PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
138. Pembicaraan Serius (S1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya.. Kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Jam telah menunjukkan pukul delapan lebih dua puluh lima menit. Jalanan di alun-alun kota terlihat cukup ramai. Ada beberapa pasangan yang sedang menghabiskan waktu berdua bersama pasangan nya. Ada juga yang melakukan me time sendirian atau menghabiskan waktu sendirian.


Lexa dan Elden kini tengah duduk berhadapan di bangku taman. Jarak duduk mereka terlihat dekat. Bahkan orang yang melihatnya, mengira jika mereka adalah pasangan yang sedang kasmaran.


Pandangan Elden tidak luput sama sekali dari perempuan yang ada di hadapannya. "Kau ingin memakan sesuatu." Tanya Elden dengan penuh perhatian.


Mendengar pertanyaan Elden membuat Lexa langsung beralih menatap Elden. "Tidak El. Aku sedang tidak ingin makan apapun." Jawab Lexa dengan suara yang lembut. Terasa sangat berbeda ketika pertama kali Lexa bertemu dengan Elden. Nada bicaranya selalu naik dan sukses memancing emosi Elden.


Elden mengangguk mengerti. Elden tidak akan memaksa kehendak perempuan yang ia cintai.


Sudah satu jam lamanya mereka menghabiskan waktu bersama. Mulai dari jalan-jalan bersama, bercanda, berfoto hingga duduk berdua bersama sekarang. Mereka menikmati momen itu berdua tanpa ada halangan.


"El, apa kau pernah merasa bimbang?" Dengan menatap wajah tampan Elden, Lexa menanyakannya.

__ADS_1


Lantas Elden membalas tatapan Lexa dengan hangat. "Pernah. Bahkan aku pernah berada di posisi ingin mengakhiri hidup karena merasa kesepian." Jawabnya tanpa ada beban sama sekali.


Lexa tertegun mendengar jawaban dari Kaka kelasnya itu. "Kesepian?" Gumam Lexa mengulangi perkataan Elden. "Kenapa kau merasa kesepian?" Tanya Lexa lagi. Memori ingatannya langsung terlempar ke momen dimana pertemuan pertama kali dengan Chayden, Ayah dari Elden. Lexa yakin jika Elden ini sangat mirip dengan Chayden, ayahnya.


Sebuah senyuman tersungging di bibir Elden. Lexa yang melihat senyuman itu langsung dibuat terpaku. Senyuman yang menyimpan sejuta luka yang tidak pernah orang lain ketahui.


"Aku mempunyai orang yang sangat berharga di hidup ku yaitu Nenek ku." Jawab Elden dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. Sosok yang sangat ia sayangi masih ia simpan rapat di dalam hati dan memori ingatannya. Elden yang tidak kuasa menahan kesedihannya lantas memutuskan kontak mata dengan Lexa. Pandangannya lurus ke depan. Bahkan tubuhnya tidak bergeming sama sekali dari tempatnya.


Kedua bola mata Lexa masih tetap setia memperhatikan perubahan ekspresi wajah Elden.


"Tapi sekarang beliau sudah tiada." Lanjutnya lagi dengan suara yang lirih.


Kedua bola mata Lexa membulat sempurna lalu menunduk.


Elden tertawa renyah. "Tapi untungnya aku masih mempunyai orang-orang yang mau menerima ku. Rafael dan Mita. Hanya mereka berdua yang tersisa di hidupku. Dan terakhir itu adalah kamu. Perempuan yang sangat aku cintai."


Elden tersenyum mendengar perkataan itu. Tidak bisa Elden pungkiri, jika perkataan Lexa tadi membuat Elden tertampar. "Apakah kehadiran ku selama ini terlalu memaksa mu Lexa?" Ujarnya dengan menatap wajah perempuan yang ia sayangi.


Lexa menggeleng pelan. "Tidak El. Kamu tidak memaksa ku sama sekali. Aku hanya heran. Kenapa kamu masih tetap menyukai ku, padahal kau tau jika aku sudah mempunyai kekasih." Jawabnya dengan membalas tatapan Elden.


Elden lantas mengalihkan pandangannya ke atas langit. Terlihat taburan bintang dan cahaya bulan menghiasi indahnya malam. "Karena aku yakin kamu lah yang akan menjadi satu-satunya perempuan yang aku cintai. Satu-satunya perempuan yang akan menyandang nama Crishtian di belakang namanya. Dan aku yakin, sesering apapun kamu singgah di hati pria lain, kamu akan kembali pada ku Lexa. Aku hanya perlu bersabar dan terus berusaha."


Deg


Hatinya terenyuh mendengar perkataan itu. Bahkan mulutnya bungkam, tidak bisa menanggapi perkataan Elden tadi.


"Maafkan aku jika kehadiran ku selama ini membahayakan nyawa mu Lexa. Mulai sekarang aku akan menjaga mu." Kata Elden sambil tersenyum ke arah Lexa.

__ADS_1


Senyuman tulus yang tersungging di bibir Elden membuat Lexa terpaku. Sosok laki-laki yang ia kenal dingin dan cuek berubah menjadi sosok laki-laki tegas dan pengertian.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Yang mau ngobrol dengan Visual Psycopath Vs Cewek Galak atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Elden, Lexa, Bram dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 💛 Terimakasih teman-teman..


__ADS_2