Putri Yang Ditukar

Putri Yang Ditukar
kartu As (2)


__ADS_3

Happy reading ....


*


Flashback on


Hari saat Ghaisan menerima chat dari Raka yang berisi:


Gas, gue ada info. Kata teman gue, si Angel udah punya cowok. Teman sekelasnya, dan mereka pada mau ke Bali. Katanya dia mau rekam video s*ur mereka buat gue. Lo tenang aja, gue udah oke-in. Siapa tahu ini bakal jadi kartu As kita buat ngebatalin rencana pertunangan kalian.


Rupanya, teman Raka merasa kasian karena sahabat Ghaisan itu pernah ditolak Angel. Ia berisisiatif merekam gaya pacaran Angel selama ini dan memberikannya pada Raka. Mungkin pikirnya, video itu bisa digunakan Raka untuk membalas sakit hati atas penolakan Angel. Siapa sangka, video itu justru bermanfaat bagi Ghaisan.


Benar saja. Selama tiga malam Angel dan teman-temannya di Bali, setiap hari Raka mendapatkan kiriman video dari temannya itu. Antara jijik sekaligus bersyukur saat Raka melihat video tersebut. Ia bersyukur, dirinya dulu ditolak Angel, dan Raka tentu tidak rela jika Ghaisan terjebak dengan perempuan seperti itu.


Raka menyimpan video itu hanya untuk menyelamatkan Ghaisan. Ia sendiri tidak berniat membalas penolakan Angel saat itu.


Flashback off


Angel kembali menatap ponselnya dengan hati yang gusar. Ia membaca pesan Ghaisan yang mengatakan :


Batalkan pertunangan ini, atau gue sebar video ini sekarang juga. Kalau lo berani macam-macam, gue bisa putar video ini di sini. Tv gue lumayan gede kan buat ditonton semua orang?


Keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulit Angel. Tangannya gemetar saat melihat tv 65 inch yang berada di ruangan itu. Angel menoleh lagi pada Ghaisan yang terlihat santai sambil sesekali tersenyum menanggapi kelakaran pembawa acara di depan. Tapi senyum manis itu kini terlihat mengerikan bagi Angel yang gusar.


"Kenapa lo, Ngel? Kok pucat gitu, lo sakit?" tanya kerabat Angel yang kebetulan menoleh padanya.


"Iya, Sayang. Kamu kenapa?" tanya Reni.


"Mm-ma-ma. Maaf, Angel nggak bisa melanjutkan pertunangan ini. Angel ...."


"Kok begitu sih, Sayang? Kan kamu sendiri yang minta," sesal Reni bingung.


"Kenapa Angel? Ada apa?" tanya Rika sambil menghampiri.

__ADS_1


Angel tiba-tiba terisak dan berkata, "Angel nggak akan kuat menerima bully-an di medsos, Tante. Teman-teman Angel juga banyak yang protes. Karena selama ini, mereka tahunya pacar Kak Agas itu Annisa."


"Tapi sayang, sampai kapan pun tante nggak akan menerima Annisa. Tante lebih baik mati dari pada harus melihat Agas bersama dia," ujar Rika.


"Ma!" seru Ghaisan. Rika menoleh dan menatap tajam pada Ghaisan. Terlihat jelas rasa geram dari raut wajah ibunda Ghaisan tersebut.


"Pertunangan akan tetap dilaksanakan," tegas Rika yang masih menatap lurus pada Ghaisan.


Angel harusnya senang. Tapi kali ini ia benar-benar gemetar saat Ghaisan mulai mendekati televisi.


"Angel nggak mau, Tante. A-Angel juga udah punya pacar," aku Angel gugup sambil menoleh pada Ghaisan yang menghentikan gerakan tangannya.


"Kamu ini apa-apaan sih?" tanya Reni kesal.


"Pacar Angel mengancam bunuh diri kalau Angel melanjutkan pertunangan ini. Maaf, Ma. Angel nggak bisa." Dustanya.


Angel berlari meninggalkan ruang keluarga dan menyambar kunci mobil yang tergeletak di salah satu meja.


"Kami minta maaf, Jeng Rika. Saya akan membujuk Angel-."


Belum sempat Reni menyelesaikan ucapannya, di luar terdengar mesin mobil yang dinyalakan dan berlalu begitu saja. Angel bahkan tidak menghiraukan kerabatnya yang berusaha mencegahnya pergi.


Darma meminta keponakannya yang membawa motor menyusul Angel. Pada Rika, Darma berucap, "Mungkin, ini yang disebut belum jodoh. Kami sekeluarga meminta maaf, Bu Rika. Terima kasih atas jamuan malam ini. Sekali lagi, saya selaku ayah Angel meminta maaf yang sebesar-besarnya."


"Semoga kejadian ini tidak memutus silaturahmi kita ya, Pak," ujar Rida mewakili sang kakak.


Darma mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia lalu meminta kerabatnya untuk berpamitan. Ghaisan dan Raydita mengantar para tamu sampai ke depan rumah. Sementara Rida menemani Rika yang terlihat sangat kecewa dengan apa yang terjadi barusan.


Gerbang yang ditutup security menandakan para tamu itu sudah pulang semuanya. Ghaisan dan Raydita saling menoleh. Mereka lakukan tos, lalu mengacungkan ibu jari.


"Berhasil dengan sempurna," ujar Raydita senang.


Ghaisan terlihat lega. Setelah tadi ia sempat merasa usahanya akan sia-sia. Sebenarnya, isi pesan chat Ghaisan pada Angel hanyalah gertakan. Ia tidak mungkin memutar ataupun menyebar luaskan video itu.

__ADS_1


Jangankan menyebar luaskannya, Ghaisan bahkan meminta Raka menghapus video itu dari ponsel sahabatnya tersebut.


"Lo nginep di sini, kan?" tanya Ghaisan sambil mulai berjalan menuju teras.


"He-em. Gue juga pengen lihat dong, video apaan sih yang Kak Agas bilang kartu As-nya Angel. Gue lihat lho tadi, dia pucat kaya syok banget gitu," ujar Raydita.


"Nggak usah. Masih bocil nggak boleh lihat," kilah Ghaisan.


"Yee licik. Tadi bilangnya kalau berhasil mau dikasih lihat," protes Raydita.


"Ini area dewasa, Dita. Kamu yang masih sekolah plus jomlo, dilarang melihat. Bisa gawat," seloroh Ghaisan.


"Kok gawat sih? Mmm video hot ya, Kak?" selidik Raydita dengan suara pelan.


"Mau tahu aja," delik Ghaisan.


"Iih Kak Agas gitu. Nisa!" pekiknya sambil melambaikan tangan.


Tanpa sadar Ghaisan spontan menoleh. Dan dengan gerakan cepat, Raydita menyambar ponsel Ghaisan dari genggaman tangan. Raydita pun berjalan cepat menjauhi Ghaisan.


"Yee! Berhasil. Dita gitu lho." Ujarnya bangga.


"Kembalikan, Dit. Jangan buka-buka!"


"Yes, nggak dikunci," gumam Raydita.


Ghaisan berdiri di tempatnya sambil bertolak pinggang. Ditatapnya Raydita yang sedang membuka pesan pada ponselnya.


Kening Raydita nampak berkerut. Kemudian kedua maniknya terbelalak. Saat terdengar suara wanita mendes*h, refleks Raydita melempar ponsel itu pada pemiliknya.


"Hii, Kak Agas. Geli ih," ucap Raydita sambil bergidik, kemudian berlalu meninggakan Ghaisan yang terkekeh pelan.


_bersambung_

__ADS_1


__ADS_2