PSYCOPATH VS CEWEK GALAK

PSYCOPATH VS CEWEK GALAK
33. Penyesalan Seorang Ayah (Season 2)


__ADS_3

...Pembukaan dengan yang tampan-tampan dulu ya 😉 Author paling demen nih sama yang tampan begini 💚 Btw, Selamat datang di Season 2 kisah Elden - Lexa 😘...


Hai semua. Selamat sore! Author batu bangun tidur nih! Biasa abis istirahat. Niatnya ingin ngetik 5 ribu kata hari ini. Semoga aja bisa ya!! Btw, jangan lupa semangat buat hari ini. Love you! - Elden Crishtian



...Happy Reading 🥳...


"Hai son." Sapaan lembut terdengar. Suara Chayden terdengar sedikit bergetar. Pandangannya menatap ke arah wajah putranya. "Sudah lama tidak mengobrol seperti ini bukan?"


Chayden menarik nafasnya dalam. Kedua bola matanya berkaca-kaca ketika mengingat masa lalunya bersama putranya. Hubungan mereka memang tidak berjalan baik. Bahkan Elden dan Chayden mengobrol hanya untuk berdebat.


Selisih paham sering menghantam hubungan keduanya. Sifat keras kepala dan tidak mau mengalah semakin membuat panas hubungan mereka. Sedangkan ibu kandung Elden tidak peduli dengan Elden. Siksaan sering Elden dapat ketika masih kecil. Hal itu lah yang membuat Elden begitu benci dengan Ibunya.


Untungnya nenek yang mengerti akan kondisi cucunya, lantas mengajukan diri untuk merawat dan membesarkan Elden. Dari situlah hubungan Elden dan Neneknya semakin dekat. Elden dibesarkan dengan kasih sayang seorang nenek. Jadi jangan heran jika Elden begitu menyayangi Neneknya daripada kedua orangtuanya.


"Ayah benar-benar menyayangi mu son. Ayah melarang mu berdekatan dengan Lexa bukan tanpa alasan. Ayah menggertak mu juga karena memiliki alasan tersendiri. Ayah melakukannya bukan semata-mata karena kesenangan ayah sendiri. Ayah melakukannya demi menjaga dan melindungi kamu son." Chayden terdiam sejenak. Sebuah senyuman tersungging di bibirnya. "Tapi sepertinya kamu tidak bisa ayah jinakkan. Kamu lebih memilih menentang ayah demi perempuan yang kamu cintai." Perlahan air matanya menetes membasahi pipinya. Untuk pertama kalinya setelah beberapa puluhan tahun, akhirnya Chayden menunjukkan sisi lemahnya. "Ayah khawatir pada mu son. Ayah takut jika terjadi sesuatu hal berbahaya yang menimpa mu. Ayah tau jika kamu tidak suka di awasi. Ayah tau jika kamu tidak suka jika orang lain mencampuri urusan kamu son. Tapi ayah lebih memilih maju demi menjaga mu dari jauh. Ayah mengirimkan orang kepercayaan ayah demi menjaga mu. Jika kamu tau, banyak orang diluar sana yang menginginkan kematian mu son. Untungnya dengan usaha ayah, dengan orang kepercayaan ayah dan karena ijin Tuhan, ayah bisa menggagalkan rencana mereka. Banyak nyawa melayang di luar sana yang ayah bunuh demi melindungi mu son." Lirihnya pelan. Tubuh bersimpuh. Kedua tangannya bergerak megenggam salah satu tangan Elden yang bebas tanpa alat. "Ayah sayang kamu son. Ayah benar-benar menyayangi kamu son. Cepat sadar lah. Ayah merindukan mu. Ayah tidak ingin kehilangan putra kesayangan Ayah. Ayo kita perbaiki hubungan kita. Ayah akan mendukung keputusan mu. Apapun keputusan mu jika itu baik untuk mu, ayah akan menyetujuinya son. Jadi kembali lah." Penyesalan datang bertubi-tubi. Dulu Chayden terlalu sibuk bekerja hingga lupa akan tumbuh kembang putranya. Namun untuk sekarang Chayden tidak ingin mengulang kejadian yang sama. Chayden ingin bersama Elden. Hanya Elden yang ia miliki di dunia ini.


