PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
120. Awal Dari Segalanya (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Di tatapnya wajah Elden dengan sendu. Seringai tipis yang tersungging di bibirnya teka hilang. "Dunia memang tidak selebar daun Elden. Terkadang takdir memang selucu itu untuk mempermainkan kita." Ucap Chayden yang membuat hati Elden ter-tohok.


Perkataan Chayden tadi membuat Elden terus berfikir. "Sialan! Kenapa harus menjadi seperti ini?!" Rasa sesal menyelimuti perasaanya. Ditariknya dengan kuat rambutnya. Lalu, dipukul nya berkali-kali kepalanya dengan menggunakan tangan kosong.


Tidak ada rasa sakit yang ia rasakan. Hanya ada rasa sesak yang semakin ia rasakan. "Lexa." Gumamnya pelan. Setelah itu ke dua bola matanya beralih menatap ke sebelahnya. Ada tiga botol minuman beralkohol yang Rafael tinggalkan disana. Tanpa banyak bicara, Elden langsung mengambil satu botol minuman itu.


Di benaknya masih terbayang wajah Lexa yang sedang tersenyum. Ada rasa sesak yang semakin ia rasakan ketika Elden tau jika senyuman itu bukan untuk dirinya. Namun untuk Bram Alexander, kekasih dari perempuan yang ia cintai.


Terkadang untuk merasakan rasa sakit dan kecewa dapat kita rasakan dengan mudah yaitu melalui harapan yang kita ciptakan sendiri.


Setelah itu di bukanya botol minuman itu dalam sekali putar. Kekuatan Elden jika dalam keadaan seperti ini memang tidak akan pernah bisa diragukan lagi. Setelah tutup botol minuman terbuka, kemudian Elden langsung meneguk minuman beralkohol itu hingga habis tak tersisa. "Hah.. Hah.. Hah.." Deru nafasnya tidak beraturan. "Kenapa harus sesulit ini Tuhan?! Kenapa harus sesakit ini untuk mendapatkan perempuan yang aku cinta?!" Jeritnya frustasi. Kedua bola matanya mulai memerah. Buliran kristal mulai jatuh membasahi ke dua bola matanya.


Hatinya terasa lelah untuk mengejar. Namun perasaannya menolak untuk berhenti mengejar. Tubuhnya terasa lelah. Hatinya juga terasa lelah. Akan tetapi, hanya dialah satu-satunya perempuan yang ia mau. Elden benar-benar mencintai Lexa.


Elden terdiam di dalam mobil. Hampir tiga puluh menit lamanya Elden terdiam di dalam mobil. Jam telah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Hanya satu tempat yang ingin ia kunjungi sekarang yaitu rumah Lexa. Elden sudah tidak tahan dengan perasaannya sendiri.


Setelah itu Elden langsung menyalakan kembali mobil sport mewah miliknya. Dengan kecepatan di atas rata-rata Elden mengendarainya. Untungnya jalan kota London terlihat sangat lenggang.


Tidak berselang lama kemudian, akhirnya Elden telah sampai di depan halaman rumah Lexa. Dibukanya pintu mobilnya dan dengan sedikit sempoyongan Elden berjalan ke arah depan pintu rumah Lexa. Pikirannya berkecambuk.


Tok.. Tok.. Tok..

__ADS_1


Diketuknya pintu rumah Lexa dengan kuat. Namun masih belum ada sahutan sama sekali. Alhasil, Elden mengetuk kembali pintu rumah Lexa.


Tok.. Tok.. Tok..


Sontak saja, Lexa yang baru saja akan tertidur langsung terbangun lagi dari tidurnya. Diliriknya jam yang berada di nakas. "Masih jam setengah dua belas malam. Siapa si malam-malam yang datang ke rumah?! Ganggu banget!" Omel Lexa dengan kesal.


Dengan perasaan yang sedikit kesal, Lexa langsung berjalan keluar kamar untuk menuju pintu rumahnya. Rambutnya yang sedikit berantakan ia biarkan. Baru saja akan membuka pintu rumahnya, Lexa langsung berfikir. "Tunggu sebentar. Siapa yang menganggu orang tidur jam segini jika bukan orang jahat?" Gumamnya pelan. Lalu, Lexa berinisiatif untuk mengintip dibalik lubang kecil yang ada di pintu rumahnya. Berhubung tidak mempunyai CCTV, jadi mamanya memilih untuk menyediakan lubang kecil agar orang yang ada di dalam rumah bisa mengintip terlebih dahulu sebelum membuka pintu rumah.


Tok.. Tok.. Tok..


"Elden!" Pekiknya tertahan. Mulutnya langsung ia bungkam dengan menggunakan punggung tangannya.


"Lexa, apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Ayu yang ikut terbangun gara-gara ketukan yang Elden lakukan.


Sontak saja Lexa berjengkit kaget. Tubuhnya berbalik. "Tidak ada apa-apa Ma." Jawab Lexa sedikit gugup.


Kening Ayu sedikit berkerut. Namun, berhubung Ayu sudah merasa sangat mengantuk, akhirnya Ayu memutuskan untuk kembali ke kamarnya yang terletak agr jauh dari pintu utama.


Lexa menghela nafasnya lega. "Elden ngapain si datang ke rumah malam-malam?" Gerutunya. Lalu tanpa pikir panjang, Lexa langsung membuka pintu rumahnya. "Lo ngapain si datang ke rumah?" Dengan nada sedikit ketus Lexa mengatakan nya.


Lexa yang dipeluk secara tiba-tiba langsung meronta-ronta. "Elden lepasin!"


Elden menggeleng pelan. "Sebentar saja Lexa. Beri aku waktu. Aku mohon." Lirihnya pelan.


Lexa langsung terdiam di tempatnya setelah mendengar suara rendah yang belum pernah ia dengar.


Bau alkohol mulai tercium. "Lo lagi mabuk?" Tanya Lexa dengan melepas pelukan Elden.


Elden tersenyum menatap perempuan yang ia cinta. "Aku tidak mabuk. Aku hanya sedikit lelah." Jawab Elden.


Lexa yang merasa curiga, lantas langsung mendorong Elden menjauh. "Lebih baik Lo pulang. Ini sudah malam El."


Elden menggeleng pelan. Tangannya mengepal kuat hingga menonjolkan otot-otot yang ada di tangannya. "Aku tidak punya rumah Lexa."


Lexa mendengus pelan. "Apartment yang waktu itu bukan rumah? Jangan ngaco Elden."

__ADS_1


Ke dua bola mata gelap Elden menatap wajah perempuan yang ia cintai. "Apartment itu bukan rumahku Lexa. Rumah ku adalah kamu."


Lexa tertegun. Kedua bola mata cantiknya langsung membulat sempurna.


"Aku mohon, ijinkan malam ini aku menginap dirumah mu Lexa." Pinta Elden dengan menatap sendu wajah Lexa.


Lexa yang ditatap seperti itu mulai merasa iba. Ada rasa tidak tega yang hinggap di perasaannya. Apalagi melihat Elden yang sedikit mabuk seperti ini. Hal itu semakin membuat Lexa merasa kasihan. "Baiklah tapi kamu tidur dikamar ku saja. Jangan macam-macam El. Aku akan tidur di sofa." Ujar Lexa panjang lebar. Mendengar hal itu Elden langsung berjalan masuk ke dalam rumah Lexa.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..

__ADS_1


__ADS_2