PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
112. Kedatangan Justin Atkinson (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Semuanya telah siap. Ruangan rawat inap Lexa telah di sulap menjadi ruangan pesta ulang tahun. Sebelum melakukan ini Bram sudah meminta ijin ke pihak rumah sakit terlebih dahulu. Dan untungnya pihak rumah sakit mengijinkan nya dengan catatan jika selesai harus dibersihkan.


"Sepertinya Lexa tidurnya sangat pulas Bram." Ujar Ayu sambil menatap ke arah Lexa yang tengah tertidur miring.


Bram mengangguk. "Iya Ma. Mungkin dia kelelahan karena tadi terlalu bersemangat."


Ayu tersenyum mendengar perkataan Bram barusan. "Iya, kamu benar Bram. Lexa tadi terlalu bersemangat untuk menunggu jam 12 malam. Tapi sekarang malah ketiduran." Dengan tersenyum Ayu mengatakannya. Merasa gemas dengan tingkah putrinya. Begitupun juga dengan Bram. Bram merasa beruntung karena telah mendapatkan hati seorang perempuan seperti Lexa.


"Tinggal lima menit lagi." Ujar Ayu sambil menatap jam dinding yang ada di dalam ruangan.


Bram mengangguk. "Iya ma. Sebentar lagi."


"Mama akan menyiapkan kue ulang tahunnya. Kamu yang menyiapkan topi ulang tahunnya ya."


"Siap ma!"


Lalu mereka melakukan apa yang menjadi tugasnya masing-masing.


"Jangan datang. Aku mohon, kamu jangan datang Justin. Aku mohon cegah Justin untuk datang kesini Tuhan. Ijinkan aku untuk merawat Lexa lebih lama lagi Tuhan. Lexa adalah satu-satunya orang yang aku punya. Titipkan Lexa pada ku. Aku akan menjaga nya sebaik mungkin." Kata Ayu di dalam hatinya. Ucapan permohonan dan doa di dalam hati terus-menerus ia ucapkan.


Ting


Jam telah menunjukkan pukul dua belas malam. Ayu dan Bram telah siap dengan tugasnya masing-masing.


Ayu yang memegang kue ulang tahun sedangkan Bram memegang topi serta terompet ulang tahun.


"Selamat ulang tahun Lexa Ardola!" Ucap serempak Bram dan Ayu.


Tet.. Tet.. Tet..


Untungnya ruangan VIP ini adalah ruangan yang kedap suara. Alhasil suara terompet yang Bram bunyikan tidak terdengar sampai luar.

__ADS_1


Sedangkan Lexa langsung terbangun dari tidur ya karena terlalu terkejut dengan suara terompet yang ia dengar. Ke dua bola matanya langsung di hadapkan dengan pemandangan yang tidak terduga.


"Selamat Ulang Tahun anak Mama." Ucap Ayu dengan tersenyum lalu dikecupnya dengan sayang kening putrinya.


Nyawa Lexa yang masih belum terkumpul menjadi satu hanya bisa menatap Bram dan Ayu secara bergantian.


Dan sekarang giliran Bram. Bram maju selangkah. "Selamat ulang tahun sayang. Terimakasih sudah hadir di dalam kehidupan ku. Aku mencintaimu." Ucap Bram dengan serius. Meskipun ada Mama Lexa, Bram memberanikan diri untuk mengatakan nya.


Prok.. Prok.. Prok..


Ayu tepuk tangan. Merasa kagum dengan keberanian Bram. "Mama merestui hubungan kalian berdua." Kata Ayu dengan tersenyum bahagia.


Hal itu sontak membuat Lexa dan Bram langsung menatap wajah Ayu. "Terimakasih banyak Ma!" Dengan bersemangat Lexa langsung bertepuk tangan.


Bram juga tersenyum. Hari ini adalah hari kebahagiaan yang tidak akan pernah Bram lupakan.


"Eits, kita nyanyikan lagu ulang tahun sekarang." Ujar Ayu yang hampir saja melupakan sesuatu.


"Oh iya. Ayo kita bernyanyi lagu selamat ulang tahun."


Lantas mereka langsung menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama-sama. Wajah ceria terukir jelas dari wajah Lexa. Begitupun juga dengan wajah Ayu yang terlihat sangat bahagia.


Hari ini adalah hari ulang tahun Lexa yang ke 18 tahun. Lexa tidak pernah menyangka jika ulang tahun nya akan tetap di rayakan. Padahal dirinya masih berada di rumah sakit.


Lagu selamat ulang tahun masih terus terdengar. Rasa haru dan kebahagiaan menyelimuti perasaanya. Tanpa Lexa sadari buliran kristal mulai jatuh membasahi kedua bola matanya yang indah.


Happy Birthday to You


Happy Birthday to You


Happy Birthday Dear Lexa Ardola


Happy Birthday Lexa Ardola


Lagu selamat ulang tahun berhenti. Tepukan tangan yang terdengar juga mulai berhenti.


"Saatnya tiup lilin." Kata Ayu dengan mendekatkan kue ulang tahun ke wajah Lexa."


Lexa langsung mengangguk. Kedua tangannya langsung berdekatan satu sama lain. Ke dua bola matanya terpejam.


"Yang pertama aku mohon pertemukan aku dengan Mama dan Papa kandung ku. Yang ke dua aku mohon jadikan Bram menjadi jodoh ku. Dan yang ketiga aku ingin Mama dan Bram tetap bersama ku selamanya." Pintanya di dalam hati.


Setelah mengucapkan doa di dalam hati, lantas Lexa langsung membuka ke dua bola mata dan meniup lilin yang ada di kue ulang tahun nya.


"Yey!" Sorak Ayu dan Bram bersama-sama.

__ADS_1


Meskipun hanya dirayakan bertiga tapi ini sudah cukup untuk Lexa. Tidak perlu mewah. Tidak perlu ramai. Cukup di hadiri dan di rayakan dengan orang yang tersayang itu sudah lebih dari cukup.


Lalu kue ulang tahunnya langsung Ayu letakkan di meja kecil yang ada di atas tempat tidur putrinya.


"Saatnya pemotongan kue." Dengan semangat empat lima Lexa langsung memotong kue dan ia letakkan di piring kecil.


"Ini untuk Mama. I love you Ma. Maaf kalau Lexa menyebalkan." Ucap Lexa dengan menyodorkan kue ulang tahun.


Ayu menganggukan kepalanya. "Iya tidak apa sayang. Semoga menjadi pribadi yang lebih baik." Kata Ayu sambil menerima kue ulang tahun dari putri nya.


"Dan yang ke dua ini untuk Bram." Ucap Lexa sambil menyodorkan kue ulang tahun ke arah Bram. Dengan senang hati Bram langsung menerima nya. "Terimakasih sudah sabar menghadapi sifat keras kepala ku. Semoga kita selalu bersama selamanya hingga kakek-nenek."


Dengan gemas Bram langsung mengacak puncak kepala rambut Lexa. "Sudah pasti Lexa. Kita akan bersama selamanya."


Lalu mereka memakan kue ulang tahun nya masing-masing. Hawa kebahagian jelas terasa di ruangan ini.


Namun langkah tegap dari lorong rumah sakit membuat semua orang yang masih berada disana langsung menatap sosok laki-laki yang bertubuh tegap itu. Tato yang terlihat di tangannya membuat orang disana langsung merinding takut.


"Bukannya dia itu Justin Atkinson? Justin Sang Ketua Mafia Italia. "


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..


__ADS_2