"Dobrak pintunya cepat!" Titah Justin ke anak buahnya. Sedangkan Rafael dan yang lainnya tengah mengejar Bram. Bram berhasil meloloskan diri.


"Siap Tuan!" Sesuai yang diperintahkan oleh Justin, mereka langsung mendobrak pintu kayu itu dengan kuat. Namun usahanya tidak kunjung mendapat hasil.


"Kita hancurkan dengan ini." Salah satu di antara mereka membawa sebuah alat dari besi.


Lalu, saat hitungan ke tiga, mereka langsung melakukannya lagi dan lagi. Dan tepat saat hitungan ke tiga, pintu berhasil terbuka.


Brak..

__ADS_1


Suara pintu yang dibuka secara paksa terdengar. Mereka semua langsung melangkah masuk. Begitupun juga dengan Justin yang masuk paling akhir.


"Tu--an.." Mereka merinding ketika melihat kondisi putri dari Bos mereka. Lexa terlihat begitu mengenaskan dengan keadaan yang acak-acakan.


Mendengar suara dari anak buahnya membuat Justin melangkah maju. Tepat berdiri di depan ranjang, Tubuh Justin seketika langsung mematung. "Le--xa."


Disana, di tengah ranjang, tubuh putrinya meringkuk di atas ranjang. Rambutnya terlihat berantakan dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Tanpa Justin dikasih tau, Justin sudah tau jika dibalik selimut itu, putrinya pasti tidak mengenakan apapun.


Setelah itu Justin langsung bergegas ke sisi ranjang. Disentuhnya kening putrinya yang terasa panas. "Cepat siapkan mobil!" Titah Justin tegas.


"Baik tuan!"


Kemudian mereka langsung segera turun ke bawah. Sementara Justin menggendong Lexa. Di dekap-nya tubuh mungil itu dengan hangat. "Tenang sayang. Kita akan pulang." Ujar Justin membisiki Lexa..


Merasakan sebuah bisikan yang terdengar familiar membuat Lexa mengigau tidak jelas. Wajahnya ia telungkup kan di dada bidang milik Ayahnya. "Hiks!" Isakan tangis terdengar. "Elden." Lirihnya pelan. Kedua bola matanya terpejam.


Mendengar Isakan lirih itu membuat Justin gelap mata. Hatinya terasa teriris melihat kondisi putrinya yang seperti ini. Rasa penyesalan datang menghampirinya. Jika boleh memilih dan tau jika akan terjadi seperti ini, Justin akan lebih memilih Elden daripada Bram. "Elden baik-baik saja sayang. Kamu juga harus kuat." Ujar Justin sambil berjalan keluar kamar.


"Baik tuan." Jawab anak buah Justin.


Beberapa dari mereka tinggal di Rumah mewah milik Bram untuk menjalankan tugasnya. Sedangkan sisa nya lagi, ikut Justin untuk menuju rumah sakit.


"Cepat ke rumah sakit." Sambil duduk di bangku penumpang, Justin memangku putrinya.


"Bertahan lah Lexa. Kita akan ke rumah sakit." Pelukannya semakin mengerat. Tubuh Lexa di bungkus dengan menggunakan selimut dan jaket yang ia bawa. Dikecupnya beberapa kali kening putrinya. "Maaf kan Ayah." Bisik Justin berulang kali. "Maafkan ayah." Hatinya hancur melihat kondisi putrinya. Selama ini Justin menjaga dan melindungi Putrinya bagaikan berlian. Tapi naas, hanya karena keegoisan nya, Justin kecolongan. "Maafkan ayah Lexa. Maafkan ayah tidak bisa menjaga mu dari laki-laki brengsek itu."


***

__ADS_1


- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰


- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@penulisfullandari


@nickalbertreal


@raraagathareal


@darrenkendrickreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊

__ADS_1


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain Psycopath Vs Cewek Galak dan menambah teman disana 😊


__ADS_2