
kini giandra sudah berada di depan rumah Vina, ia menghela napas nya, ia sebenarnya nya merasa was was,tapi ia ingin meyakin kan, kalau anak yg di kandung Vina itu, apa anak nya, atau bukan, tapi hati kecil nya mengata kan kalau yg di kandung itu anak nya, giandra pun ke luar dari mobil nya dan masuk ke rumah Vina.
giandra menekan bel rumah Vina, tak berselang lama pintu rumah pun terbuka, ternyata di buka oleh silvi, silvi menatap ke arah giandra.
" assalamu'alaikum tan.. ?? "( giandra) ia mengambil tangan silvi, dan mengecup nya.
" waalaikumsalam.. ?? "( silvi) ucap nya lirih.
" gimana kabar nya tan, sehat. "( giandra)
" allhamdulilah sehat, masuk nak, engga baik mengobrol di luar. "( silvi)
giandra pun mengangguk dan duduk di sofa.
" mau minum apa gi.. ?? "( silvi)
" apa aja tan .. ?? "( giandra) sambil menampilkan kan senyuman nya.
" bentar ya, tante ke belakang dulu.. ?? "( silvi) ia pun beranjak dan menuju ke dapur.
tak berselang lama, silvi membawa nampan yg berisi gelas,ia pun menyimpan nya di meja.
" silah kan nak, di minum.. ?? "( silvi)
" ah, ia tan, makasih maaf sudah merepot kan tante. "( giandra) ada rasa tak enak.
" engga, di repot kan ko nak. "( silvi)
giandra pun menyeruput minum nya, di saat ia sedang minum, datang lah Vina, dari arah tangga, karena ke betulan giandra membalik kan tubuh nya, sehingga Vina engga mengetahui nya.
" mah, kaya nya aku pingin rujak, kaya nya seger, apa aku ngidam ya mah, padahala usia ke hamil anak aku udah memasuki trisimester ke dua, biasa nya kan kalau ngidam itu, hanya trisimester satu aja.. ?? "( Vina) ia mengeluh, dan menatap ke arah sang mamah, ia masih belum menyadari, bahwa ada giandra.
" rujak nya mau bikin sendiri, atau mau beli.. ?? "( silvi) ia menatap sang anak.
" jujur mah, aku ingin bikin sendiri, tapi yg buat nya itu bukan bibi.. ?? "( Vina)
" kalau bukan bibi, kamu mau nya sama siapa, kamu sendiri yg bikin, atau mamah yg buat kan. "( silvi).
" aku pingin nya, giandra yg buat kan mah, mungkin ini anak kangen ya mah, sama papah nya, semenjak bertemu di rumah sakit , terus perut aku di elus elus,ada rasa nyaman gitu mah.. ?? "( Vina) .
__ADS_1
giandra tersenyum, ternyata dugaan nya benar, karena kalau anak yg di kandung oleh vina itu anak nya, tapi ia memberikan kode ke pada silvi, untuk tidak memberitahu keberadaan nya, silvi pun mengangguk dan kembali menatap sang anak.
" kenapa kamu engga, bilang langsung ke orang nya, mumpung ada di sini. "( silvi)
" malu mah, aku masih engga punya, kalau harus bertemu dengan giandra. "( Vina) tatapan nya lesu.
" kenapa kamu, engga mencoba nya vin.. ?? "( silvi)
" engga ah, mending minta ke bibi aja, buat bikin. "( Vina)
" biasa nya kalau, anak kamu ileran karena ke mauan nya, engga di ikuti. "( silvi)
" jangan sampai lah mah.. ?? "( Vina)
" iya makan nya, turun kan ego kamu.. ?? "( silvi)
" aku malu mah.. ?? "( Vina) ia merengek.
" kenapa harus malu nak, cepet kamu hubungi giandra, turun kan malu mu.. ?? "( silvi)
Vina menghela napas nya, dan menatap ke arah sang mamah, ia pun duduk di sisi sang mamah.
