Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 328


__ADS_3

" iya sudah kita makan. " ( andra) ia pun duduk di samping giandra, dan di ikuti oleh sang istri.


kiara pun mengeluar kan makan nan nya, aroma masak kan kiara, sangat mengubah selera, di hidung mereka, mana kala, kiara membuka makan nan nya.


" duh deh, wangi banget, membuat perut abang tambah lapar." ( giandra ) sambil mengusap ngusap perut nya.


" siapa dulu dong, istri gue gitu loh, bukan hanya pintar masak, dia itu itu pintar segala nya, bahkan pintar di ranjang. " ( andra) sambil menaik turun kan alis nya.


plak.


kiara pun menepuk , paha sang suami, dan menatap tajam ke arah andra.


andra hanya cengengesan melihat tatapan sang istri.


berbeda dengan andra, dan juga kiara, hati seli begitu panas, di saat ia mendengar ucapan andra, yg membanggakan istri nya.


" lihat saja, aku juga bisa, lebih dari istri kamu. " ( seli) ia berucap dalam hati.


" mas kamu mau makan sama apa. " ( kiara)


" apa saja sayang. " ( andra)


kiara pun mengambil nasi dan lauk pauk nya, setelah terisi, ia pun memberi kan nya ke sang suami, andra pun menerima nya.


" makasih sayang. " ( andra) sambil tersenyum.


" sama sama mas. " ( kiara)


" bang mau di ambilin . "(kiara )


" engga usah de, biar abang ngambil sendiri. " ( giandra)


kiara hanya mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban, kini tatapan nya, beralih ke arah seli, walaupun malas, tapi ia berusaha menghalau perasaan nya.


" kamu mau nyicipin masak kan saya , " ( kiara)


" makasih banyak nyonya, atas tawaran nya, bukan saya engga mau, tapi maaf perut sayaa engga Kenyang. " ( seli) sambil tersenyum ke arah kiara, walaupun tidak tulus.


" oh iya engga apa apa. " ( kiara)


" malas benget, harus nyicipin masak kan lo, bisa bisa perut gue sakit. " ( seli) ia berucap dalam hati.


" sayang, suapin. " ( andra) ia sedikit merengek ke arah sang istri.


membuat giandra, menatap jengah ke arah sang adik ipar, andra yg terlihat tegas, dan dingin, tapi sayang di hadapan sang istri ia seperti seekor kelinci yg imut.

__ADS_1


kiara menghela napas nya, karena harus menghadapi sipat manja suami nya.


" manja banget sih lo. " ( giandra)


" terserah gue, istri istri gue, wajar kan. " ( andra) dengan nada acuh.


" iya tetap aja, lo engga kasihan apa sama gue dan juga seli, yg iri dengan sikap manja lo. " ( giandra)


" kalau lo iri, lakuin lah seperti yg gue lakuin " ( andra) dengan nada santay nya, dan mulut nya menerima suapan sang istri.


" istri hue lagi sibuk ngurusin anak gue, yg lagi aktip aktip nya, gue ke bagian nya malam. " ( giandra)


ha.. ha.. ha..


andra tertawa lepas, karena mendengar ucapan dari giandra.


" puas lo, lo tertawa di atas penderitaan gue. " ( giandra)


" memang gue puas, atas penderitaan yg lo alami sekarang. " ( andra)


sedang kan kiara hanya menggeleng geleng kan kepala nya, melihat sipat kaka nya, dan juga suami nya, kalau bertemu pasti saja berdebat.


" emang ka Vina, engga pake jasa pengasuh bang. " ( kiara)


" abang sudah menawar kan pengasuh, beribu beribu kali de, tapi tetep jawab ban nya, engga mau, iya abang bisa apa, kalau pada akhir nya istri kaka masih kekeh, dengan pendirian nya. " ( giandra)


" mungkin. " ( giandra) ia mengedik kan bahu nya.


