Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 217


__ADS_3

setelah dari orang tua, nya sisil ia pun menuju ke rumah orang tua nya, kini ia ingin menyelesai kan rumah tangga nya, sekarang juga.


ia akan memberitahu orang tua nya, tentang rumah tangga nya.


30 menit, ia sudah sampai ke rumah nya, bersamaan dengan sang papah, yg baru pulang dari kantor, papah fino pun tersenyum, saat fino baru ke luar dari mobil nya.


" sore pah.. ?? " ( fino) ia mengcup punggung tangan, sang papah.


" sore juga nak, tumben kamu ke sini, ada apa nak, mana istri kamu.. ?? " ( papah fino) ia celinguk kan, mencari sisil.


" aku ke sini sendiri pah, tanpa sisil.. ?? " ( fino)


" kamu habis dari kantor ya, jadi kamu engga bawa istri kamu.. ?? " ( papah fino) ia berucao seperti itu, karena ia melihat sang anak, yg masih memakai setelan kerja nya.


fino hanya, menjawab dengan angguk kan, ia tidak mau sang papah banyak bertanya, makan nya ia menjawab dengan angguk kan saja.


" iya udah nak, kita masuk ke rumah, pasti mamah kamu senang, kalau kamu main ke sini, tadi nya nanti malam, kita mau ke rumah kamu, karena mamah kamu dari kemarin merengek ingin bertemu dengan kamu.. ?? " ( papah fino) dengan menampil kan senyuman nya.


" iya udah, mamah sama papah engga usah ke sana, lagian aku kan udah ke sini.. ?? " ( fino)


" iya nak, iya udah ayo masuk.. ?? " (papah fino) di saat ia akan melangkah kan kaki nya, terdengar suara handphone nya, ia pun mengambil handphone nya, yg berada di saku celana nya, dan ia menyuruh fino, untuk masuk ke dalam duluan, fino pun mengangguk dan masuk ke dalam rumah.


papah fino, mengkerut kan kening nya, yg menghubungi nya, ternyata sang besan, siapa lagi kalau bukan papah sisil, palah fino pun mengangkat nya.


" ada dar. ?? " ( papah fino)


" aku cuman mau bertanya anak kamu ada di situ.. ?? " ( papah sisil)


" ada, emang ada apa.. ?? " ( papah fino)


" aku ada perlu dengan nya, aku ingin mempersatu kan kembali, antara anak ku sisil, dan anak mu fino.. ?? " ( papah sisil)

__ADS_1


" tunggu tunggu, bukan nya mereka bersatu, dan bentar lagi mereka akan punya anak, maksud dari ucapan kamu itu apa, aku benar benar engga ngerti.. ?? " ( papah fino) ia memijit pelipis nya.


" emang anak kamu belum mencerita kan nya, tentang rumah tangga nya.. ?? " ( papah sisil)


" belum, sebenar nya ini ada apa.. ?? " ( papah fino) kini ia benar benar penasaran, ada apa dengan rumah tangga sang anak.


" kamu tau, anak mau mengembali kan anak saya sisil.. ?? " ( papah sisil)


" AH.. ?? ko bisa.. ?? " ( papah fino) ia sedikit menaik kan nada suara nya, karena ia kaget, sampai sampai papah sisil menjauh kan handphone nya di telinga nya.


" biasa aja kali, jangan berteriak gitu, aku engga budeg ya.. ?? " ( papah sisil) dengan nada ketus.


" maaf.. maaf.. ?? aku engga sengaja, aku kaget mendengar ucapan kamu barusan,kita ke topik semula, kenapa anak kamu bisa di kembalikan,emang nya ada masalah apa.. ?? " ( papah fino)


" kata nya anak aku selingkuh, dan lebih nya anak kamu memfitnah kalau anak yg dalam kandungan sisil itu bukan anak nya.. ?? " ( palah sisil) ia masih berusaha untuk membela sang anak, walupun ada sedikit keraguan, tentang vidio itu, kalau memang itu anak nya, tapi ia berusaha menipis pikiran nya, karena sang anak tidak mungkin melakukan hal jiji seperti itu.