Vina tidak melanjut kan kata kata nya, lagi.
" tapi kenapa vin.. ?? "( giandra) sambil tersenyum ke arah giandra.
" engga.. ?? "( Vina) ia pun langsung bangkit, dari sofa, dan meninggal kan giandra, dan mamah nya.
tapi sebelum itu, tangan nya di cekal oleh giandra.
" mau, kemana bukan nya kamu, mau di buat kan rujak sama aku. "( giandra)
" engga, mungkin kamu salah mendengar. "( Vina) ia berusaha menyangkal.
" kuping aku masih sehat ya vin,aku engga salah denger, saksi nya mamah kamu, kalau kamu pingin di buat kan rujak sama aku, ayo ngaku. "( giandra)
" bukan aku yg mau, tapi anak ini.. ?? "( Vina) ucap nya pelan, sambil tangan nya mengelus perut nya, tapi walaupun ia berbicara pelan, tapi masih terdengar oleh giandra.
" iya udah, sekarang kita buat, nanti anak aku ileran.. ?? "( giadra)
__ADS_1
" enak aja, ngaku ngaku anak kamu, ini anak aku ya.. ?? "( Vina)
" iya itu anak kita berdua. "( giandra) sambil menampilkan kan senyum manis nya.
" iya udah mamah, mau menyiapkan kan bumbu untuk rujak nya, jadi giandra tinggal mengulek nya. "( silvi) ia pun beranjak dari sofa, dan menuju ke belakang, ada rasa canggung, kalau dia masih ada di sana, karena mereka membutuh kan waktu luang, untuk melurus kan ke salah paham kan ini.
" maksih tan.. ?? "( giandra)
" sini duduk, aku ingin bertanya sama kamu, engga baik, ibu hamil, kalau banyak berdiri. "( giandra)
" emang mau bertanya apa, kamu kan udah tau semua nya mas. "( Vina)
" hanya sebagian, yg aku ketahui, kamu kan tau kalau aku itu pingin tahu semua nya. "( giandra ).
" tapi yg terpenting, kamu udah tau, kalau anak yg ada di dalam perut aku tuh, anak kamu mas. "( Vina)
" iya, tapi aku masih mau menanya kan yg lain. "( giandra)
" emang kamu, mau menanya kan apa lagi mas. "( Vina)
" aku mau tanya, kenapa kamu menyembunyi kan anak ini, dari aku. "( giadra )
" siapa yg menyembunyi kan nya, orang aku engga tau kamu dimana. "( Vina)
" iya kan, setidak nya, kamu bisa menemui ke dua orang tua aku, untuk meminta pertanggu g jawab ban aku."( giandra )
Vina menghela napas nya, ia memberani kan diri, untuk menatapa ke arah giandra.
" aku engga punya nyali mah, untuk memberi tahu kamu, kalau anak yg ada di kandungan aku itu, anak kamu, aku sudah membuat kamu dan keluarga kamu kecewa, jadi aku memutus kan untuk membesar kan, anak ini sendiri. "( Vina)
" tapi aku udah bang ko mas, kalau nanti anak ini menanya kan papah nya, baru aku akan membuka identitas kamu mas, kan kalau kamu dan keluarga kamu engga percaya, bisa di lakukan tes DNA, jadi biar lebih akurat mas. "( Vina)
giadra menatap ke arah, Vina.
" tetap aja vin,aku juga ingin merasa kan, dan membesar kan anak ini.. ?? "( giandra) ia mengelus perut Vina.
seolah tau, sang anak merespon,dengan cara menendang, membuat hati giandra tersenyum senang.
" kamu tau ya nak, kalau yg mengelus perut mamah, itu papah. "( giandra) tangan nya masih betah mengelus perut Vina, air mata nya yg dari tadi ia tahan, meluncur begitu saja, ke pipi nya,ia menangis karena bahagia.
__ADS_1
" jangan lupa mampir, ke karya aku satu lagi, hati yg kau sakiti. "