
giandra baru saja sampai di kantor, ia langsung menuju ke ruangan nya, tapi sebelum masuk ia menemui asisten andra, dan memberitahu, kalau andra sedang cuti, kalau ada pekerjaan, biar dia yg hendel.
selama andra libur, urusan kantor dia yg mengerja kan, asisten pun mengangguk.
giandra pun menuju ruangan nya, dan ia langsung mengerjakan pekerjaan nya, yg sudah menunmpuk di meja, kerja nya, ia pun segera mengerja kan nya, saking serius nya ia sampai tak tau waktu, karena sekarang udah waktu nya jam makan siang, ia baru tersadar tak kala perut nya, sudah keroncongan.
ia pun melihat jam, ternyata sudah pukul setengah satu.
" pantas saja, perut gue minta di isi, ternyata sudah waktu nya jam makan siang.. ?? " ( giandra ) ia pun menutup leptop nya, dan ia teringat sang istri yg berada di rumah, ia pun mengambil handphone nya, dan mencari nomer sang istri, setelah menemukan nya, ia pun menekan tombol pagi, tak menunggu lama, sambungan telpon pun terhubung.
" assalamu'alaikum mas.. ?? " ( Vina) .
" waalaikumsalam sayang.. ?? " ( giandra) ia pun mengalihkan kan panggilan, ke vidio, dan terpangpang lah wajah sang istri, sambil tersenyum ke arah nya.
" sayang, ko aku jadi kangen ya jadi pingin pingin cepet pulang.. ?! " ( giandra )
" jangan dong mas, kalau kamu engga kerja, terus siapa yg akan memberi kan aku uang, untuk makan belanja.. ?? " ( Vina)
" ah.. ?? iya yang, aku sampai lupa, kalau ada kamu yg harus aku penuhi kebutuhan nya.. ?? " ( giandra)
" makan nya, kerja yg benar, apalagi nanti kalau kita punya anak, pasti ke butuhan kita bertambah, makan nya cari uang yg banyak, biar anak dan istri mu terpenuhi kebutuhan nya.. ?? " ( Vina)
" siap bu bos.. ?? " ( giandra)
" mas udah makan siang. ?? " ( Vina) .
" belum sayang, ini baru mau ke bawah, cuman aku teringat sama kamu, jadi aku hubungi kamu dulu sayang.. ?? " ( giandra)
" iya udah, sekarang mas makan dulu, jangan sampai telat, nanti kamu sakit.. ?? " ( Vina)
" iya sayang, mas akan makan dulu, oh iya sayang kamu udah ke rumah kita.. ?? " ( giandra)
" udah mas.. ?? " ( Vina)
__ADS_1
" gimana,ada yg kurang engga yang, atau engga sesuai cara penempatan nya..?? " ( giandra)
" allhamdulilah, semua nya pas mas, aku suka.. ?? " ( Vina)
" allhamdulilah sayang, kalau kamu suka.. ?? " ( giandra)
" iya mas, makasih ya, nanti malam kita tidur di rumah kita ya mas.. ?? " ( Vina)
" siap sayang, mas ngikutin aja kemauan istri tercinta mas.. ?? " ( giandra)
Vina hanya menjawab dengan senyum manis nya, membuat hati giandra meleleh .
" iya udah mas, sekarang makan dulu, jangan sampai telat makan.. ?? " ( Vina)
" siapa sayang, iya udah sekarang aku ke bawah dulu ya, kamu udah makan belum.. ?? " ( giandra)
" aku udah makan mas, baru aja beres.. ?? " ( Vina )
" waalaikumsalam.. ?? " ( Vina)
sambungan telpon pun terputus, giandra pun beranjak dari kursi nya, sebelum nya ia memakai jas nya, setelah itu ia pun menunju ke bawah, mengguna kan lip.
di saat ia ke luar dari lip , ia melihat ada seorang wanita, yg lagi marah marah ke pada satpam, awal nya ia tidak mempeduli kan nya, tapi ia penasaran, dan ia merasa tak asing dengan wajah seorang wanita tersebut, giandra pun tidak jadi berbelok ke arah kantin, tapi ia malah menuju wanita itu.
