Putri Yang Ditukar

Putri Yang Ditukar
perkenalan


__ADS_3

Happy reading ....


"Hai! Nggak nyangka ketemu kamu di sini." Ujarnya.


"Iya, sama. Aku juga nggak nyangka," sahut Annisa kikuk.


"Eh, ada Bu Haji. Ahlan wa sahlan, namaku Yuda. Nama kamu siapa?" Yuda menyapa Isti dengan kelakarannya.


Isti menatap aneh pada Yuda yang menyebutnya 'Bu Haji' karena jilbab yang dikenakan dirinya. Belum sempat ia menjawab, guru kelas mereka sudah tiba.


"Ssstt, Nisa." Panggilnya pelan.


"Apa?" tanya Nisa tak kalah pelannya.


"Dia siapa?"


"Siapa?"


"Itu," tunjuk Yuda dengan bibirnya.


"Ini? Isti," sahut Nisa.


"Ooh," ujar Yuda tak bersuara, hanya bibirnya yang membentuk lingkaran.


Di depan kelas, guru kelas mereka mulai menyapa. Memperkenalkan dirinya yang akan menjadi wali kelas di kelas itu.


Miss Larasati, biasa dipanggil Miss Lara. Wanita muda yang terlihat elegan dan berwibawa dengan kaca mata yang dikenakannya. Setelah memperkenalkan diri, Miss Lara pun mulai menyebutkan nama siswa kelas itu satu persatu secara acak.


"Amel Alamsyah! Silahkan berdiri, dan perkenalkan diri."


Amel berdiri, menyapa teman barunya sambil melambaikan tangan.


"Hai, namaku Amel Alamsyah. Kalian bisa memanggilku Amel atau Mela."


Para siswa memperhatikan dengan seksama. Nisa melihat perbedaan yang cukup kentara dari siswa di kelasnya. Sangat berbeda dengan situasi di kelasnya saat di desa.


Tidak ada yang melempar candaan untuk sekedar menggoda. Mereka terlihat serius dengan tatapan yang datar. Kecuali Yuda, siswa itu menatap sambil cengengesan.


Setelah beberapa siswa memperkenalkan diri, kening Miss Lara terlihat berkerut kemudian bertanya, "Annisa Putri Adisurya dengan Raydita Adisurya, kalian bersaudara? Atau kembar? Coba kalian berdua berdiri."


Miss Lara membetulkan kaca mata. Menatap heran pada dua siswi yang berdiri dengan posisi berjauhan itu.


"Kalian tidak kembar," gumam Miss Lara.

__ADS_1


"Apa hanya kebetulan saja nama belakang kalian sama?"


"Kebetulan, Miss. Nggak mungkin kan kalau saya sama dia bersaudara," sahut Raydita sambil mendelik.


Mendengar hal tersebut, Annisa hanya mengangguk pelan mengiyakan. Ia cukup tahu diri untuk tidak mempermalukan Raydita di depan teman-temannya.


"Oke, kalau begitu. Saya kira kalian bersaudara. Tapi nggak mirip juga sih. Silahkan perkenalkan diri, mau siapa dulu?"


Raydita mengangkat tangannya.


"Silahkan. Kamu, Raydita apa Annisa?" tanya Miss Lara sambil melihat absensi siswa di kelasnya.


"Saya Raydita Adisurya, Miss."


"Oke, silahkan."


Raydita mulai memperkenalkan diri, setelahnya baru Annisa. Tidak ada yang berekspresi selain Yuda yang memberinya tepuk tangan setelah perkenalan Annisa.


"Yuda Pratama, silahkan perkenalkan diri."


"Hai, semua! Miss Lara, salam kenal. Namaku Yuda, hobiku kemping. Kalau mau nomer ponselku boleh tanya langsung aja. Oh ya, aku juga buka lowongan, siapa tahu ada yang sama belum punya pacar, hehe."


"Huuuuu ...."


"Siapa juga yang mau jadi pacar cowok gaje kaya Lo," celetuk Tasya dan diamini tawa oleh Amel dan Dita.


"Sudah, sudah. Sudah belum perkenalannya Yuda?"


"Sudah, Miss. Pendaftaran menyusul aja."


