
" sayang udah yu,masuk hotel,panas banget . ?? " ( Anita ) sambil tangan nya mengipas ngipas,wajah nya sudah memerah seperti tomat .
" iya udah sayang ayo kita masuk ke kamar,nanti sore kita lihat ke sini lagi untuk melihat sunset . ?? " ( Hendra ) ia merangkul bahu istri nya.
" iya mas,tapi sebelum kita ke kamar, makan dulu ya . ?? " ( Anita ) sambil menatap suami nya.
" iya sayang,kita makan di kamar aja ya ...?? " ( Hendra )
Anita pun mengangguk kan kepala nya.
Hendra pun menoleh ke arah Doni dan Fitri.
" kalian masih mau di sini,ataw mau ke kamar .. ?? " ( hendra )
" seperti nya,kita mau jalan jalan aja hen .. ?? " ( Doni )
" iya kan sayang .. ?? " ( Doni ) ia mengalih kan tatapan nya,ke arah istri nya.
Fitri pun hanya mengangguk kan kepala nya saja,dan tersenyum.
" iya sudah kalau gitu,aku duluan ya .. ?? " ( Hendra )
" iya hen .. ?? " ( Doni )
Hendra dan Anita pun beranjak dan menuju ke hotel,sebelum masuk kamar mereka memesan dulu makan nan.
sedang kan Doni dan Fitri jalan jalan sekitar hotel.
Anita dan Hendra pun sudah sampai ke kamar nya,Anita langsung duduk di sofa,dan di ikuti oleh Hendra.
" sayang .. ?? " ( Hendra ) kepala nya ia rebah kan di bahu istri nya.
" apa mas .. ?? " ( Anita ) sambil tangan nya mengelus pipi suami nya.
" yang,kamu mau ga,punya anak lagi .. ?? " ( Hendra )
" mau mas,tapi untuk sekarang kita,tunda dulu ya,tunggu Dede Andra 2 tahun .. ?? " ( Anita )
" kenapa aku pingin menunda,karena Dede Andra masih kecil,dia masih membutuh kan perhatian kita mas,kasih sayang juga mas,makan nya aku mau pokus dulu ke Dede Andra .. ?? " ( Anita )
" aku ngikutin aja sayang,gimana baik nya,karena kamu yg hamil dan juga melahir kan .. ?? " ( hendra ) ia pun merebah kan kepala nya ke paha sang istri,dan menyelusup kan wajah nya ke perut sang istri,sambil mencium perut sang istri.
__ADS_1
" mas geli ah .. ?? " ( Anita ) sambil memukul lengan suami nya.
Hendra bukan nya,mendengar ucapan istri nya,tapi ia malah membuka baju sang istri.
di saat ia akan mengecup ke perut sang istri,bel berbunyi,mungkin itu pelayan yg mengantar makan nan.
" mas buka sana,mungkin itu pelayan yg membawa makan nan kita .. ?? " ( Anita ) sedikit menjauh kan perut nya dari wajah Hendra.
Hendra pun menghela napas nya,ia pun beranjak dari sofa,dan menuju pintu.
sedang kan Anita,menuju kamar mandi untuk membersih kan tubuh nya,dan ke betulan sudah mau waktu nya adzan Dzuhur.
Hendra pun membuka pintu,dan ia melihat yg mengantar adalah Sisil,Hendra acuh.
" taruh saja di meja ...?? " ( Hendra ) dengan nada judes.
Sisil pun menaruh makan nan,tersebut di meja,setelah selesai ia pun menatap hendra.
Hendra yg merasa di tatap memicing kan mata nya ke arah Sisil.
" kenapa kamu belum ke luar .. ?? " ( Hendra )
" ak .. aku .. ?? " ( Sisil ) ia mengucap agak gugup.
Sisil pun menghela napas nya.
" aku pingin bicara sama kamu hen .. ?? " ( Sisil ) akhir nya ia memberanikan diri untuk,berbicara.
" mau bicara apa .. ?? " ( Hendra )
" hen,apakah kita bisa rujuk kembali .. ?? " ( Sisil )
Hendra tersenyum sinis,dan menatap remeh ke arah Sisil.
