PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
18. Bintang Yang Telah Pergi (Season 2)


__ADS_3

...Pembukaan dengan yang cantik-cantik dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang cantik begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...


Selamat siang semua. Bagaimana kabar kalian hari ini? Apa yang sedang kalian lakukan hari ini? Ada yang mulai masuk sekolah online atau kuliah online hari ini? - Lexa Ardola Crishtian



...Happy Reading 🥳...


"Sayang, kita sudah sampai." Ucap Elden lembut ketika membangun kan kekasihnya yang tertidur pulas.


Lexa melengguh pelan. Tubuhnya ia regangkan sejenak. Perjalanan yang Elden dan Lexa tempuh kurang lebih memakan waktu empat pula lima menit. Dan selama itu pula Lexa tertidur di sebelah Elden.


Pintu mobil terbuka. Ternyata Elden membukakan pintu untuk kekasihnya. "Ayo sayang. Ini sudah hampir pukul 6 sore. Kita tidak bisa berlama-lama disini." Ujar Elden mengingatkan. Pandangan Elden menelusuri sekitar. Memastikan jika tempat yang ia kunjungi dalam kondisi aman terkendali.


"Iya El, tunggu sebentar." Sahut Lexa sambil melangkah keluar dari mobil.


Hembusan angin menerpa wajahnya yang putih berseri. Lexa bernafas lega, akhirnya Lexa bisa merasakan udara sejuk tanpa polusi.


Melihat kekasihnya yang sudah berada di sebelahnya, lantas Elden langsung megenggam jemari Lexa. "Ayo." Ujar Elden memecah keheningan.


Lexa mengangguk dan mulai berjalan seirama dengan langkah kaki Elden.


Sambil terus berjalan, Elden tiada hentinya menatap sekelilingnya. Kewaspadaan nya semakin ia tingkat kan ketika merasakan hawa atau aura yang tidak mengenakkan.


"El, apa kita sedang di ikuti?" Tanya Lexa memastikan. Pasalnya kekasihnya terlihat fokus.


Elden menggeleng pelan. "Tidak sayang. Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak mengenakkan. Jadi aku harus waspada." Kata Elden. Genggaman tangannya di tangan Lexa semakin mengerat.


Kini mereka berdua berjalan bersisian dan saling bergandeng tangan. Suasana terlihat sepi dan senyap. Tidak ada orang berkunjung kecuali dirinya dan Lexa.


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Elden dan Lexa telah sampai di tempat ia bisa mengunjungi Mamanya.


Langkah Lexa terhenti tepat disebuah makam dengan ukiran yang indah. Sementara Elden berdiri jauh di belakang kekasihnya. Elden memberi waktu sendiri untuk kekasihnya.


"Hai, Ma. Apa kabar?" Sapa Lexa lirih. Kedua bola matanya menatap sendu makam yang bertulis nama Ayu disana. Disebelah makam Ayu juga terdapat makam Almarhum Mama kandung nya yang bernama Putri Jessica Aldora.


Lexa tersenyum sendu. Terlihat jelas guratan kesedihan dari wajahnya. "Aku rindu Mama sama Bunda." Ujar Lexa. Tubuhnya perlahan mulai jatuh terduduk di atas tanah. "Aku rindu kalian berdua. Hiks!" Tangisnya mulai pecah. Setiap kali Lexa berkunjung ke makam Mama dan Bundanya selalu seperti ini. Lexa masih tidak sanggup jika mengingat kenangan indah yang masih tersimpan rapi di memori ingatannya. "Apa kalian bahagia disana?" Lirihnya.

__ADS_1


Elden menatap tubuh bergetar yang sedang menahan tangis. Wajahnya berpaling dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. Hatinya terasa sakit setiap kali melihat sisi rapuh dari perempuan yang ia cinta.


"Sudah dua tahun berlalu ya Ma, Lexa kehilangan Mama. Sudah dua tahun Mama meninggal kan Lexa sendiri."


