Putri Yang Ditukar

Putri Yang Ditukar
balap liar - part 2


__ADS_3

Happy reading ....


Bila malam-malam lain, mungkin saat ini akan sangat hening. Namun malam Minggu, sudah tidak asing lagi bagi warga sekitar mendengar kebisingan di area jalan RH. Kerumunan anak muda itu terdengar riuh. Tidak hanya lelaki tapi beberapa perempuan muda juga ada di sana.


Kedatangan Rayhan dan dua sahabatnya cukup menarik perhatian mereka. Bagi kaum hawa, pesona mereka tentu yang utama. Namun bagi yang lain, motor ketiganya menjadi incaran tersendiri.


Rayhan dan kedua sahabatnya berusaha bersikap wajar, menutupi rasa gugup mereka. Betapa tidak, beberapa pria nampak lebih besar usianya dari mereka.


Tampilannya juga lumayan sangar. Bertato dengan tindikan dimana-mana.


Rayhan, Raka, dan Ghaisan memang terkenal badboy. Namun itu versi anak sekolah. Di luar, mereka sangat awam tentang pergaulan seperti yang dilihat saat ini.


Tak hanya kepulan asap rokok, beberapa juga ada yang menenggak minuman beralkohol. Jangan ditanya kenapa, karena mereka akan berkilah untuk menghangatkan tubuh dalam dinginnya udara.


"Ka, datang juga Lo," sapa Atta yang menghampiri dengan gerakan salam ala anak muda.


"Datang dong, siapa takut?" Sahutnya, dengan seringaian di wajah.


"Oke. Kenalin nih, Bang Jo."


Seorang pria dengan tato di sekitar lehernya menyapa Raka juga Rayhan dan Ghaisan. Tatapan pria itu langsung tertuju pada motor Ghaisan yang memang terbilang limited edition.


"Hebat juga Lo. Mangsa empuk nih." Bisiknya pada Atta.


Tak lama beberapa pria datang juga ke tempat itu. Motor mereka tak kalah bising, karena sudah dimodifikasi sesuai keinginan.


"Sial. Kenapa ada dia?" Umpat Bang Jo pelan sambil membuang muka.


"Bang Juna, udah lama nggak ke sini." Atta menyapa pria bernama Juna yang sepertinya ketua dari iringan motor yang baru datang itu.


Juna hanya menyeringai dan mendelik pada Rayhan Cs yang sedang mematik rokok. Pria itu turun dari motornya dan langsung disambut oleh kebanyakan pria di sana.


"Jangan bilang Lo yang ajak dia ke sini," desis Bang Jo pada Atta.


"Enggak, Bang. Sumpah. Gue nggak tahu apa-apa," sahut Atta pelan sambil menggeleng cepat.


"Siapa lawan siapa nih yang mau mulai duluan?" tanya Juna sambil menerima rokok yang sudah disulut oleh seorang temannya.


"Ada anak baru nih, Bang. Gimana kalau kita minta mereka unjuk gigi?" saran Atta.


"Siapa, mereka?" Juna menatap sinis pada Rayhan Cs.


"Boleh juga motor kalian," imbuh Juna.


"Gue mau tantang salah satu dari mereka, Bang," ujar Bang Jo.

__ADS_1


"Yakin, mau lawan anak baru? Apa nggak jatuh harga diri Lo?" tanya Juna.


"Kita emang baru, Bang. Tapi bukan berarti bisa di pandang sebelah mata. Lo mau apa, motor gue? Boleh, itu juga kalau Lo bisa ngalahin gue," ujar Rayhan dengan gaya angkuhnya dan tentu saja membuat pria bernama Bang Jo itu tersenyum mengejek.


"Boleh juga nyali Lo."


"Kalau Lo kalah, teman gue dapat apa, heh?" tanya Raka.


"Gue kasih motor gue," sahut Bang Jo.


"Motor yang mana? Yang itu? Haha." Raka dan kedua sahabatnya tertawa mengejek melihat motor modifikasian yang tentu saja menurut mereka tak sebanding dengan motor mereka.


"Heh, gue kasih plus. Nih cewek gue. Santai aja, masih tersegel. Baru aja tadi gue jadian sama dia," imbuh Bang Jo yang terlihat mulai kesal.


Raka Cs semakin tergelak melihat style remaja perempuan yang berdiri di samping Bang Jo seolah sedang berbangga diri. Tentu jauh bila dibandingkan dengan teman-teman perempuan di sekolah mereka yang notabene anak orang berada.


"Sorry, dia bukan selera temen gue," ujar Raka disela tawanya. Bang Jo semakin kesal, dan Juna hanya menyeringai. Beberapa dari mereka mulai menatap tak suka pada Raka dan dua sahabatnya.


