
kini giandra sedang bersiap siap untuk pergi ke kantor, setelah pakaian nya rapi, bagas pun menuju ke bawah, untuk sarapan.
di saat ia sampai ke meja makan, di sana sudah ada sang mamah,dan papah.
" pagi mah, pah.. ?? " ( giandra)
" pagi juga sayang.. ?? " ( fitri)
" keliatan nya, kamu semangat sekali sayang.. ?? " ( fitri)
giandra hanya membalas dengan senyuman .
" ayo bilang sama mamah, mamah jadi penasaran.. ?? " ( fitri)
" nanti sore aku mau bertemu dengan Vina mah.. ?? " ( giandra)
" apa sayang, kamu serius.. ?? " ( fitri) ia menatap sang anak, dengan tatapan penasaran.
" iya aku serius mah, buat apa aku bohong.. ??" ( giandra)
" emang kamu mau apa, bertemu dengan Vina.. ?? " ( fitri)
" ku juga engga tau mah, karena Vina yg mengajak aku duluan untuk bertemu.. ?? " ( giandra)
" emang mau apa ya nak,dia bilang engga.. ?? " ( fitri) ia menampil kan wajah penasaran nya.
" engga sih mah, aku desek dia juga engga mau bilang mah.. ?? " ( giandra)
" dia cuman bilang, mau ada yg di omongin, penting.. ?? " ( giandra)
" cuman bilang gitu aja.. ?? " ( fitri)
" iya mah, cuman bilang gitu aja.. ?? " ( giandra)
" mau bilang apa ya nak, mamah jadi penasaran, padahal mamah nanti siang mau bertemu dengan tante silvi. ?? " ( fitri)
" aku juga engga tau mah, silvi mau bilang apa, tapi ko dia punya nomer aku ya.. ?? " ( giandra)
" mungkin dari tante silvi, kan tante silvi punya nmer kamu.. ?? " ( fitri)
" iya ya mah, mungkin dari tante silvi.. ?? " ( giandra)
" iya udah sekarang kita lanjut aja sarapan nya.. ?? " ( doni) ia menengahi ucapan sang istri dan sang anak .
mereka pun melanjut kan acara sarapan nya.
selang beberapa menit mereka pu selesai dengan acara sarapan nya.
doni dan giandra pun pamit untuk pergi ke kantor, sedang kan fitri kini menuju kamar nya untuk mengambil handphone nya, karena ia ingin mengabari sang sahabat.
sedang kan meja makan di beres kan oleh sang bibi.
setelah sampai ia mengambil handphone nya, dan mencari nama silvi, dan ia pun segera menghubungi sang sahabat, tidak menunggu lama, sambungan telpon nya pun tersambung.
" assalamu'alaikum.. ?? " ( silvi)
__ADS_1
" waalaikumsalam.. ?? " ( fitri)
" ada apa fit.. ?? " ( silvi)
" ini aku mau nanya vi.. ?? " ( fitri)
" mau nanya apa fit.. ?? " ( silvi)
" anak kamu, menghubungi anak aku untuk bertemu, kata nya ada yg mau di bicara kan, apa ya.. ?? " ( fitri)
silvi pun tersenyum, tapi ia engga mungkin, untuk membicara kan tujuan anak nya.
" vi, ko malah diam sih, bukan nya menjawab pertanyaan aku.. ?? " ( fitri) ia merasa kesal.
" aku juga engga tau fit, Vina ngajak giandra bertemu.. ?? " ( silvi)
" bener nih, kamu engga tau.. ?? " ( fitri)
" iya, bener engga tau.. ?? " ( silvi)
" yah, gagal dong cari informasi dari kamu.. ?? " ( fitri) ia menampil kan nada suara yg sedikit kecewa.
" emang mau kapan, mereka bertemu.. ?? " ( silvi)
" kata nya nanti sore.. ?? " ( fitri)
" iya udah kita tunggu aja, kabar dari anak kita. ?? " ( silvi)
" iya sih, tapi aku bener bener penasaran.. ?? " ( fitri)
" iya udah jangan penasaran, nanti siang kita jadi bertemu engga.. ?? " ( silvi) ia berusaha mengalih kan pembicaraan nya.
" iya juga ya, kalau gitu nanti aku hubungi anita deh.. ?? " ( silvi )
" ok, kalau begitu aku tutup ya, aku mau mengerjakan pekerjaan rumah aku dulu, setelah itu aku bersiap siap.. ?? " ( fitri).
