PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
90. Apa Kau Mau bergabung dengan Aliansi Ku? (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Disebuah ruangan kerja pribadi, terlihat seorang pria berumur 39 tahun tengah duduk bersandar di kursi kerjanya.


"Bagaimana kabar Ayu sekarang?" Suaranya terdengar dingin. Wajahnya terlihat datar, tidak ada ekspresi sama sekali.


"Kabar Ayu baik tuan. Dia terlihat baik-baik saja. Bahkan tadi dia pergi berbelanja bersama nona Lexa." Jawabnya dengan kepala yang menunduk.


Sebuah seringai tipis tersungging di bibirnya. "Berapa umur Lexa sekarang?" Tanya nya lagi sambil menyesap segelas minuman anggur.


"17 tahun Tuan. Sebentar lagi akan berumur 18 tahun." Jawabnya lagi dengan memandang lurus ke depan.


Sosok pria yang duduk di kursi kebesarannya itu adalah Justin. Suami dari Putri Jessica Aldora.


Justin yang mendengar hal itu langsung tersenyum tipis. "Lakukan sesuai rencana di awal. Jangan sampai gagal. Kau tau bukan apa yang akan aku lakukan jika rencana ini gagal?" Ujar Justin dengan tenang. Ditatapnya wajah bawahan nya.


Bodyguard itu menunduk dan mengangguk, mengerti. "Saya mengerti tuan." Jawab nya dengan tegas.


Kalian tau apa yang akan di lakukan Justin jika rencananya gagal, tidak sesuai dengan rencana di awal? Atau melakukan sedikit kesalahan saja? Maka yang akan menjadi balasan nya adalah dirinya (bodyguard yang bertanggung jawab), serta orang-orang yang berada di sekelilingnya.


"Bagus jika kau mengerti. Kau bisa kembali bekerja." Titah Justin yang di angguki langsung oleh bodyguard nya.


"Saya permisi Tuan." Pamit nya lalu berjalan pergi.


Di dinding ruang kerja di hadapannya terpasang sebuah foto perempuan yang ia cinta. Perempuan itu tengah tersenyum dan menoleh ke arahnya. Kebahagiaan terpancar jelas dari kedua bola matanya.


Entah kenapa, setiap kali Justin melihat foto itu selalu ikut tersenyum tanpa di komando. "Aku akan membawa anak kita kembali Jessica. Aku akan membawanya dan merawatnya. Kita akan merayakan ulang tahunnya secara bersama-sama. Bahkan aku tidak pernah menyangka jika ulang tahun anak kita memiliki tanggal lahir yang sama dengan mu."

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain, kini Bram tengah mengendarai mobilnya untuk menuju ke suatu tempat.


Tadi, saat di perjalanan menuju rumah Lexa, Bram menerima sebuah e-mail dari seseorang yang tidak kenal. Orang asing itu sudah mengiriminya pesan beberapa kali melalui e-mail pribadinya.


"Sebuah aliansi gelap?" Itulah yang menjadi pertanyaan Bram sekarang. "Bagaimana bisa orang itu tau jika aku ikut tergabung dalam Black Market? Padahal tidak ada satu orang pun yang mengetahui jika aku aku ikut dalam organisasi itu."


Ya, selama ini tidak ada satu orang pun yang tau akan hal ini. Selama ini Bram dikenal sebagai laki-laki remaja pada umunya. Namun, siapa sangka jika di balik kata "biasa saja" itu menyimpan sebuah fakta yang sangat mencengangkan.


Bram Alexander adalah salah satu anggota dalam Black Market Italia yang masuk ke dalam jajaran orang yang patut di waspadai.


