
...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Selamat pagi? Apa kalian tidak berminat membalas sapaan selamat pagi ku di kolom komentar? - Elden Crishtian
...Happy Reading 🥳...
"Selamat malam tuan." Sapa semua bawahan Bram dengan kompak. Tubuh mereka membungkuk memberi salam.
Bram dengan ekspresi datarnya menatap semua bawahan yang bekerja di bawah kuasanya. Kedua alisnya yang lebat menukik dengan tatapan dingin menusuk. Tubuhnya yang tegap mulai berjalan mendekati kursi singgasananya.
Suasana terasa mencekam dengan kesunyian melanda. Kepala mereka semua menunduk. Tidak berani menatap wajah datar milik Tuannya.
"Aku ingin bertanya ke kalian semua." Suara tegas dengan titah tak terbantah. Tubuhnya yang tegap bersandar di kursi kebesarannya. Bram menatap semua bawahan yang tengah berbaris dan berjejer rapi disana. "Siapa yang terkuat disini?"
Kepala mereka terangkat untuk menatap wajah Bram. Mereka diharuskan menjawab pertanyaan itu dengan menatap wajah Bram. Meskipun usia mereka lebih tua daripada Bram, mereka tetap tunduk dan patuh di bawah kuasa Bram. Mengingat jika mereka bekerja disini.
"Ruddin." Jawab mereka kompak.
Bram menyeringai. Kemudian bangkit dari tempat duduknya. "Aku punya tugas penting yang harus kalian lakukan. Jika kalian berhasil melakukannya maka aku akan menaikan gaji kalian dua kali lipat dari pada sebelumnya."
Siapa yang tidak tergiur dengan itu?
"Kalian serang markas utama persenjataan milik Geng Mafia Crowned Eagle."
"Hah?" Mereka semua sontak terkejut. Meskipun gaji mereka di naikkan dua kali lipat, masalahnya ini adalah Geng Mafia Crowned Eagle, Geng Mafia terbesar nomor 3 di Eropa. Mereka masih sayang dengan nyawa mereka sendiri. Apalagi Ketua Geng Mafia Crowned Eagle adalah seorang Psycopath Gila yang haus akan darah. Bisa mati di siksa mereka jika mereka tertangkap.
"Baik Tuan." Jawab mereka kompak. Ada yang berminat dan ada juga yang tidak berminat.
***
"Mulai sekarang jangan pernah keluar dari apartemen kecuali dengan ku." Elden berkata dingin. Raut tidak suka tergambar jelas dari wajah Elden yang terlihat datar.
Lexa mengangguk. Ada rasa sesal di hatinya ketika mengatakan itu. "Harusnya aku tidak bilang pada Elden." Rutuk nya dalam hati. Jemarinya bergerak merekat pakaian yang ia pakai. Kepalanya menunduk menghindari tatapan Elden.
"Kamu tau aku Lexa, aku harap kamu jangan membantah atau melakukan hal-hal yang membuat nyawa kamu dalam bahaya." Elden menjelaskan. Tatapannya mulai melunak. Ekspresi dingin yang tergambar di wajah Elden mulai menghangat.
__ADS_1
"Iya El." Jawab Lexa lirih hampir tak terdengar.
Elden tersenyum. Kemudian di peluknya tubuh hangat yang memberikan kenyamanan selama ini. "Aku sayang kamu Lexa. Aku tidak ingin kamu terluka. Kemunculan Bram sekarang bukan tanpa alasan. Dia pasti punya rencana yang sudah direncanakan dan telah disusun rapi. Jadi, apapun yang membuat kamu kefikiran atau yang membuat kamu merasa janggal, cepat beritahu aku atau Rafael." Ujar Elden lembut. Tangannya bergerak mengusap lembut rambut milik Lexa.
Lexa mengangguk sambil membalas pelukan Elden. "Iya El. Aku akan bilang."