" maksud kamu apa,pingin rujuk sama saya .. ?? " ( Hendra )
" aku masih cinta sama kamu hen,aku ga bisa hidup tanpa kamu,aku mau ko hen di jadi kan istri ke 2 kamu .. ?? " ( Sisil )
" tapi sayang nya aku ga mau sil,hanya Anita wanita yg aku cintai,hanya dia istri aku satu satu nya,jadi jangan pernah kamu mengganggu rumah tangga aku lagi,ingat itu sil,apalagi sekarang ada pelengkap cinta kita,ada sang buah hati,jadi jangan berharap aku bisa rujuk lagi dengan kamu,sampai di sini kamu paham,sekarang kamu ke luar .. ?? " ( Hendra ) dengan tegas.
" tapi hen .. ?? " ( Sisil ) dengan tatapan memohon.
__ADS_1
" ga ada tapi tapian sil,saya bilang keluar .. ?? " ( Hendra ) tatapan nya tajam,dan nada bicara nya pun sedikit meninggi.
membuat hati Sisil menciut,mau tidak mau Sisil pun ke luar,sebelum ke luar ia menoleh ke arah Hendra.
" aku akan berusaha,untuk merebut mu kembali hen,karena kamu hanya milik aku .. ?? " ( Sisil ) sambil berjalan menuju ke luar.
" gila .. ?? " ( Hendra ) ia menghela napas nya,rasa nya ia ingin menampar Sisil,tapi ia tak berani melakukan itu semua,karena Sisil perempuan,kalaw ia menyakiti perempuan sama aja ia dengan pengecut.
tak berselang lama Anita pun ke luar dari kamar mandi,dengan wajah segar,Hendra pun menoleh ke arah sang istri,kini hati nya kembali menghangat.
" mas ke air dulu,aku mau sholat duluan ya, .. ?? " ( Anita )
Hendra pun mengangguk dan masuk ke kamar mandi,sedang kan Anita memakai mukena nya,dan mulay beribadah.
di saat Hendra ke luar kamar mandi,Anita sudah selesai dengan solat nya,kita giliran Hendra yg solat,sedang kan Anita menuju lemari,untuk memakai baju nya,dan menyiap kan baju untuk suami ny,dan ia taruh di kasur.
Anita pun menoleh ke arah meja,di sana sudah banyak makan nan ,setelah beres dengan rutinitas nya,Hendra dan Anita pun duduk di sofa,dan mereka pun menyantap makan nan yang sudah tersedia,mereka makan dalam dia,hanya ada suara dentingan sendok dan garfu.
tak berselang lama,mereka pun sudah selesai,Hendra menghubungi pihak hotel untuk mengambil piring bekas nya,dan juga Anita.
hanya menunggu beberapa menit,bel pun berbunyi,dan Hendra membuka ny.
ternyata yg mengambil piring kotor nya,bukan Sisil tapi orang lain,Hendra pun bernapas lega.
Hendra pun mengambil dompet nya dan memberikan pelayan tersebut satu lembar uang berwarna merah.
setelah pelayan tersebut pergi,Hendra pun menuju istri nya yg sudah berbaring di kasur,ia melihat istri nya sudah menutup mata,ia pun ikut merebah kan tubuh nya di sisi sang istri,dan memeluk nya erat.
Doni dan Fitri sedang mencati makan nan yg Fitri mau,jauh jauh dari Jakarta,Fitri mengingin kan makan baso.
" saya emang ga mau makan yg lain selain baso ..?? " ( Doni )
" aku pingin nya itu sayang .. ?? ( Fitri )
" tuh kaya nya,di depan ada sayang .. ?? " ( Doni )
Fitri pun menoleh ke arah telunjuk suami nya,ia tersenyum,dan mata nya berbinar.
" iya udah sayang kita ke sana .. ?? " ( Doni ) sambil merangkul bahu sang istri.
mereka pun sampai di tukang baso tersebut,mencari tempat duduk,dan memesan baso yang mereka ingin kan.
__ADS_1
mereka hanya menunggu sebentar,setelah baso yg mereka pesan datang,mereka pun memakan nya.