" aku juga dulu gitu bang, engga mau pake pengasuh, cuman lama kelamaan aku kewalahan juga, makan nya aku sekarang memilih pengasuh, dan bisa ada waktu juga buat suami aku, aku engga mau kalau nanti suami aku di rebut PELAKOR, apa lagi sekarang pelakor sedang berada dimana mana, mereka melakukan segala cara, untuk mendapat kan kemauan nya. " ( kiara) ia menekan kan kata kata nya, untuk menyindir seli.


sedang kan seli hanya bisa mengepal kan tangan nya, menahan emosi, ia menyadari kalau ucapan kiara untuk diri nya, tapi ia pura pura biasa saja.


" coba kamu bilang nya di depan kaka ipar kamu, siapa tahu hati nya terketuk. " ( giandra)


" nanti lah aku akan bilang ke ka Vina, siapa tau ia mau, menyewa pengasuh " ( kiara)


" siap de, kamu itu sangat pengertian banget sih, beda dengan suami kamu. " ( giandra) dengan senyum depil nya.


sedang kan andra, hanya menatap jengah, ke arah giandra.


" ehmptzz. ?? " ( seli) ia merasa diri nya engga di anggap, karena dari tadi hanya mereka bertiga yg mengobrol, tanpa melihat ke arah diri nya.


mereka bertiga, menoleh ke arah seli.


" ada apa ya. " ( giandra)

__ADS_1


" engga ada apa apa, aku cuman mau pamit aja, mau ke tuang miting,karena sebentar lagi miting akan di mulai. " ( seli)


" oh silah kan. " ( giandra) hanya ia yg menjawab, sedang kan andra besikap cuek, membuat hati seli kecewa, karena andra tidak menahan nya, jangan kan menahan nya, untuk tidak pergi dari ruangan nya, melihat diri nya saja, tidak.


seli bukan nya mundur untuk mendapat kan andra, tapi makin tertantang, untuk mendapat kan andra.


seli menghela napas nya, ia pun pamit , dan meninggal kan ruangan andra, dengan hati kecewa.


setelah kepergian seli, mereka pun bernapas lega, terutama kiara.


" tuh anak, engga ada kapok nya, untuk mengejar kamu ndra. " ( giandra)


" biar kan saja, nanti juga lelah sendiri. " ( andra) dengan acuh, ia pun meminum air putih nya sampai tandas.


" allhamdulilah. " ( andra)


" tetap saja mas, kamu harus waspada. " ( kiara)


" kalau itu pasti sayang, tenang aja aku kan punya penjaga. " ( andra)


" siapa mas. " ( kiara) ia mengkerut kan kening nya, saat mendengar ucapan andra, ia penasaran siapa penjaga sang suami, selama ini andra engga punya bodigat.


" kamu engga tau, siapa penjaga aku. " ( andra)


dengan tatapan bingung, andra menggeleng geleng kan kepala nya, sebagai jawab ban.


" tuh.. ?? " ( andra) ia menunjuk ke arah giandra.


" kamu itu ada ada aja mas, maaah abang aku, jadi penjaga kamu, abang kan asisten kamu. " ( kiara).


" enga apa apa de, justru bagus kalau aku jadi penjaga suami kamu, kalau dia berani macam macam, abang potong anu nya. " ( giandra) dengan tatapan tajam nya.


andra langsung memegang ke maluan nya.


" tega banget sih lo. " ( andra)


" iya juga ya bang, kalau abang jadi penjaga nya, ada bagus nya, biar suami aku engga macam macam. " ( kiara)


" tenang aja dia aman, di bawah pengawasan aku. " ( giandra)


" emang selama ini aku pernah macam macam, engag pernah kan. " ( andra)


" memang, selama ini kamu engga pernah macam macam, tapi kan engga tau ke depan nya seperti apa. " ( kiara)


" aku engga akan pernah macam macam sayang,karena hati dan pikiran aku, sudah tercantum nama kamu, dan anak kita. " ( andra)

__ADS_1


" gombal.. ?? " ( kiara) sambil tersipu malu.


" aku engga gombal, tapi itu kenyataan nya sayang. " ( andra)


__ADS_2