Elden menghembuskan nafas lega. Setidaknya kekasihnya ini mau nurut dengannya. Kemudian Elden melepas pelukannya. "Baiklah, sekarang waktunya tidur dan beristirahat. Besok aku akan membicarakannya dengan Rafael. Tetap dekat dengan ku. Jangan menjauh dari ku, oke? Dengan kita saling berdekatan, aku bisa melindungi kamu."
Sekali lagi Lexa mengangguk patuh. Bahunya dicekal Elden. Membuat Lexa tidak bisa bergerak bebas.
Cup..
Sebuah kecupan mendarat di kening Lexa. "Aku menyayangi kamu. Tunggu aku sebentar lagi. Kita akan bersama dan membangun keluarga kecil kita nanti dengan anak-anak kita nanti."
"Iya El. Aku menunggu kamu. Kita akan bersama-sama selamanya dalam jangka waktu yang lama."
Mereka saling menatap satu sama lain. Pandangan tulus terpancar dari kedua bola mata keduanya.
***
Pagi telah menjelang. Suasana kampus terlihat ramai. Mahasiswa yang berkuliah pagi mulai berdatangan dan berlalu lalang. Ada yang sibuk mengerjakan tugas. Ada yang sedang memfoto copy tugas. Ada juga yang sedang duduk anteng di tempatnya dan mengobrol bersama teman-temanya.
Lexa duduk diam di tempat duduknya. Tak jarang Lexa ikut mengobrol dan bercanda dengan teman kelasnya.
"Katanya hari ini kita akan ada Mahasiswa baru pindahan dari Italia." Ujar salah satu teman Lexa.
"Oh, benarkah? Aku jadi tidak sabar melihatnya. Pasti dia tampan dan cantik." Puji Lexa sambil membayangkan wajah mahasiswa baru.
Teman Lexa yang bernama Ivy hanya memutar kedua bola matanya. "Lexa, Lexa, kita saja belum bertemu dengannya. Tapi kamu sudah memuji mereka." Kata Ivy mengomentari perkataan Lexa.
"Hehehe." Lexa hanya tersenyum renyah. Tidak membalas perkataan Ivy lagi karena jam mata kuliah telah dimulai.
Dosen mata kuliah mereka juga telah hadir dengan menggunakan kaca mata minusnya. "Hari ini kalian akan kedatangan teman baru." Ucap dosen itu sambil menatap lurus ke depan.
"Silahkan masuk." Sang dosen mempersilahkan. Mahasiswa baru mulai melangkah masuk ke dalam kelas dengan angkuhnya. Wajahnya yang tampan dengan kedua bola mata yang tajam membuat kaum hawa yang melihatnya langsung jatuh dalam pesonanya.
Namun berbeda dengan Lexa. Lexa lagi-lagi di buat tercengang dengan kemunculan Bram yang begitu tiba-tiba. Lexa menatap wajah itu dengan kedua tangan mengepal di bawah meja. Ingin rasanya Lexa berteriak di wajah Bram. "Apa maksud kamu Bram? Apa maksud kamu dibalik kemunculan kamu sekarang?
__ADS_1
Tanpa sengaja pandangan mereka bertemu. Lexa menatap penuh tanda tanya. Sementara Bram menatap penuh arti. Ivy yang melihat hal itu merasa heran. Disenggol nya bahu Lexa pelan. "Apa kamu kenal dengan mahasiswa baru itu?" Tanya Ivy.
Lexa mengangguk. "Dia mantan kekasih ku sekaligus sahabat ku dulu."
"Hah?" Ivy terkejut. Pandangannya langsung kembali menatap ke arah Bram. "Dia mantan kekasih mu Lexa?" Sungguh, Lexa termasuk perempuan beruntung. Kekasih Lexa sekarang Elden Crishtian dan juga berteman dengan Rafael Fado, mahasiswa populer di Universitas. Dan sekarang mahasiswa tampan itu? "Kau beruntung banget Lexa!"
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