
Angga dan silvi pun menoleh,ke arah pintu.
mereka melihat,kalaw itu Seli dan seketaris nya.
Seli tersenyum,ia mendapatkan sebuah ide,untuk menjatuh kan Silvi.
" ngga,kamu tega ya .. ?? " ( Seli ) sambil mengeluar kan air mata buaya nya.
Angga dan silvi mengkerut kan kening nya,karena mereka bingung dengan ucapan Silvi.
" kamu mutusin aku,karena cewe murahan ini ngga .. ?? " ( Seli ) ia berjalan menuju ke arah Angga dan silvi.
posisi Silvi masih duduk di pangkuan Angga,karena Angga tidak memperboleh kan istri nya untuk bangun dari pangkuan nya,walaupun dari tadi Silvi berusaha untuk bangkit dari pangkuan suami nya,tapi apadaya tenaga Angga,lebih besar,dari diri nya.
" kamu cewe murahan, yg ga tau diri,ngapain kamu duduk di pangkuan Angga .. ?? " ( Seli ) sambil tangan nya,ingin menjambak kerudung Silvi,tapi amat di sayang,Angga ke buru menepis nya,Angga pun menduduk kan Silvi di meja,lalu ia berdiri.
Angga menatap tajam Seli,ia melihat sebagian karyawan berkumpul di luar ruang Ngan,kebetulan pintu ruangan Angga tidak tertutup.
" ga nyangka ya,si Silvi kelihatan nya aja so alim,padahal penghancur hubungan orang .. ?? " ( karyawan 1 )
" iya ga nyangka banget,makan nya jangan di lihat dari penampilan nya,ia memakai hijab kedok,buat nutupi jati diri nya . " ( karyawan 2 )
Angga yg mendengar ucapan karyawan nya,merasa marah ia menatap sinis ke arah karyawan tersebut,Anita yg mendengar diri nya di hina,hati nya sakit,tiba tiba air mata nya lolos begitu aja.
sedang kan karyawan satu,ia menyenggol bahu teman nya.
" ada apa sih .. ?? " ( karyawan 2 ) ia belum menyadari kalaw Angga menatap diri nya,dan juga teman nya.
" itu liat .. ?? " ( karyawan 1 ) ucap nya lirih,dan mata nya menunjuk kan ke arah Angga.
karyawan dua pun menoleh ke arah,yg di tunjuk kan teman nya,nyali nya pun menciut,ia langsung menunduk kan wajah nya,sama dengan karyawan satu.
sedang kan Seli merasa senang,karena rencana nya hampir berhasil.
" buka aja kerudung Lo,perempuan murahan .. ?? " ( Seli ) ia kembali meraih hijab Silvi,tapi lagi lagi usaha nya gagal,karena Angga berusaha menghalangi Seli.
" kamu ngga,kenapa kamu pasang badan buat wanita murahan ini .. ?? " ( Seli ) ia sedikit menaik kan nada bicara nya.
Silvi yg mendengar itu,ia pun mendongak kan wajah nya,ia pun turun dari meja,dan menggeser kursi.
" sayang mau kemana .. ?? " ( Angga ) ia memegang bahu Silvi.
" minggir mas .. ?? " ( Silvi )
" tapi sayang .. ?? " ( Angga )
__ADS_1
" saya bilang minggir mas .. ?? " ( Silvi ) dengan sedikit menaik kan nada bicara nya,tidak lupa dengan tatapan tajam nya.
Angga yg melihat itu,nyali nya menciut,ia pun menggeser kan badan nya,dan kini posisi Silvi berhadapan langsung dengan Seli.
Silvi yg sudah tidak kuat,ia pun melayang kan tamparan nya,ke pipi mulus Seli,saking kencang nya,Silvi menampar Seli.
Seli sampai tersungkur,Seli menetap tajam ke arah Silvi,ia pun bangkit,dan akan membalas tamparan Silvi,tapi amat di sayang,Silvi dengan cepat menepis nya.
" maaf sebelum nya,maksud anda apa ya,menghina diri saya .. ?? " ( Silvi ) nada bicara nya tinggi,dan tatapan nya tajam.
" saya tidak menghina,tapi itu kenyataan nya,kalaw kamu itu wanita murahan .. ?? " ( Seli ) sambil menunjuk wajah Silvi.
" saya tanya,kenyataan apa,sampai anda bilang saya wanita murahan,bisa di jelas kan .. ?? " ( Silvi ) sambil menunduk kan tubuh nya di kursi kebesaran Angga,dengan senyum man sinis nya.
" kamu masih belum menyadari,kalaw kamu itu wanita murahan.. ?? " ( Seli )
" saya tidak menyadari kalaw saya wanita murahan,karena itu bukan saya,makan nya,saya minta penjelasan dari kamu,kenapa kamu bilang saya wanita murahan .. ?? " ( Silvi ) dengan menopangkan kaki nya.
" kamu itu,menjual tubuh kamu kan ke angga,sehingga Angga lebih memilih kamu,terus kamu hamil,dan mengaku kalaw itu anak Angga,padahal anak yg ada di dalam perut kamu itu,anak dari laki laki lain .. ?? " ( Seli )
" agar Angga bertanggung jawab,dan menikahi kamu,terus kamu bisa menguasai harta nya Angga .. ?? " ( Seli ).
" otak kamu sangat picik Vi,picik sekali .. ?? " ( Seli ) dengan menampil kan senyuman meremeh kan.
