
...Pembukaan dengan yang cantik-cantik dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang cantik begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...
Lelah ya? Istirahat yuk. Kamu juga butuh beristirahat sejenak. Sayangi diri kamu sendiri juga ya cantik - Lexa Ardola
...Happy Reading 🥳...
Melihat Ivy sudah selesai membereskan buku-buku paketnya, Lexa segera menggandeng lengan Ivy. Namun, baru beberapa melangkah, langkah kakinya terhenti ketika merasakan pegangan di lengannya.
"Tunggu sebentar, aku ingin berbicara dengan mu baby."
Semua mahasiswa yang mendengar kata "babby" langsung menatap ke arah Lexa dan Bram.
"Apa maksud kamu memanggil ku seperti itu Bram?" Langkah Lexa terhenti. Pandangannya jatuh ke arah Bram yang sedang menahan lengannya.
Sebuah senyuman tersungging di bibir Bram. "Aku ingin berbicara dengan mu babby. Apa itu kurang jelas?" Bram mengulangi perkataan yang sama. Membuat seisi kelas langsung memperhatikan.
"Jadi mahasiswa baru itu kenal dengan Lexa?"
"Sial! Bagaimana bisa Lexa mendapatkan dua pria setampan mereka sekaligus?"
"Apa Lexa selingkuh dari kekasihnya?"
Bisikan-bisikan tak enak mulai terdengar. Hal itu membuat Lexa tidak nyaman. Dengan sekuat tenaga Lexa melepas pegangan tangan Bram di lengannya. "Jangan ganggu aku Bram." Ujar Lexa tegas. Tatapan dingin menusuk terpancar jelas dari kedua bola mata Lexa yang indah.
Bram sempat tertegun dengan tatapan dingin itu. Padahal kemarin Bram melihat tatapan penuh kerinduan dari kedua bola mata Lexa. Jadi, kemana perginya tatapan rindu itu sekarang? Lalu sebuah ide licik terlintas di otaknya. Tatapannya jatuh ke arah Lexa dengan seringai menakutkan tersemat di bibirnya. Ivy yang melihat seringai itu langsung bergidik ngeri. "Kenapa orang yang berhubungan dengan Lexa selalu orang yang tampan dan menakutkan seperti itu?"
Bram melangkah maju. Sedangkan Lexa diam di tempatnya. Tatapan tajam masih terpancar jelas dari kedua bola matanya. "Ikut dengan ku sekarang atau aku akan melakukan sesuatu hal yang tidak di inginkan." Ancam Bram berbisik.
Kedua tangan Lexa mengepal erat. Kedua bola matanya menatap seisi kelas yang sedang memperhatikannya. "Ya. Asal aku yang menentukan tempatnya." Dengan samar Lexa mengangguk. Kemudian, Lexa beralih menatap ke arah Ivy. "Tunggu aku di lorong jurusan Teknik. Aku akan segera kembali." Kata Lexa.
__ADS_1
"Iya. Jangan lama-lama. Aku akan menunggu mu disana." Jawab Ivy.
Setelah itu Lexa langsung melangkah keluar di ikuti Bram dibelakangnya. Lexa membawa Bram ke taman kampus yang cukup ramai. Lexa cukup berjaga-jaga jika membawa Bram ke tempat sepi. Lexa tidak ingin jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan seperti penculikan, pemerkosaan ataupun hal yang lainnya. Ingat, yang Lexa kenal sekarang bukanlah Bram yang dulu yang selalu menjaga dan melindunginya. Sekarang yang Lexa kenal adalah Bram asing dengan segala perubahannya.
Tubuh Lexa berbalik. Kedua tangan Lexa masuk ke dalam hoodie yang ia pakai. Di dalam saku hoodie itu Lexa tengah memainkan sebuah semprotan bubuk cabai yang selalu ia bawa kemana-mana. "Katakan sekarang. Aku sudah tidak mempunyai waktu lagi." Ucap Lexa ketus. Jika kemarin Lexa terlihat gugup dan shock, maka sekarang berbeda. Lexa terlihat biasa saja tanpa ada rasa.
Sebenarnya ada rasa kecewa melihat perubahan sikap Lexa. "Apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi Lexa?" Entahlah, Bram juga tidak tau bagaimana bisa Bram berkata seperti itu.
Lexa mendengus geli mendengar pertanyaan Bram. Lexa sedikit memiringkan kepalanya dengan tatapan masih menatap kedua iris bola mata Bram. "Katakan pada ku Bram kenapa aku harus mencintai mu?"
Bram tertegun mendengar suara terkesan dingin itu.
"Katakan pada ku kenapa aku harus menunggu mu?"
Bram bungkam. Membiarkan Lexa berbicara.
"Katakan pada ku kenapa aku harus menyayangi orang yang jelas-jelas mengabaikan kehadiran ku?"
Tangan Bram mengepal kuat. "Aku tidak mengabaikan mu Lexa. Bukankah sudah ku bilang dulu jika aku ingin break dari hubungan kita?" Bram bertanya balik. Kilatan amarah terlihat jelas dari wajahnya.
"Aku bisa menjelaskan semuanya." Hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya.
"Apa?" Lexa kembali menatap ke arah Bram. "Kamu ingin menjelaskan semuanya Bram?" Lexa melangkah maju. Tatapannya tidak lepas dari wajah tampan yang dulu selalu membuatnya nyaman. "Semuanya sudah terlambat Bram. Hubungan kita sudah berakhir sejak 3 tahun lalu. Aku dan kamu tidak mempunyai hubungan apapun lagi. Sekarang kita hanya orang asing yang dipertemukan lagi oleh takdir. Tolong jauhi aku. Bersikaplah seperti kita saling tidak mengenal satu sama lain." Lexa tersenyum dengan kedua bola mata yang memerah. "Tolong mengerti lah. Aku sudah mempunyai kekasih. Tanpa ku beri tau, kamu pasti sudah mengetahuinya bukan?"
Bram menggeleng pelan.
Lexa kembali memundurkan tubuhnya. Kedua masih saling menatap. "Kekasih ku bernama Elden Crishtian. Kakak tingkat jurusan Teknik. Kakak kelas kita dulu saat masih di Senior High School." Ujar Lexa tegas.
"Sudah ya Bram. Jangan ganggu aku lagi. Masih banyak perempuan yang mau dengan mu."
Melihat keterdiaman Bram di hadapannya, Lexa berbalik memunggungi Bram. Tubuhnya sedikit bergetar. "Jangan menangis sekarang Lexa." Ujar Lexa dalam hati. Setelah itu Lexa melangkah meninggalkan Bram sendirian di taman dalam kebisuan.
__ADS_1
"Apakah aku sudah terlambat untuk kembali?"
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@penulisfullandari
@nickalbertreal
@raraagathareal
@darrenkendrickreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
__ADS_1
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