"Sial!" Umpat Bram sambil memukul setir mobilnya. "Jangan sampai Lexa mengetahuinya." Itulah yang menjadi ketakitan Bram sekarang. Bram tidak ingin di jauhi oleh perempuan yang ia cintai itu. Dan selama itu pula, Bram juga sudah mengetahui jika gadisnya selalu di ikut oleh orang-orang yang berbadan kekar. Keberadaan orang-oranh itu bukan menjadi ancaman bagi Lexa. Akan tetapi lebih cenderung menjaga Lexa dimanapun. Awalnya Bram mengira jika orang-orang itu adalah orang yang berbahaya. Tetapi setelah Bram menyelidikinya, mereka ternyata orang suruhan untuk menjaga Lexa. Entah hal ini benar atau tidak, orang-orang yang menjaga Lexa selama ini adalah suruhan dari Mafia Italia yang bernama Justin yang dijuluki sebagai Mafia Penguasa Italia.


Sekarang Bram telah sampai di sebuah bangunan kosong. Bangunan yang Bram yakini sebagai tempat orang-orang mabuk berkumpul.


Jam telah menunjukkan pukul setengah 9 malam. Tiga puluh menit lagi orang itu akan datang.


Bram yang masih berada di dalam mobil lantas menyiapkan pistol pribadinya. Pistol yang terisi penuh dengan peluru.


"Aku harus waspada." Kata Bram pada dirimya sendiri. Dipakaoinya topi warna hitam miliknya. Tidak lupa juga memakai masker untuk menutupi identitasnya.


"Lima belas menit lagi." Gumam Bram ketika melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


Dengan berada di dalam mobil, Bram juga bisa melindungi dirinya sendiri dari serangan tiba-tiba. Kaca mobil yang ia gunakan adalah kaca mobil anti peluru. Bahkan bodi mobilnya juag dipesan secara khusus oleh Bram dengan seharga hampir 5 Miliyar.


Di lihatnya jam yang melingkar sempurna di pergelangan tangannya. "Sudah waktunya." Ujar Bram. Jam telah menunjukkan pukul 9 malam. Bram berusaha memfokuskan penglihatannya. "Dimana dia?" Lirihnya pelan ketika belum menemukan tanda-tanda keberadaan orang asing itu.


Tap..


Tap..


Tap..


Terdengar suara derap langkah dari belakang mobilnya. Bram langsumg membalikkan badan nya untuk melihat siapa orang itu.


Sosok laki-laki berbadan tegap dengan mengggunakan pakaian serba hitam seperti dirinya. Hanya saja orang itu menggunakan topi yang membuat Bram tidak dapat meluhat dengan jelas siapa orang itu.


Drtt.. Drttt.. Drttt..


Pknselnya bergetar. Bram yang mengerti akan hal itu lamgsung mengecek ponselnya.

__ADS_1


No number : Keluarlah


Tanpa menurunkan kewaspadaan nya, Bram lantas langsung keluar dari dalam mobilnya. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku hoodie miliknya. Tidak lupa juga Bram membawa sebuah pistol kesayangannya. Bram sembunyikan di dalam hoodie warna hitam yang ia gunakan.


Sekarang Bram telah berdiri di luar mobil. Berhadapan langsung dengan orang asing itu dengan jarak kurang lebih 5 meter.


Bram memperhatikan postur tubuh laki-laki di hadapannya. "Sepertinya pria ini berusia sama dengan ku." Ujar Bram di dalam hatinya. Pandangan nya ia fokuskan ke depan. Suasana di malam hari tanpa cahaya lampu, membuat Bram harus extra menajamkan penglihatannya. Hanya sinar rembulan yang menjadi cahaya yang dapat di andalkan oleh Bram sekarang.


Pria asing itu sekarang berdiri tidak jauh darinya. Salah satu tangannya ia masukkan ke dalam saku celana jeans yang ia gunakan. Sebuah seringai tipis tersungging di bibir tipis itu. Meskipun sekilas, namun Bram dapat melihat dengan jelas.


"Hai Bram, apa kau mau bergabung dengan aliansi ku?"


Kedua bola mata Bram membulat terkejut ketika pria asing itu melepaskan topi yang gunakan.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..


__ADS_2