
kini giandra, sudah berada di kantor andra, ia pun masuk, dan menuju ke ruangan andra.
di saat ia masuk, ternyata andra sedang serius di depan leptop nya.
andra pun menoleh ke arah pintu, ia pun menghenti kan aktivitas nya.
giandra pun duduk, terlihat dari wajah nya, yg kacaw, mata nya sedikit sembab.
" lo yakin, dengan ke putusan lo. " ( andra) ia meyakin kan kembali sang kaka ipar, sekaligus sahabat nya.
" gue yakin ndra, karena gue mendengar sendiri ucapan Vina, kalau dia memilih untuk balik ke fino, dan ia masih mencintai fino. " ( giandra) ucap nya lirih.
" kalau memang itu ke putusan lo,gue cuman bisa mendukung lo, mungkin ini jalan terbaik untuk hidup lo. " ( andra) ia pun beranjak dari kursi ke besaran nya, dan kini ia berhadap pan dengan giandra, ia duduk di meja.
" iya ndra, thank ya, udah mau bantu gue. " ( giandra) sambil mendongak kan wajah nya.
" sama sama gi, itu lah kewajiban gue, karena lo itu kaka ipar gue, bukan itu saja lo juga, selalu ada, di saat gue, membutuh kan lo, dan kini giliran gue, untuk membantu lo. " ( andra)
" lo, ke sana nya, yakin mau pakai jalur darat. " ( andra)
" yakin ndra.. ?? " ( giandra)
" tapi pikiran lo, kan lagi kacaw gi, gue takut lo kenapa kenapa. " ( andra) dengan tatapan khawatir.
" tenang aja ndra, gue bakal baik baik aja, gue juga engga mau mati kalau gi, gue juga mau hidup bahagia, kaya lo.. ?? " ( giandra)
" kali aja, di sana gue dapat pengganti Vina.. ?? " ( giandra) sambil menampil kan senyum man nya, walaupun terpaksa.
" dasar lo.. ?? " ( andra) ia meluk bahu giandra.
" terus hubungan lo, sama Vina gimana.. ?? " ( andra)
" entah lah, gue juga engga tau, gue ikutin aja ke mauan dia, mungkin kalau dia lebih memilih fino, aku akan mundur, dan biar kan dia yg mengaju kan perceraian,gue Terima beres aja. " ( giandra) lagi lagi ia memaksa kan senyum nya.
" gue yakin, lo kuat. " ( andra) menepuk bahu sang kaka ipar.
__ADS_1
" harus dong, kan gue laki laki. " ( giandra)
" iya udah ah, gue mau pergi dulu, ke buru sore. " ( giandra) ia pun beranjak dari kursi.
" hati hati, jaga diri lo baik baikbaik, kalau ada apa apa hubungi gue. " ( andra )
giandra hanya mengangguk kan kepala nya , ia pun pergi ke luar ruangan, sedang kan andra, menatap ke pergian giandra.
" semoga, ini jalan terbaik untuk hidup lo gi. " ( andra) tak terasa air mata nya, menetes.
hati nya merasa sakit, melihat keadaan giandra, yg begitu kacaw.
andra pun duduk kembali, di kursi ke besar ran nya, dan mengerja kan kembali pekerjaan nya yg sempat tertunda.
berbeda dengan Vina, kini mereka baru selesai makan siang nya.
" kamu lagi ngapain di sini vin..?? " ( silvi) dengan tatapan tidak suka.
" ak.. aku.. ?? " ( vina) ia menjawab dengan gugup.
" eh, jeng, silah kan gabung bersama kita, jangan sungkan sungkan, bentar lagi kan kita mau jadi besan nan. " ( mamah fino)
" sini, duduk aja. " ( mamh fino) ia memegang bahu silvi, tapi dengan halus silvi menolak nya, ia pun mengalih kan tatapan nya, ke arah Vina.
" bisa kamu jelas kan vin.. ?? " ( silvi) ia menatap ke arah Vina.
Vina pun menghela napas nya.
" aku mau balik lagi sama fino mah. " ( Vina ) sambil menunduk kan, kepala nya .
