
tak berselang lama, mereka pun selesai, dengan acara makan malam nya.
mereka pun menuju ke ruang tengah, dengan tak tau malu nya, seli pun ikut, ke ruang tengah.
tanpa mempeduli kan seli, andra langsung bermain dengan sang anak, di atas karpet bulu nya.
seli membayang kan, kalau aldo ini anak nya, mungkin ia sangat bahagia, ia pun tersenyum.
sedang kan kiara, yg melihat seli senyum senyum, ia menggalang kan kepala nya, ia tau isi pikiran seli, pasti seli sesng membayang kan, kalau aldo itu anak nya.
" seli.. ?? " ( kiara)
tapi seli masih betah dengan lamunan nya,kiara pun kembali memanggil seli, berulang ulang, saking kesal nya, seli pun sedikit berteriak.
" SELI.. ?? " ( kiara)
bukan hanya seli yg menoleh, tapi andra dan juga aldo pun menoleh ke arah kiara.
" ada apa sayang, ko berteriak teriak gitu. " ( andra)
" iya nyonya ada apa ya, ko berteriak. " ( kiara)
" saya memanggil nama kamu, dari tadi, dari suara pelan , tapi kamu engga nyahut nyahut, makan nya saya berteriak. " ( kiara)
" maaf nyonya, saya engga mendengar. " ( seli)
" gimana, kamu mau mendengar, orang kamu lagi melamun. " ( kiara)
" maaf nyonya, saya melamun. " ( seli)
" emang kamu melamunin apa. " ( kiara)
" saya lagi melamunin, pingin mempunyai keluarga seperti nyonya dan tuan. " ( seli)
" oh.. ?? " ( kiara)
" tapi jangan berharap ya, kalau suami kamu itu suami kamu. " ( kiara)
skat mat, membuat seli terdiam.
sedang kan kiara hanya tersenyum sinis, melihat seli terdiam.
" kenapa kamu malah terdiam. " ( kiara).
__ADS_1
" engga apa apa nyonya, mana mungkin aku berharap kalau tuan bisa menjadi suami saya. "( seli)
" syukur kalau kamu sudah menyadari. " ( kiara)
padahal ucapan seli, engga sesuai dengan kenyataan nya, justru dia bertekad ingin mendapat kan andra, gimana pun cara nya.
kiara pun tau, kalau ucapan seli tidak sesuai dengan apa yg ia ucap kan, lain di mulut, lain pula di hati, entah lah insting kiara sangat kuat.
aldo pun sudah merengek, mungkin dia ngantuk.
" sayang, seperti nya aldo mengantuk. " ( andra) ia memberi kan aldo ke sang istri.
kiara pun mengambil alih sang anak.
" maaf sel, saya permisi, ke kamar mau menidur kan aldo. " ( kiara)
" oh iya silah kan nyonya. " ( seli) ia tersenyum senang, karena akhir nya ia bisa berduaan dengan andra.
kiara pun meninggal kan andra dan juga seli, kiara percaya kalau sang suami tidak akan macam macam, makan nya ia berani untuk meninggal kan suami nya dengan seli.
sedang kan andra kini beralih duduk di sofa, sambil memain kan handphone nya, karena ia ingin melihat email masuk, dan benar saja banyak email yg masuk.
ia sama sekali tidak mempeduli kan keberadaan seli, karena bagi nya seli engga penting.
" ada apa sel, kamu kenapa belum pulang. " ( andra) ia langsung tutup poin Saja.
" maaf tuan, saya bingung mau pulang nya. " ( seli)
" kenapa harus bingung. " ( andra) ia memicing kan mata nya.
" takut tuan, karena ini udah malam. " ( seli) ia berusaha menarik perhatian andra.
andra menghela napas nya, dengan kasar.
" terus kamu mau nya di antar. " ( andra)
seli langsung mendongak kan wajah nya, dan menatap andra dengan mata berbinar, saking senang nya .
" kalau engga merepot kan boleh tuan. " ( seli) dengan malu malu.
" iya udah ayo.. ?? " ( andra) ia pun bangkit dari sofa.
" be.. bener.. ran... tuan.. ?? " ( seli) ia berucap gugup, saking senang nya.
__ADS_1
" iya beneran, ayo cepetan ke buru malam. " ( andra) ia menatap ke arah seli.
" baik tuan, ..? " ( seli) ia bangkit dari sofa, dengan hati beebunga bunga.
seli pun mengekor, di belakang andra.
" apa gue bilang, engga akan ada yg menolak pesona gue, tadi dia cuek, karena ada istri nya, sekarang udah engga ada istri nya, dia sangat perhatian sama gue, rela nganterin gue , liat aja bentar lagi istri dan anak nya bakal di tendang, dan bertekuk lutut di hadapan gue, tinggal usaha lebih giat lagi, untuk mendekati kamu ndra. " ( seli) ia berbicara dalam hati, dan tidak lupa dengan senyuman nya, yg menghiasi wajah nya.
kini mereka sudah berada di depan.
" kamu masuk ke mobil putih itu. " ( andra) ia menunjuk kan mobil, yg sering di bawa untuk pergi belanja, oleh asisten rumah tangga nya.
" loh ko yang itu tuan. " ( seli) ia menatap heran, pasal nya mobil tersebut b aja, dan itu bukan mobil yg sering andra pake, padahal di garasi begitu bayak mobil yg terparkir, di garasi, sangat mewah mewah, walaupun engga pake mobil yg biasa andra pake, setidak nya pake mobil yg mewah.
ia sedikit protes karena memakai mobil, yg benar benar biasa saja.
" emang kenapa, kalau pake mobil ini. " ( andra) ia menunjuk kan mobil nya.
" engga gimana gimana, kan mobil tuan banyak, walaupun bukan mobil yg sering tua pake, setidak nya tuan mengajak saya pake mobil yg lain, kan banyak mobil yg mewah selain ini. " ( seli)
andra menggeleng geleng kan kepala nya, mendengar ucapan seli, benar benar ngelunjak.
" maaf itu mobil engga bisa sembarangan saya pakai, yg warna merah itu punya istri saya,terus yg satu lagi warna hitam itu punya anak saya, dan yg satu lagi, itu pemberian dari orang tua saya , untuk saya dan istri saya , jadi engga bisa sembarangan saya pake, kecuali saya, membawa istri, baru saya berani pake. " ( andra) dengan tegas.
seli yg mendengar ucapan andra, merasa kesal, begitu berharga istri nya, sampai mobil aja, andra engga bisa pake, kalau tidak bersama sang istri.
" jadi gimana kamu mau pulang , ini udah malam, saya mau istirahat, mau peluk istriku saya. " ( andra)
lagi lagi seli di buat kesal oleh andra, mendengar ucapan andra, membuat hati seli meradang, tapi bukan nya kapok, ia malah bertekad ingin mendapat kan andra.
" oh iya tuan, saya mau pulang. " ( seli)
di saat kaki andra melangkah, seli malah menarik lengan andra, sontak andea berhenti, dan menghempas tangan seli.
" jangan pernah sentuh saya. " ( andra) dengan tegas.
" ah.. ?? maaf tuan. " ( seli).
" saya cuman mau bilang, kalau di luar kantor, boleh kah saya memanggil mas. " ( seli )
" maaf panggilan maaf, hanya untuk istri saya. " ( andra) ia berucao dengan tegas, tanpa menatao ke arah seli, ia pun menuju mobil putih.
seli pun menghela napas nya, dan akhir nya ia pun memilih masuk ke dalam mobil, dan ia duduk di depan, sambil menunggu andra yg tidak masuk masuk.
__ADS_1