"Oke. Kita lihat aja nanti. Lo nangis darah pun gue nggak akan kasih balik tu motor," ujar Bang Jo.


"Mimpi aja Lo sana. Tidur," sahut Rayhan.


Raka dan Ghaisan mundur ke sisi lain. Sementara Rayhan sudah bersiap di garis start bersama Bang Jo yang sudah menyalakan mesin motornya yang sangat bising itu.


"Gas, gue agak khawatir sama si Ray."


"Gue juga. Kita siap-siap aja, Ka. Kalau ada apa-apa, kita bawa si Ray cabut."


"Oke."


Seorang wanita membawa bendera start berlenggok mengitari dua pemotor yang akan balapan. Senyum menggoda menyapa, namun terlihat menjijikkan dimata Rayhan.


Posisi keduanya sudah siap untuk melesat. Saat hitungan mundur diserukan, keduanya mulai fokus menatap trek lurus yang akan membawa mereka ke garis finish.


"Tiga! Dua! Satu!"


Seketika kedua motor itu melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. Namun kemudian dikejauhan terdengar sirine polisi yang mulai membuat semuanya terlihat panik. Tak terkecuali Raka dan Ghaisan.


Saat sirine terdengar semakin kencang, keduanya sudah melaju menyusul Rayhan.


"Ray, ada polisi. Belok!" seru Ghaisan.


Rayhan langsung membelokkan motornya mengikuti kedua sahabatnya. Suasana di sana sangat ricuh. Karena rupanya mereka kalah cepat dari tim partoli.


Bang Jo bahkan sampai terjatuh dari motornya karena terlalu tajam saat menikung. Rasa takut mereka membuat mereka melajukan motor tanpa tujuan yang pasti. Belum lagi teriakan polisi, di tambah suara tembakan peringatan yang sontak membuat mereka kalang kabut.

__ADS_1


Rayhan Cs melaju meninggalkan tempat itu. Beberapa motor polisi mengejar mereka, dan membuat ketiganya menambah kecepatan.


Tak lama, beberapa motor terlihat mulai memepet satu persatu dari mereka. Pemotor itu memaksa ketiganya mencari jalan lain menghindari polisi dan mau tak mau mengikuti.


"Sial! Mereka ini siapa sih?" Umpat Ghaisan.


Di jalanan yang cukup sepi, sebuah mobil mencoba menghentikan Rayhan dan meminta menepi. Namun tak digubris oleh putra Adisurya itu. Hingga akhirnya, sebuah motor yang tiba-tiba mendahului menghadang dan memaksa ketiganya pun berhenti. Dengan emosi, Rayhan berteriak, "Gila Lo ya. Cari mati, hah?"


Para pemotor yang berboncengan itu turun dari motornya. Mereka mendekati Rayhan dan kedua sahabatnya.


"Tunggu dulu, Bang. Kalian mau apa?" tanya Raka yang menepis tangan salah satu dari mereka.


Tak hanya Raka, Rayhan dan Ghaisan pun melakukan hal yang sama.


"Aah, nyusahin banget sih. Keburu ada polisi," geram pria yang menghadang tadi sambil turun dari motornya.


Pria itu mendekati Ghaisan. Saat menoleh, satu semprotan di wajah berhasil melumpuhkan sahabat Rayhan itu.


"Agas!" pekik Rayhan.


"Bawa dia!" titah pria yang tadi menyemprot wajah Ghaisan dan ternyata itu adalah obat bius.


"Sial. Gas!" Rayhan mencoba berteriak saat mereka membawa Ghaisan ke dalam mobil.


Berselang satu menit, Raka pun berhasil di bawa mereka ke dalam mobil.


"Lepas! Dasar brengs*k! Kalian mau apa, heh?" geram Rayhan sambil berusaha meronta saat dipaksa turun dari motornya.


"Ini bocah rese banget."


Juna? batin Rayhan yang sekilas melihat wajah pria yang membuka kaca helm. Belum sempat Rayhan membuka mulut hendak mengumpat, satu semprotan di wajahnya berhasil membuat putra Adisurya itu tak berdaya.


"Dasar bocah. Bukannya tidur, malah keluyuran." Gerutunya.


"Bro, Lo pakai motor gue. Kalian berdua, bawa motor itu. Gue mau coba motor mahal ini. Lumayan juga." Imbuhnya sambil mengamati motor Rayhan.


"Bang, cabut sekarang! Polisi udah beres. Sebentar lagi lewat!" seru pemotor yang melewati mereka.


"Oke. Ayo, jalan!"


Para pemotor dan mobil yang membawa Rayhan Cs melaju meninggalkan tempat itu.


_bersambung_


Menurut kalian, siapakah Juna? Lawan atau kawan?

__ADS_1


__ADS_2