" apa mamah , engga salah denger, kamu udah punya giandra vin.. ?? " ( silvi) sedikit meninggi kan suara nya.
" aku akan bercerai dengan nya mah.. ?? " ( Vina)
" apa.. ?? " ( silvi) dengan nada tinggi, dan menatap tajam ke arah sang anak.
__ADS_1
" aku mencintai fino mah, lagian fino itu di jebak mah.. ?? " ( Vina) ia berusaha membela fino.
" engga ada alasan, buat kamu vin, kamu itu udah menikah, dan sekarang kamu mau balik kan lagi dengan dia, yg jelas jelas telah menghianati kamu.. ?? " ( silvi) sambil menunjuk ke arah wajah fino .
" maaf tan, cinta engga bisa di paksa, lagian aku dan Vina, saling mencintai, dan aku kemarin di jebak tan, anak yg di kandung wanita itu, bukan anak aku, tapi anak laki laki lain. " ( fino) dengan tegas.
" mau kamu di jebak, mau kamu ngapain terserah, tetap aja kamu salah, kenapa kamu menghianati hubungan kamu, kalau kamu memang cinta sama Vina, pasti kamu akan menjaga hubungan tersebut. " ( silvi).
fino terdiam.
" gini aja jeng, itu kan masa lalu,kita akan melihat masa depan anak kita, hidup bahagia jeng, hari kita kubur dalam dalam kenangan buruk masa lalu anak kita, lagian kan imbang, Vina juga udah engga perawan, jadi adil kan, tenang aja fino akan menunggu masa idah Vina, kalau Vina udah habis masa idah nya, saya sekeluarga akan melamar Vina. " ( mamah fino)
" jangan pernah menghalangi cinta, mereka jeng, karena cinta, tidak bisa di paksa kan, kita cuman bisa mendo kan, dan mendukung ke putusan mereka. " ( mamah fino) sambil menampil kan senyum ramah nya.
silvi menghela napas nya, dan menatap sang anak.
" kamu ikut dengan mamah vin, kita bicara kan ini di rumah. " ( silvi) sambil memegang tangan silvi, dan membawa nya ke luar.
tanpa banyak kata, Vina pun mengikuti sang mamah, dan mengekor di belakang.
" aku pulang dulu.. ?? " ( Vina ) ia berpamitan, sedang kan silvi, ia tidak sama sekali mengucap kan satu kata pun, ke arah fino dan mamah nya.
" mah, ini gimana, apa Vina akan berubah pikiran, setelah di bawa oleh mamah nya.. ?? " ( fino) dengan tatapan khawatir.
" mamah kita, engga akan deh no.. ?? " ( mamah fino)
" ko, mamah bisa seyakin itu. " ( fino) ia menatao ke arah sang mamah.
" gini aja deh fin, sekarang kamu berpikir, Vina kan udah menikah dengan giandra, hampir 2 bulan,sedikit nya mereka sudah menghabis kan waktu bersama, engga mungkin kan Vina mau balik sama kamu, apa lagi kamu udah menghianati dia, tapi Vina, masih mau balik kan lagi sama kamu, berarti Vina itu sangat cinta sama kamu no, jadi jangan menyerah gitu dong, mamah yakin, kalau Vina akan mempertahan kan kamu.. ?? " ( mamah fino)
" dan mamah yakin, kalau orang tua nya Vina akan menyetujui, hubungan kalian, karena Vina kan anak satu satu nya mereka, pasti mereka akan melakukan apa pun, demi ke bahagiaan anak nya. " ( mamah fino) ia kembali meyakin kan sang anak.
" iya juga ya mah, iya udah kita pulang, aku mau kembali ke kantor mah, mamah mau aku antar pulang.. ?? " ( fino)
" engga, mamah mau shoping dulu.. ?? " ( mamah fino)
__ADS_1
" iya udah, kalau gitu, aku pulang mah, bay.. ?? " ( fino) sambil mengecup pipi sang mamh, dan berlalu meninggal kan sang mamah.
sedang kan sang mamah belanja.