dan benar saja ia mengenali kalau itu dira, mantan kekasih andra,hanya giandra yg tahu tentang hubungan andra dengan dira, giandra sebenar nya kurang setuju dengan hubungan andra dan dira, karena ia tahu kelakuan dira, tapi ia tidak bisa mengungkap kan nya, karena ia tidak mau ikut campur urusan andra, apalagi melihat wajah andra, jadi tidak tega kalau ia membeber kan kelakuan dira kepada andra, lebih baik ia diam, dan pada akhir nya andra dan dira putus, karena dira meninggal kan andra, tanpa alasan.
padahal ia tahu alasan dira meninggal kan andra, karena dira mendapat kan laki laki yg lebih kaya dari andra, makan nya ia meninggal kan andra, tapi lagi lagi giandra menutupi nya, karena ia tidak mau melihat sahabat nya, makin terpuruk.
" ada apa ni.. ?? " ( giandra) ia menampil kan wajah dingin nya, dan ia pun berbicara ketus.
dira dan satpam pun menoleh ke arah giandra.
dira pun tersenyum senang, karena giandra pasti akan membela nya.
__ADS_1
" gi apa kabar.. ?? " ( dira) sedikit berasa basi.
" udah lah, engga usah basa basi, kamu mau ngapain ke sini.. ?? " ( giandra) ia langsung tutup poin, karena ia muak dengan sikap dira.
" aku ke sini mau bertemu dengan andra, tapi satpam ini melarang aku masuk, padahal aku ke sini mau makan siang bareng sama andra, aku udah janjian sama andra.. ?? " ( dira ) sambil menunjuk kan paperbage, di tangan nya.
giandra pun mengkerut kan kening nya, ia bingung dengan ucapan dira, masalah nya kalau andra janjian dengan dira untuk makan siang, pasti nya akan di rumah sakit, soal nya andra sedang berada di sini, ini malah di kantor, pasti dira telah berbohong
" maaf tuan,saya melarang nona ini, untuk masuk ke dalam, karena perintah dari tuan andra .. ?? " ( satpam) ia membela diri, karena ia takut akan amukan giandra.
giandra hanya mengangguk kan kepala nya, dan mengerti posisi satpam tersebut.
" jadi aku boleh masuk kan, karena andra ingin makan belaremg sama aku, pasti dia sudah menunggu.. ?? " ( dira)
" ekting kamu sangat bagus dira, kamu itu bagus nya jadi pemain sinetron. ?? " ( giandra) sambil menampil kan senyum remeh nya.
" maksud kamu itu apa..?? " ( dira) ia menatap sinis ke arah giandra.
" kapan andra, mengajak kamu makan siang.. ?? " ( giandra) ia menatap tajam ke arah Vina.
" tadi dia menghubungi aku.. ?? " ( dira) ia menekan kan rasa gugup nya, karena ia tau kalau giandra, tidak mudah untuk percaya sama orang.
" kalau gitu aku lihat, pesan nya, kalau ia menghubungi kamu, aku lihat riwayat panggilan nya.. ?? " ( giandra) sambil menadah kan tangan nya.
dira gelagapan, ia bingung harus jawab apa, tapi lagi lagi ia berusaha menekan ke gugup pan nya.
" kamu kaya yg engga percaya sama aku sih gi, kamu tau kan kalau andra itu pacar aku.. ?? " ( dira)
" itu dulu, sekarang dia udah menikah.. ?? " ( giandra)
" walaupun dia udah menikah, hati dan cinta nya masih ada nama aku.. ?? " ( dira)
giandra terdiam, karena ia belum tau tentang perasaan andra, terhadap sang adik, tapi ia berusaha menepis nya, karena ia melihat rumah tangga sang adik baik baik saja, apalagi melihat andra yg over, dalam menjaga sang adik,dari situ saja ia sudah melihat kalau andra sudah bucin, kepada sang adik.
__ADS_1