Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 314


__ADS_3

malam pun tiba, kini giandra dan Vina sudah tidur.


Vina sedang menyimpan sang anak, di box bayi nya, karena baru saja sang anak menyusu sampai terlelap dalam tidur nya.


sedang kan giandra, ia duduk di sofa sambil mengerja kan pekerjaan, yg ada di dalam leptop nya.


walaupun giandra, engga masuk kerja, tapi ia masih mengerja kan pekerjaan nya di waktu luang nya, untung saja andra mengerti posisi nya.


Vina pun melihat ke arah sang suami, setelah meletak kan sang anak di bok bayi nya, ia pun menuju sang suami, yg terlihat serius mengerja kan pekerjaan nya, dengan kacamata yg bertengker di hidung mancung nya, dan juga leptop di pangkuan nya, Vina pun duduk di samping sang suami, ia menghela napas nya, dan menatap sang suami.


giandra pun menoleh sebentar ke arah sang istri, sambil tersenyum, lalu ia pun kembali pokus ke pekerjaan nya.


" mas.. ?? " ( Vina).


" iya sayang.. ?? " ( giandra) tanpa menoleh ke tah sang istri, ia masih pokus dengan pekerjaan nya.


" mas, besok kamu kerja aja, malu sama andra, karena lama ijin. " ( Vina) ia merasa tak enak kepada andra.


giandra pun menoleh ke arah Vina, ia menghela napas nya, ia tahu dengan perasaan sang istri.


" andra juga mengerti sayang, dengan posisi aku, aku ijin seminggu sayang, ini kan baru ke 4 hari, lagian senin juga aku udah masuk lagi, dan walaupun aku di rumah, aku masih kerja kan. " ( giandra) ia mengelus rambut sang istri.


" iya sih mas, tapi kan tetep beda, lagian aku juga udah baik baik aja, dan di sini aku juga ada mamah mas, jadi aman mas. " ( Vina) sambil menampil kan deretan gigi putih nya, dan berusaha meyakin kan sang suami.


giandra menghela napas nya,sambil membuka kacamata nya, ia menatap lekat sang istri.


" sayang, tenang aja aku bisa menghendel semua, lagian seminggu ini engga ada jadwal pertemuan yg terlalu penting, jadi aman sayang, makan nya aku berani minta ijin seminggu, karena aku sama andra, sudah memperhitung kan nya, jadi kamu jangan merasa engga enak ya, nah kalau minggu depan baru pekerjaan aku bakal sibuk, aku sengaja mengosong kan jadwal andra, karena aku merasa kamu bakal melahir kan, dan benar saha dengan insting aku, kalau kamu melahir kan. " ( giandra) ia tersenyum ke arah sang istri, yg telah menjelas kan panjang lebar.

__ADS_1


sedang kan Vina mengangguk angguk kan kepala nya, sebagai tanda mengerti, penjelasan sang suami.


" lagian aku juga kalau urgen pasti masuk lah sayang, dan aku juga engga akan khawatir sama kamu, karena kamu dan anak kita, ada yg jaga, yaitu mamah, paling.. ?? " ( giandra) ia menggantung ucapan nya.


" paling apa mas. " ( Vina) ia mengkerut kan kening nya, ia penasaran dengan kelanjutan , ucapan sang suami.


" paling aku bakal rindu berat sama anak kita.. ?? " ( giandra) sambil berbisik, ke telinga sang istri.


" sama anak nya aja nih kangen nya, sama istri nya engga. " ( Vina) sedikit merajuk.


" engga ah, kalau sama istri nya mah, susah di apa apa in.. ?? " ( giandra) sedikit menggoda.


Vina pun memanyun kan bibir nya, karena kesal dengan ucapan sang suami , membuat giandra gemas, ia mencubit pipi sang istri.


" sakit ih.. mas. " ( Vina) sambil memukul lengan sang suami.


" maaf.. maaf.. sayang.. ?? " ( giandra) ie mengelus pipi sang istri,yg tadi ia cubit.


Vina hanya menggeleng geleng kan kepala nya saja, saat mendengar ucapan sang suami.


" sabar ya mas, kan itu udah resiko kamu, lagian kalau yg bawah tinggal 36 hari lagi, engga akan kerasa ko mas. " ( Vina)


" kata siapa engga akan kerasa, justru kerasa lama sayang. " ( giandra) dengan menghela napas panjang nya.


" awas aja kalau mas jajan di luar, selama aku engga bisa nafkahi batin kamu. " ( Vina ) ia menatap tajam ke arah sang suami nya.


" iya engga lah sayang, mana ada aku harus jajan di luar, jangan kan 40 hari, dulu aja aku bisa mempertahan kan ke perjakaan aku, selama 20 tahun lebih bisa, apa lagi ini cuman 40 hari, engga ada apa apa nya sayang, dan mana mungkin aku berani jajan di luar, dengan wanita wanita penghibur, jiji sayang, udah di celup sama banyak lelaki. " ( giandra) ia bergidik ngeri.

__ADS_1


sedang kan Vina hanya bisa tersenyum mendengar penuturan sang suami.


" kamu lah yg membuka segel perjaka aku, begitu pun sebalik nya,kamu lah pengalaman pertama ku dan terakhir aku sayang, dan engga ada sedikit pun, di benak aku untuk mencari wanita lain untuk aku tidurin, paling satu sih, yg ada di pikiran aku untuk membantu, melepas kan hasrat aku. " ( giandra)


Vina membulat kan mata nya, setelah mendengar ucapan sang suami, ia menatap tajam ke arah sang suami.


" siapa mas, coba kata kan.. ?? " ( Vina) dengan tegas, dan berkacak pinggang.


" kamu juga tahu sayang,dan sering memakai nya ko, jadi bukan aku aja. " ( giandra)


Vina mengkerut kan kening nya, dan berusaha berpikir, sedang kan giandra hanya tersenyum melihat, raut wajah sang istri.


" mas ih, jawab siapa, jangan berbelit belit, belum juga kamu satu menit mengata kan kamu bisa tahan, tapi sekarang kamu malah bilang ada yg membantu kamu, untuk menuntas kan hasrat kamu, jawab mas.. ??" ( Vina) ia memukul dada sang suami, karena kesal, tak lupa air mata nya, meluncur ke pipi mulus nya, membuat giandra kalang ketir.


" sayang.. sayang.. jangan nangis dong.. ?? " ( giandra) ia memeluk tubuh sang istri, untuk menenang kan nya.


Vina tidak menjawab ucapan sang istri, ia hanya bisa menangis, membuat giandra merasa khawatir, ia membuat kan sang istri menangis, setelah mereda ia mereray peluk kan nya, dan menangkup ke dua pipi sng istri.


" sayang sudah ya jangan nangis, aku cuman bercanda ko, kamu tau siapa yg menuntas kan hasrat aku, masa kamu engga tau. " ( giandra)


Vina hanya menggeleng geleng kan kepala nya saja sebagai jawab ban, dengan hidung yg memerah, karena lama menangis.


" sabun sayang, kan kamu juga memakai nya. " ( giandra) sambil cengengesan.


" kamu mah ih.. ?? " ( Vina) ia memukul dada sang suami.


ha.. ha.. ha..

__ADS_1


" tenang aja sayang,engga akan ada yg indah, dan menggoda selain tubuh kamu itu, adik kecil aku ini hanya bangun, kalau deket sama kamu. " ( giandra)


Vina pun tersenyum, dan memeluk tubuh sang suami.


__ADS_2