PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
106. Shock (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ๐Ÿ™‚๐Ÿ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku ๐Ÿค—


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya ๐Ÿ˜š


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata ๐Ÿค—


Happy Reading


***


"Lexa apa kamu sudah siap?" Tanya Ayu sambil berjalan melewati Lexa.


"Sudah Ma." Jawab Lexa dengan bersemangat.


Hari ini jam 9 pagi Lexa akan ada kegiatan untuk mengecek keadaan nya.


Lexa berharap jika hasil dari pengecekan yang akan ia lakukan nanti akan menghasilkan hasil yang positif.


"Bram hari ini tidak datang ke sini Ma." Ujar Lexa sambil memperhatikan gerak-gerik Mama nya yang tengah sibuk membereskan meja dan membersihkan sofa.


"Tumben sekali. Bram ada acara?" Kata Ayu menanggapi perkataan anak gadisnya. Meskipun membelakangi Lexa, Ayu masih tetap mendengar kan apa yang anak gadisnya bicarakan.


Lexa menghela nafasnya. Wajahnya menunduk lesu. "Katanya ada tugas sekolah dan juga ada kegiatan ekskul Ma." Jawab Lexa dengan menatap ponsel yang ia genggam.


Ayu yang mengerti itu langsung mengangguk kan kepalanya. Tubuhnya berbalik dengan membawa beberapa bungkus makanan. "Jangan sedih begitu sayang." Ujar Ayu ketika melihat ekspresi wajah Lexa yang lesu. "Kan cuman hari ini tidak ketemunya. Besok juga ketemu lagi. Duh, putri Mama ternyata bisa menjadi budak cinta juga ternyata." Ledek Ayu sambil menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


"Yeh, Mama." Ucap Lexa.


Lalu jemarinya langsung membuka ponselnya. Dengan lincah jemarinya langsung membuka akun sosial media miliknya yang berupa Instagram.


Di klik nya di pencarian untuk mencari nama Bram Alexander dan muncul lah nama akun Instagram kekasihnya itu. "Kalau gabut Memnag paling enak buat stalkingย  mantan Bram." Lirihnya pelan. Sambil menunggu Mama nya selesai beres-beres, Lexa memutuskan untuk memainkan ponselnya.


Ayu yang melihat anak gadisnya tengah asik memainkan ponselnya hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Dasar anak zaman sekarang. Ada aja kelakuannya." Gumam nya pelan yang hanya terdengar Ayu sendiri.

__ADS_1


Sementara itu di gudang markas terlihat tiga laki-laki tampan yang tengah tertidur secara terpisah tapi dalam satu ruangan.


Elden yang tertidur di sofa panjang. Rafael yang tertidur di sofa single dengan meringkuk karena kedinginan. Sedangkan Bram tertidur di lantai dengan berselimut jaket miliknya sendiri.


Jam telah menunjukkan pukul 9 pagi. Akan tetapi, ketiga-tiganya masih belum ada yang bangun juga. Bahkan sekolah tidak mereka pikirkan.


Kejadian semalam mulai menyerang ke duniaย  mimpinya. Sontak saja hal itu membuat tidur Elden mulai terganggu. Tubuhnya menggeliat pelan. "Akh! Sialan." Rintihan kesakitan yang tercampur dengan umpatan mulai terdengar. Sedangkan ke dua bola matanya mulai terbuka secara perlahan. Rasa sakit, nyeri dan pegal-pegal di sekujur tubuhnya mulai ia rasakan. Elden langsung membuka paksa ke dua bola matanya ketika baru mengingat sesuatu.