" iya fit. ?? " ( silvi)
" iya udah, aku tutup ya telpon nya.. ?? " ( fitri)
" iya, assalamu'alaikum.. ?? " ( silvi)
" waalaikumsalam.. ?? " ( fitri)
sambungan telpon nya pun mati.
berbeda dengan giandra sepanjang perjalanan menuju ke ruang ngan nya, giandra memancar kan wajah ceria nya.
di saat ia sedang menunggu lip terbuka, ternyata di samping nya ada sang boa, atau bisa si bilang adik ipar nya.
andra pun menatap giandra, ia mengkerut kan kening nya.
"kamu kenapa gi.. ?? " ( andra) ia pun masuk lip, bersama dengan giandra.
" kenapa apa.. ?? " ( giandra)
__ADS_1
" dari tadi kamu senyum senyum begitu, jangan jangan kamu kesambet ya.. ?? " ( andra) ia bergidik ngeri.
" kesambet apa.. ?? " ( giandra)
" iya kali aja di jalan, kamu ke sambet .. ?? " ( andra)
" kamu mah ndra ada ada aja.. ?? " ( giandra)
" iya terus kamu kenapa senyum senyum begitu.. ?? " ( andra)
" aku lagi bahagia ndra.. ?? " ( giandra) mereka pun ke luar dari lip.
" bahagia karena apa,kan pasti ada alsebab nya..?? " ( andra)
" kamu tau, nanti sore Vina ingin bertemu dengan aku. ?? " ( giandra)
" kamu serius, gi.. ?? " ( andra)
ia pun masuk ke ruangan giandra, saking ia ingin mendengar cerita dari sang sahabat, yg sekaligus kaka ipar.
" iya lah aku serius. ?? " ( giandra) ia pun menaruh tas nya, di atas meja.
" emang mau apa, dia ngajak kamu bertemu. ?? " ( andra)
" aku juga engga tau ndra, ia bilang sih, ada yg mau di bicara kan.. ?? " ( giandra)
" serius, emang mau bicara apa ya, ko aku jadi kepo gini.. ?? " ( andra)
" aku juga engga tau, bahkan aku juga mendesak dia untuk ngasih bocoran sedikit aja, apa yg ia akan bahas, tapi dia sama sekali tidak memberitahu.. ?? " ( giandra)
" aku jadi penasaran gini ya.. ?? " ( andra)
" lo aja penasaran, apalagi aku yg merasa kan.. ?? " ( giandra)
" jangan lo yg penasaran, nyokap gue juga penasaran.. ?? " ( giandra)
" gila ya , ko bisa penasaran gini ya.. ?? "( andra)
" iya tumben banget, lo penasaran sama ke hidupan gue, biasa nya lo kan cuek, engga mau tau tentang kehidupan orang lain.. ?? " ( giandra)
" iya gue juga engga tau gimana, apa karena lo itu sahabat gue yg sudah lama jomblo, ya.. ?? " ( andra)
" ah, sialan lo, ngatain gue jomblo, emang lo engga.. ?? " ( giandra)
" iya engga lah, gue kan udah nikah, dan lagi proses untuk manjadi orang tua.. ?? " ( andra)
" iya, lo engga jomblo kan lo di jodohin, kalau engga di jodohin sama adik aku, lo masih jomblo abadi.. ?? " ( giandra) sambil tersenyum meledek.
" dasar lo ya, jangan kurang ajar ya, aku ini atasan kamu.. ?? " ( andra)
" iya kamu itu atasan aku, tapi asal kamu ingat kamu itu adik ipar aku.. ?? " ( giandra)
" iya udah ah, aku ke ruangan dulu.. ?? " ( andra) ia pun menuju ke ruangan nya, karena ia bingung harus menjawab apa, atas ucapan giandra.
ucapan giandra memang ada benar nya, iya melepas setatus jomblo nya karena ia di jodoh kan oleh sang ibu, mungkin kalau ia tidak di jodoh kan sampai sekarang dia masih jomblo.
__ADS_1
sedang kan giandra hanya menggeleng gelang kan kepala nya aja, melihat tingkah laku andra, ia tau sifat andra kalau ia tidak bisa menjawab pertanyaan nya, ia pasti akan menghindar, dan mencari alasan untuk pergi.
giandra pun memutus kan untuk menyelesai kan pekerjaan nya, supaya nanti sore ia tidak terlambat untuk bertemu dengan Vina.