" sudah bicara nya nona,apa masih ada lagi .. ??" ( Silvi )
" baik kalaw gitu,saya yg akan bicara,anda bilang kalaw saya,lagi hamil,dan mengaku anak yg ada dalam perut saya,itu adalah anak Angga .. ?? " ( Silvi ).
" gimana kalaw kita,tanya langsung aja kepada Angga nya .. ?? " ( Silvi ) sambil menatap Angga.
" mas,kamu yg jawab sejujur jujur nya .. ?? " ( Silvi ) sambil tersenyum.
" baik,saya akan bicara yg sejujurnya,di dalam perut nya Silvi ( sambil tangan nya mengelus elus perut Silvi ) di sini lah,ada anak saya,buah cinta saya .. ?? " ( Angga ) ia menoleh,dan menatap istri nya,tidak lupa ia memberi kecupan di kening Silvi.
Semua yg melihat perlakuan Angga,kepada Silvi merasa kaget,karena Angga belum pernah seperti itu,sifat nya cuek,dan dingin,apalagi para karyawan tau,kalau bos nya itu belum pernah,dekat dengan seorang wanita,terkecuali dengan Anita,dan juga Seli.
kalaw anita, mereka masih mengira Anita keponak kan nya,kalaw Seli mereka mengira pacar nya,karena Seli sering ke luar masuk kantor Angga.
" kamu pasti bohong kan ngga .. ?? " ( Seli )
" aku ga bohong,aku serius memang wajah aku menunjukan wajah bercanda ataw bohong. " ( Angga )
" kamu pasti si ancam kan,oleh wanita murahan ini .. ?? " ( Seli ) sambil menunjuk wajah Silvi.
" STOP .. ?? kamu menyebut istri saya,cewe murahan .. ?? " ( Angga ) dengan nada tinggi.
__ADS_1
semua yg berada di sana,lagi lagi di kaget kan dengan ucapan yg ke luar dari mulut Angga.
" ngga .. ?? " ( Seli ) air mata nya tak terbendung lagi,kini mengalir deras di pipi nya,karena baru pertama kali,Angga membentak nya.
" sekali lagi kamu bilang istri saya,wanita murahan,saya akan menuntut kamu,atas pencemaran nama baik. " ( Angga ) ucapan nya dengan tegas.
" saya tidak pernah main main dengan ucapan saya .. ?? " ( Angga )
" kamu tau kan,kalaw aku ini udah punya istri,bahkan sebelum saya mengenal dengan kamu,saya sudah menikah,kamu sudah tau itu kan,kenapa sekarang kamu,pura pura tidak tau,seolah olah,Silvi merebut saya dari kamu .. ?? " ( Angga )
" tapi kan dulu,kamu ga menganggap Silvi sebagay istri,hanya sebagay pembantu .. ?? " ( Seli )
" itu dulu,tapi tolong di ralat,saya tidak menganggap Silvi sebagai pembantu,tapi istri di atas kertas .. ?? " ( Angga )
" tapi itu dulu,sekarang Silvi,istri saya sesungguh nya,karena seiring nya berjalan waktu,saya mencintai nya .. ?? " ( Angga )
" satu lagi sel,apa pernah saya mengatakan cinta kepada kamu,dan menganggap kamu sebagay pacar,perasaan aku belum pernah mengatakan itu .. ?? " ( Angga )
" memang kamu belum pernah,mengatakan cinta,tapi kita sudah sama sama dewasa ngga,kamu selalu perhatian sama aku .. ?? " ( Seli ) sambil menatap Angga .
" apa semalam kamu,belum jelas,tentang penjelasan aku .. ?? " ( Angga )
Seli terdiam,ia tidak bisa menjawab.
" baik semua sudah Klir,saya harap jangan ada yg menggunjing istri saya,karena saya sudah menjelas kan,sejelas jelas nya. " ( angga )
" sekarang kalian bubar,kalian di sini saya gaji,bukan untuk berdiam diri,dan ingin tau urusan orang .. ?? " ( Angga ) menatap tajam ke seluruh karyawan nya,akhir nya semua karyawan bubar,dan kembali ke meja masing masing.
" dan untuk kamu sel,saya akan ambil saham saya di kator papah kamu,dan saya juga akan menempuh jalur hukum,atas pencemaran nama baik.. ?? " ( Angga )
" sekarang kamu keluar,dari ruangan saya .. ?? " ( Angga ) sambil menunjuk arah ke luar.
" ga bisa gitu dong ngga,aku ga terima .. ?? " ( Seli ) ia memegang lengan Angga,tapi Angga buru buru menepis nya.
" saya bilang kamu ke luar .. ?? " ( Angga ) dengan nada tinggi.
" saya ga akan ke luar,sebelum kamu mencabut ucapan kamu .. ?? " ( Seli )
" satpam .. satpam .. ?? " ( Angga )
tak berselang lama 2 satpam,ke ruang Ngan nya.
" ada yg bisa saya bantu tuan .. ?? " ( satpam )
" bawa wanita ini ke luar,jangan biar kan dia masuk ke kantor saya,beritahu satpam yg di bawah,kalaw dia memaksa sered saja dia .. ?? " ( Angga ) dengan wajah tegas nya.
__ADS_1
" baik tuan .. ?? " ( satpam ).
Seli pun di bawa oleh ke dua satpam tersebut,walaupun Seli memberontak dan mengucap kan sumpah sarapah yg keluar dari mulut nya, tapi ke dua satpam tersebut tetap menyeret Seli Sampai luar,mereka tidak peduli dengan ucapan Seli,karena mereka sedang melaksanakan tugas dengan baik,apalagi yg memerintah itu bos nya.