Dengan perlahan Elden bangun dari tidurnya. Lalu tubuhnya yang terasa nyeri itu ia sandarkan ke senderan sofa. Keningnya berkerut ketika Elden baru menyadari jika dirinya tidak memakai baju. "Pasti Rafael yang melakukan nya." Lirihnya pelan. Pasalnya siapa lagi yang berani merobek bajunya dan mengobati luka di tubuhnya jika bukan Rafael. Sahabat tercintanya itu. Merasa puas memandangi tubuhnya, selanjutnya Elden mengedarkan penglihatan nya ke seluruh penjuru ruangan. "Rafael, Bram." Ujarnya dengan suara yang sedikit berbisik.


Bram yang mempunyai pendengaran yang tajam langsung terbangun dari tubuhnya. Dengan menggunakan salah satu tangannya Bram mengucek pelan salah satu matanya yang terasa ada beleknya. Ingat, meskipun ketiga-tiganya adalah lelaki yang tampan, mereka juga manusia biasa yang pada umumnya. Mempunyai belek. Tidur dengan mulut yang terbuka. Bahkan Elden saja kalau kelelahan tidurnya akan sambil ileran. Tolong di maklumi.


"Lo sudah bangun?" Tanya Bram yang masih berusaha mengumpulkan semua nyawanya yang masih terpencar.


Elden mengangguk. "Siapa yang menemukan gue terlebih dahulu?" Tanya Elden ke Bram.


Bram langsung berdiri sambil sedikit merenggangkan tubuhnya yang terasa pegal-pegal akibat tidur di pantai. Akan tetapi, untungnya Bram bisa tertidur nyenyak. "Gue." Jawab Bram dengan singkat, padat dan jelas. Nyawanya sudah terkumpul secara sempurna.


Rafael yang sayup-sayup dengar obrolan ke dua sahabat langsung membuka ke dua bola matanya. Jemarinya yang lentik itu langsung mengusap hidungnya yang terasa gatal. "Hoam."ย  Rafael menguap lebar.


"Haish." Gerutu Elden sambil mengibas-ngibas udara di depan nya. "Mulut Lo bau Raf." Omel Elden dengan menatap ke arah Rafael.


"Sudah lebih baik. Hanya saja tubuh ku terasa sedikit pegal." Jawab Elden.


"Sial! Sudah jam 9 pagi!" Umpat Bram yang baru menyadari jika hari ini bukan lah hari cuti. Dengan terburu-buru Bram langsung memakai jaketnya dan segera berjalan ke meja untuk mengambil kontak serta ponselnya.


Rafael yang melihat itu langsung tertawa. "Lo masih mau sekolah?" Tanya Rafael yang membuat langkah Bram langsung terhenti.


"Ini sudah jam 9. Yang ada Lo di hukum. Bukan nya ikut pelajaran." Kata Rafael dengan menatap ke arah Bram. Sementara Elden hanya menatap dalam diam.


Tiba-tiba perkataan Justin semalam langsung terngiang di otaknya.


"Aku ingin kau membunuh wanita jala*g itu."


"Aku bukan bawahan mu."


"Jika kau memang benar-benar menyukai putriku, kau pasti bisa melakukan nya." Ujar Justin sambil menatap remeh ke arah Elden. "Tapi jika kau tidak bisa melakukan nya, jangan harap kau bisa mendekati putri kesayangan ku."ย 

__ADS_1


Elden tidak pernah menyangka jika perempuan biasa seperti Lexa ternyata ayah nya seorang Ketua Mafia Italia yang paling legend bernama Justin Atkinson.


"Hei."


Sontak saja Bram dan Rafael langsung beralih menatap Elden.


"Apa kalian pernah berfikir jika perempuan biasa seperti Lexa ternyata Ayah nya seorang Ketua Mafia Italia yang paling legend. Apa kalian pernah berfikir seperti itu?"


"Hah?" Mulut Rafael langsung terperangah.


Sementara Bram hanyaย  diam dengan wajahnya yang datar.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya ๐Ÿค˜


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya ๐Ÿ˜Š


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga ๐Ÿ˜Š


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana ๐Ÿ˜Š

__ADS_1


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya ๐Ÿ’› Terimakasih teman-teman..


__ADS_2