"Pendaftaran?"


"Siapa tahu ada yang mau daftar jadi pacar saya," ujar Yuda percaya diri.


Lagi-lagi anak-anak di kelas itu menanggapinya dengan olokan, namun Yuda dengan santai menanggapinya.


"Ada juga ya yang begitu. Pe-de akut, gantengan juga Kak Ray. Iya kan Mel?" ujar Tasya.


"Penghinaan Lo. Masa Kak Ray dibandingin sama cowok gaje itu," sahut Amel.


""Hmm, gantengan juga Kak Agas," timpal Dita.


"Ciee, masih jadi fans-nya Kak Agas nih? Kirain udah pindah ke Kak Raka," goda Tasya.

__ADS_1


"Nggak lah, Kak Agas yang paling keren."


"Kalau kata kita sih, Kak Ray."


"Iya lah, awas aja kalau berani naksir Kak Agas," delik Raydita.


Miss Lara meminta perhatian para siswanya. Hari ini tidak ada pelajaran. Mereka akan membahas jadwal pelajaran dan juga pemilihan ketua kelas.


Sementara itu di kelas Rayhan, anak-anak tergelak senang. Pasalnya, tidak ada pelajaran dan mereka bebas mengobrol di kelas.


Untuk para siswi di kelas itu, suatu keberuntungan bisa satu kelas dengan tiga idola di sekolah mereka. Karena siapa yang tidak mengenal Rayhan dan dua temannya. Tiga siswa paling cool versi siswi sekolah itu.


Ada yang kedapatan mengagumi secara terang-terangan, namun banyak juga yang secara diam-diam. Jika dua temannya tidak diketahui pengagum berat mereka, lain halnya dengan Rayhan.


Putra Adisurya itu, memiliki seorang pengagum yang mengaku sebagai pacarnya. Viola namanya. Siswi cantik teman sekelas Rayhan ketika di kelas dua.


"Ray, cewek Lo tuh," tunjuk Raka dengan gerakan bibirnya.


"Apaan sih? Dia bukan cewek gue kok," delik Rayhan. Ghaisan dan Raka hanya tersenyum mencibir sahabatnya.


"Hai, Ray. Sayang ya kita nggak satu kelas. Aku mau protes, minta satu kelas sama kamu lagi."


"Jangan aneh-aneh deh. Nggak bosan apa satu kelas mulu?"


"Enggak. Malahan itu yang aku mau. Biar nggak ada yang berani godain kamu," delik Viola pada beberapa siswi yang kebetulan sedang menatap mereka.


"Vio, ada kita berdua di sini. Sapa napa?"


"Eh iya, ada Raka, ada Ghaisan juga. Hehe, sorry. Yang kelihatan cuma Rayhan," ujar Viola datar.


"Busyet, dia kira kita jinnie kali Gas. Masa nggak kelihatan," sahut Raka.


"Emang iya, nggak kelihatan. By the way, si gunung es udah mencair belum? Banyak anak baru tuh, kali aja ada yang nyangkut. Kalian berdua nggak nyari mangsa gitu?"


Gunung es yang Viola maksud adalah Ghaisan. Sahabat Rayhan itu terkenal dingin dan tanpa ekspresi. Banyak siswi yang mengaguminya. Apalagi Ghaisan juga berprestasi dalam bidang olahraga dan akademik.


Begitu juga dengan Raka. Tak sedikit yang mengaguminya. Jika Ghaisan terkenal karena sikap dinginnya, maka Raka terkenal dengan PHP-an nya. Sahabat Rayhan yang satu itu suka sekali tebar pesona dan menggoda, namun tak satu pun yang dijadikan pacarnya.


"Santai aja. Nggak usah dicari juga mangsa dengan sendirinya menghampiri. Ya nggak, Ray?"


"Enak aja. Nggak usah ngajak-ngajak Rayhan ya. Sana, kalian berdua aja. Dia cuma punya Viola." Akunya.


"Mampus Lo, Ray. Diiket tuh sama si Vio," kelakar Raka.

__ADS_1


"Kambing kali ah diikat," sahut Rayhan ketus.


_bersambung_


__ADS_2