoga Laura tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun.


Elden bisa membayangkan bagaimana ekspresi istrinya sekarang. "Maaf sayang. Aku sedang ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Nanti aku akan menghubungi kamu." Kata Elden lalu meminum lagi es kopi yang ia pesan tadi.


"Emh, begitu." Gumam Lexa. Walaupun hatinya masih merasa janggal. "Terus kamu sedang apa sekarang?" Tanya Lexa lagi.


"Aku sedang makan siang dengan rekan kerja ku sayang."


"Ah benarkah? Maafkan aku El. Aku tidak tau. Kamu bisa melanjutkan makan siang bersaman teman kerja kamu. Aku matikan ya. Bye El. Aku sayang kamu."


"Bye sayang."


Dan Tut, panggilan telah dimatikan oleh Elden.


Sementara Laura yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum tipis.

__ADS_1


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


__ADS_2