" ko bisa, anak aku menuduh sisil selingkuh, aku tahu watak anak ku, ia tidak mungkin menuduh kalau ia tidak mempunyai bukti, perselingkuhan anak mu.. ?? " ( papah fino) ia tau dengan sifat sang anak, yg engga mungkin menuduh seseorang, kalau ia tidak mempunyai bukti.


papah fino pun terdiam, ia harus percaya sama siapa, antara anak nya, atau sahabat nya.


" kenapa kamu diam, dan asal kamu tau aja kalau ank kamu sebenar nya, sedang mengejar ngejar mantan pacar nya, jadi nya ia membalik kan tuduhan nya, kepada anak saya sisil, sehingga ia bisa balik kan lagi dengan mantan nya, sekejih itu, kelakuan anak kamu.. ?? " ( papah sisil)


" cukup, kamu jangan menjelek jelek kan anak aku.. ?? " ( papah fino) kini ia terpancing emosi nya, dengan ucapan sang sahabat, seburuk buruk nya kelakuan sang anak, tetap aja ia tidak Terima, kalau ada yg menghina nya.


" kenapa kamu marah, itu kenyataan nya, bahkan ia juga mengakui, kalau ia sedang mengejar mantan nya.. ?? " ( papah sisil)


" aku akan tanya kan langsung, kepada anak aku, jadi aku engga mau mengambil keputusan sebelah pihak, aku belum percaya dengan ucapan kamu. ?? " ( papah fino)


" silah kan saja, kamu tanya anak kamu, pasti dia akan mengakui nya.. ?? " ( papah sisil)


" baik, kalau begitu saya tutup dulu telpon nya. ?? " ( papah fino) tanpa menunggu persetujuan dari sahabat nya, ia pun memutus kan sambungan telpon nya.

__ADS_1


palah fino pun masuk ke dalam rumah, dan melihat fino yg sedang duduk di samping sang istri.


" loh.. ?? pah, ko lama, menerima telpon nya.. ?? " (mamah fino)


palah fino pun duduk di sofa tinggal, dan menatap fino, dengan sulit di arti kan, bahkan ia tidak menjawab pertanyaan sang istri.


" fin, papah mau bertanya sama kamu, tapi kamu jawab dengan jujur.. ?? " ( papah fino)


" silah kan pah, aku akan menjawab dengan jujur.. ?? " ( fino)


" apa, kamu benar, mengembali kan sisil ke rumah orang tua nya.. ?? " ( papah fino)


sontak mamah fino, membulat kan mata nya, dengan ucapan sang suami, tapi ia tidak bisa mengeluarkan kan suara nya, karena sang suami lagi serius menanya kan kepada sang anak.


" iya pah, aku mengembali kan sisil ke pada orang tua nya.. ?? " ( fino) ia berucap dengan tegas.


" apa benar, kamu mengejar mantan pacar kamu.. ?? " ( papah fino)


" iya pah, itu benar.. ?? " ( fino) .


" kenapa, kamu masih mengejar nya, jadi alasan kamu untuk mencerai kan sisil karena kamu mau mengejar mantan pacar kamu, dan memfitnah sisil selingkuh, seolah olah sisil yg salah, padahal kamu yg salah.. ?? " ( papah fino)


" kalau, masalah perselingkuhan sisil, memang itu ada nya, bahkan aku memergoki dia dengan selingkuhan nya, melakukan hubungan intim di kamar aku.. ?? " ( fino)


" aku engga akan, asal nuduh pah, kalau aku engga punya bukti, itu semua benar ada nya pah, kalau palah engga percaya , papah bisa liat vidio nya.. ?? " ( fino) ia pun memberi kan vidio, tersebut ke arah sang papah.


palah fino pun melihat nya, ia membulat kan mata nya.


" apa itu editan pah, pasti papah nya sisil, bilang kalau itu editan, engga sama sekali pah, itu semua murni bukan editan.. ?! " ( fino)


papah fino pun menyimpan handphone sang anak di atas meja, yg ia lihat memang itu bukan editan, ia tidak melihat vidio tersebut, sampai selesai, karena ia merasa jiji, dengan kelakuan sang menantu.

__ADS_1


__ADS_2