
...Pembukaan dengan yang cantik-cantik dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang cantik begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Good morning all. How are you today? Don't forget to have breakfast and take care of your health, huh? Oh yeah, how was the part these days? Has it succeeded in getting you to go in the groove The novel I made? - Nur Eva Fullandari
...Happy Reading 🥳...
Beberapa hari kemudian...
Setelah melewati beberapa hari yang sulit, akhirnya Lexa mendapatkan kebahagiaannya kembali. Dengan kesabaran dan ketabahan yang ia lakukan, inilah akhirnya. Elden telah sadar dari komanya. Keadaan Elden sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya. Elden sekarang sudah bisa duduk bersandar dan memakan bubur. Alat-alat yang ada di dadanya telah dilepas. Alat pendeteksi jantung yang sering berbunyi, sekarang sudah terlepas.
Dulu, bunyi alat pendeteksi jantung yang terpasang di tubuh Elden membuat Lexa takut. Setiap bunyi yang terdengar membuat Lexa tidak nyaman.
"El, ada Rafael." Ujar Lexa sambil mengemasi mangkok dan gelas. Elden langsung mengalihkan pandangannya ke arah Rafael.
"Sudah lama kita tidak bertemu El." Sapa Rafael sambil berjalan. Senyuman tersungging di bibirnya. Kemudian Lexa memilih melangkah keluar untuk memberikan waktu bagi Elden dan Rafael.
"Sudah lama Raf. Bagaimana kabarmu?" Tanya Elden. Tatapannya menatap datar ke arah Rafael.
"Baik El. Seperti yang kau lihat sekarang. Hanya saja aku harus bekerja dua kali lebih ekstra karena sahabat ku terbaring di rumah sakit." Ucap Rafael menjelaskan. Kemudian Rafael menarik kursi untuk ia duduki.
Sementara Elden duduk bersandar di kasurnya. "Bagaimana Bram, Raf?" Tanya Elden. Sudah beberapa hari ini Elden bertanya-tanya. Namun Elden tidak kunjung mendapatkan jawaban.
Rafael tersenyum renyah menanggapi perkataan Elden tadi. "Kita baru saja bertemu El. Masa' kita sudah membicarakan tentang pekerjaan?" Ujar Rafael halus. Meskipun terdapat kalimat sindiran disana.
Elden tersenyum menanggapi perkataan Rafael. "Jawab saja Raf. Aku sudah hampir gila mencari jawabannya." Desis Elden dengan nada tinggi.
"Oho.. tenang El. Bukankah lebih baik kau mempersilahkan aku untuk makan terlebih dahulu?"
Elden memutar kedua bola matanya malas. "Ya, terserah kau saja. Kau bisa memakan makanan di meja."
Mendengar hal itu, lantas Rafael bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah meja yang menyediakan beberapa makanan. Mulai dari Snack, roti, susu dan makanan berat lainnya. Akan tetapi Rafael lebih memilih susu coklat untuk ia minum.
Tubuhnya menghadap ke arah Elden. Susu telah ia habiskan. "Bram telah tewas dalam kecelakaan mobil El. Mobilnya meledak hingga membuat tubuhnya hangus terbakar."
__ADS_1
Elden tercengang. Berita kematian Bram membuatnya terkejut. "Apa kau serius Raf?" Tanya Elden memastikan.
Rafael mengangguk. "Iya El. Aku serius. Aku juga sudah mengidentifikasi jasadnya jika itu 💯% jasad Bram." Ujar Rafael. Lalu Rafael mengingat sesuatu. "Tidak, bukan hanya aku. Om Justin, ayah Lexa
a juga ikut mengidentifikasi juga." Jelasnya.
"Apa? Justin?" Pasalnya selama Elden sadar, Elden tidak pernah bertemu dengan Justin.
Rafael mengangguk. "Sepertinya kau ketinggalan banyak hal El." Sambil tersenyum Rafael mengatakannya.
Hal itu membuat Elden mendengus geli. "Ceritakan semua Raf. Jangan sampai ada yang ketinggalan sedikit pun." Nada bicaranya mulia terdengar tegas.
Merasa pembicaraan serius mulai dilakukan lantas Rafael menghadap kan tubuhnya ke arah Elden. "Ayah mu dan Ayah Lexa sekarang telah merestui hubungan kalian. Om Justin telah fix mendukung geng kita. Dan sisanya kau akan tau sendiri. Aku tidak ada hak untuk mengatakannya." Ujar Rafael kemudian bangkit dari tempat duduknya. "Dan satu hal lagi, sesuai dugaan kita sebelumnya, jika sosok Ruddin itu adalah Bram Alexander. Dialah yang membentuk Geng itu sendiri tanpa campur tangan orang lain."
Elden masih mencoba untuk mencerna semuanya.
Rafael melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Jam telah menunjukkan pukul 11 siang. "Aku pergi dulu El. Aku ada urusan penting yang harus aku selesaikan hari ini juga. Segeralah sembuh. Kamu harus datang untuk mengurusi anggota Geng Mafia kita. Aku sedikit kualahan."
Elden mengangguk. Setelah itu Rafael melangkah keluar dari ruangan. Tepat diluar pintu, terlihat Lexa tengah berdiri sambil menundukkan kepalanya. Jemarinya saling tertaut satu sama lain. "Kau harus segera mengatakannya Lexa. Akan lebih baik jika Elden tau dari mulut kamu sendiri daripada tau dari mulut orang lain." Ujar Rafael sambil memunggungi Lexa.
Setelah kepergian Rafael, Lexa memutuskan untuk masuk kedalam ruangan. Namun, suasana tegang dan mencekam langsung dapat ia rasakan.
"Elden." Lirihnya pelan. Kedua iris bola matanya menatap tepat kedua mata Elden yang tengah menatapnya tajam penuh intimidasi.
"Katakan Lexa. Katakan semuanya." Ujarnya menekan setiap perkataannya.
Tubuh Lexa mematung. Bibirnya terasa kelu untuk mengatakan hal yang sebenarnya. Kepalanya menunduk menatap kedua kakinya yang berdiri tegak. "Apa yang harus aku lakukan?" Ketakutan dan ke khawatiran menghampirinya.
"Katakan Lexa. Jangan membuat ku memaksa mu untuk mengatakan hal yang sebenarnya."
Deg..
Suara Elden terdengar sangat dingin. Kesunyian terasa sangat mencekam. Lexa takut. Lexa takut jika Elden pergi meninggalkannya dan tidak mau lagi dengan dirinya.
Kedua tangan Elden mengepal. Emosi melingkupinya karena tidak kunjung mendapatkan jawaban. "Katakan Lexa. Jangan membuat ku marah!" Nada kerasa mulai terdengar. Elden membentaknya.
__ADS_1
"Hiks!" Lexa langsung menangis tergugu di tempatnya. "Maafkan aku El. Maafkan aku Hiks!" Ujarnya disela tangisannya. Lexa tidak mampu untuk menatap wajah kekasihnya. Lexa malu. Sangat malu. Sungguh Lexa menyesal. Lexa sangat menyesal. Bagaimana bisa dia tidak bisa menjaga dirinya sendiri? Harusnya dia bisa! "Hiks!" Kejadian lama terulang kembali. Ketakutan dan penyesalan kerap menghampiri. "Maafkan aku El." Lirihnya pelan.
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊
__ADS_1