Kedua bola matanya terus menatap ke arah makam Ayu dan Jessica. Jemarinya yang bersih itu mencengkram kuat rumput yang tumbuh disekitar makam kedua orang yang ia sayangi.


"Lexa sekarang hidup dengan Elden, laki-laki yang Mama percayakan untuk menjaga putri Mama ini. Pilihan Mama tidak salah. Elden pria yang bertanggung jawab. Elden mau menemani Lexa. Elden tidak pernah meninggalkan Lexa sendirian. Elden selalu siap dua puluh empat jam untuk Lexa. Kapanpun Lexa membutuhkan bantuan, Elden selalu datang siap membantu Lexa tanpa pamrih." Nafasnya tersendat setiap kali berkata. Buliran kristal semakin deras membasahi kedua bola matanya. "Mungkin jika ada Mama sekarang, Mama pasti meledek Lexa. Menggoda Lexa dengan candaan Mama. Setiap malam Minggu kita pasti akan jalan-jalan berdua. Ke pasar malam, ke mall untuk berbelanja kebutuhan kita, dan kita akan makan bersama di Cafe kesukaan Mama."


"Lexa apa kamu tidak makan dulu?" Teriak Ayu dari arah dapur.


"Iya Ma. Sebentar lagi Ma." Jawab Lexa.


"Enak?" Tanya Ayu ketika melihat Lexa tengah bersemangat mengunyah makanan miliknya.


Lexa mengangguk sebagai bentuk jawaban dari pertanyaan mamanya. Mulutnya masih penuh dengan makanannya.


"Iya Ma. Enak sekali makanannya. Masakan Mama emang terbaik sepanjang masa." Jawab Lexa ketika makanan di mulutnya telah habis ia telan.


Ayu tersenyum mendengar pujian yang anaknya lontarkan untuk masakannya.


Sudah cukup. Elden tidak bisa melihat kekasihnya yang seperti ini.


Dengan cepat, Elden segera berlari menghampiri kekasihnya. Tubuh mungil yang lemah itu ia peluk erat. Diusapnya dengan sayang. "Jangan menangis. Ada aku disini. Kamu tidak sendirian. Aku akan selalu ada untuk mu. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu." Bisik Elden. Tidak terasa buliran kristal ikut jatuh membasahi kedua bola matanya.


"Hiks! Hiks! Hiks!"' Tangis Lexa semakin pecah karena perkataan Elden. Sedangkan tubuhnya semakin di peluk erat oleh Elden.


"Jangan menangis sayang. Mama dan Bunda pasti sedih jika melihat putri kesayangannya menangis seperti ini."


Lexa menggeleng pelan. Wajahnya semakin ia sembunyikan di dada bidang milik Elden. "Aku rindu Mama El. Aku rindu Bunda. Kau rindu mereka berdua."


Elden mengerti itu. "Iya sayang. Aku tau kamu merindukannya. Jadi jangan nangis, oke? Kita doakan buat Mama dan Bunda agar mereka senang, oke?"


Lexa mengangguk samar. Benar apa yang dikatakan oleh Elden. Lexa harus mendoakan Mama dan Bundanya. Dengan perlahan Lexa melepas pelukan Elden. Tatapannya kembali tertuju ke makam milik Ayu dan Jessica.


Melihat wajah sembab kekasihnya membuat Elden merasa tidak tega. Di usapnya sisa air mata di wajah Lexa. "Sudah lebih baik?" Tanya Elden lembut.


"Heem."

__ADS_1


Kemudian Lexa mulai memejamkan kedua matanya. Doa mulai ia panjatkan. "Lexa sekarang sudah tumbuh menjadi perempuan yang tangguh Ma. Jadi Mama dan Bunda jangan khawatir lagi ya. Lexa akan baik-baik saja disini. Elden akan siap melindungi Lexa. Elden akan menemani Lexa selalu. Mama jangan sedih ya disana."


"Tuhan, tolong tempat kan Mama dan Bunda di sisi-Mu. Jauhkan mereka dari siksa pedih. Tapi dekatkan lah mereka dengan kebahagiaan besama orang-orang beriman."


***


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


__ADS_2