
waktu sudah menunjuk kan pukul 07 malam, ciara pun menuju ke meja makan, bersama sang keponak kan.
" pada engga tau waktu ya al, engga omah sama opah kamu aja, mamah sama papah kamu juga belum pada pulang. " ( ciara) sambil duduk di kursi, dan sang keponak kan ia duduk kan di tempat duduk khusus bayi.
karena belum mengerti, dengan ucapan sang tante, al hanya mengangguk kan kepala nya, membuat ciara gemas, ia pun mengecup pipi gembul sang keponak kan , membuat al geli akan sentuhan ciara.
" Sus, kita makan bareng. " ( ciara)
" engga non, non duluan aja. " ( suster ) ia menolak karena, merasa canggung.
" engga ada penolak kan Sus, temenin aku ya. " ( ciara) dengan tegas.
akhir nya, sang pengasuh pun mengikuti, apa yg ciara ingin kan, dan mereka pun makan, di temani celotehan al.
" mam.. mam.. ?? " ( al)
" aduh, keponak kan tante mau mam. " ( ciara) ia pun menyimpan gelas yg sudah tandas.
" biar, saya aja non, yg memberi makan tuan kecil. " ( suster )
" lanjut kan aja Sus, acara makan nya, biar aku yg akan menyuapi keponak kan aku yg genteng ini. " ( ciara) dengan menampil kan senyum man nya.
" tapi non.. ." ( suster) ada rasa tak enak.
" engga ada tapi tapian Sus, kamu lanjut aja makan nya, itung itung aku belajar. " ( ciara) sambil cengengesan.
akhir nya sang pengasuh pun mengalah, dan melanjut kan makan nya.
di saat ciara sedang menyuapi sang keponak kan, ternyata andra dan kiara pulang.
" assalamu'alaikum. " ( andra dan kiara)
" waalaikumsalam.. ?? " ( ciara) dengan nada ketus.
" loh .. ?? de, kamu ada di sini. " ( andra) ia sedikit kaget, karena sang adik sudah ada di rumah.
" iya aku udah di sini ka, emang siapa lagi kalau bukan aku, ko kaget gitu. " ( ciara) masih mode ketus, dan tanpa melirik ke arah sang kaka ipar nya, tatapan nya, masih ke arah sang keponak kan, yg sedang ia suapin.
" iya jelas kaget lah de, orang kamu engga ngabarin mau pulang. " ( andra) ia duduk di samping sang adik.
" iya kan tadi nya mau surprise, eh malah di tinggalin , mamah sama papah malah pergi, terus punya kaka juga sama malah pergi, untung aja, ada keponakan aku yg ganteng ini , jadi nya engga membosan kan. " ( ciara) ia menatap ke arah sang kaka, tanpa banyak kata ia langsung memeluk andra.
andra pun tersenyum, dan ia juga membalas peluk kan sang adik.
" maaf ya de, kaka engga tau kalau kamu pulang. " ( andra)
ciara hanya mengangguk kan kepala nya saja, dan ia melepas peluk kan nya, ia menatap ke arah sang kaka ipar.
__ADS_1
" kaka ki, engga kangen gitu sama aku. " ( ciara) dengan wajah cemberut.
kiara pun tersenyum , dan andra bergeser kini kiara dan ciara pun berpeluk kan.
" adik kaka ini, padahal udah dewasa, tapi masih manja. " ( kiara) ia mengelus punggung ciara.
" iya engga apa apa, sebelum aku punya suami, dan punya anak, jadi aku mau manja manja dulu sama kaka aku, dan juga mamah dan papah juga. " ( ciara) ia mereray peluk kan nya.
" oh iya ngomong ngomong mamah sama papah kemana de. " ( andra) ia sambil mencomot tempe goreng, dan memasuk kan ke dalam mulut nya.
" kata nya ada urusan sebentar, tapi sampai sekarang papah sama mamah belum pulang, padahal baru se jam aku di rumah ini, papah sama mamah malah pergi. " ( ciara)
dengan tatapan kecewa.
" mungkin, urusan mamah sama palah sangat penting de, makan nya mamah sama papah ninggalin kamu. " ( kiara).
ciara hanya mengedik kan bahu nya, sebagai jawab ban.
" iya udah jangan marah ya, kan mamah sama papah pergi juga, karena ada kepentingan yg begitu mendesak. " ( kiara) ia berusaha menghibur sang adik ipar.
" mungkin. " ( ciara)
" iya udah jangan sedih sedih kan masih ada waktu untuk manja manja sama papah dan mamah nya. " ( kiara )
" iya sih. " ( ciara).
" emang kamu, mau menetap di sini de. "( andra) sambil memangku sang anak.
" betah, banget kamu, di negara orang mending kamu di sini aja de, engga usah balik lagi ke sana. " ( kiara)
" entah lah ka,untuk saat ini, aku masih betah di sana. " ( ciara)
akhir nya andra dan kiara pun, tidak bisa memaksakan kehendak nya, mereka pun mengalah, dan membahas yg lain.
berbeda di kediaman Hendra, sang punya rumah masih asyik dengan kegiatan nya.
" mas pulang yu.. ?? "( anita) ia mendongak kan wajah nya, dan menatap sang suami, yg masih betah rebahan.
" bentar lagi sayang. " ( Hendra)
anita hanya bisa menghela napas nya, ia tidak bisa berbuat apa apa, kalau sang suami belum menghendaki.
anita dari tadi tidak bisa lepas dari Hendra, ia hanya di beri waktu di saat shalat dan makan saja, selebih nya, yg begitu para pembaca pasti tau apa yg di lakukan oleh pasangan suami istri.
dret.. dret.. dret.
handphone Hendra pun berdering.
__ADS_1
" mas, ada tlpn angkat dulu mas. " ( anita)
dengan malas, Hendra pun mengambil handphone nya, dan melihat siapa yg menelpon nya, ternyata dari sang anak.
Hendra pun menekan tombol hijau.
" assalamu'alaikum pah. " ( andra)
" waalaikumsalam ndra. " ( Hendra)
" ada apa ndra. "( Hendra)
" papah ada dimana. " ( andra)
" papah lagi di apartemen, engga usah di jelas kan kamu juga mengerti, apa yg di lakukan papah sama mamah di sini. " ( Hendra)
ia tau dengan apa yg di lakukan, ke dua orang tua nya.
" ingat umur pah, masa bercocok tanam, dari siang sampai malam sih, awas nanti encok pah. " ( andra)
" kamu meragu kan, papah ndra. " ( Hendra)
" ha.. ha.. ha.. ? "( andra).
" tenang aja, stamina papah masih kuat, kamu aja pasti kalah. " ( Hendra)
" iya deh iya.. ?? " ( andra).
" iya udah ah, papah tutup dulu tlpn nya, bentar lagi papah sama mamah pulang. " ( Hendra)
" okey pah. "( andra)
" assalamu'alaikum.. ?? " ( Hendra)
" waalaikumsalam. "( andra)
Hendra pun, memutua kan sambungan tlpn nya, ia menyimpan handphone nya di atas nakas.
" sayang kita pulang, anak kita sudah menunggu. " ( Hendra) ia mengecup kening sang istri.
anita pun mengangguk dan ia pun bangun, sebelum ia menurun kan kaki nya, sang suami sudah menggendong nya.
" mas ih turunin. " ( anita)
" satu ronde lgi yang, aku akan bukti kan kalau stamina aku itu bagus. " ( Hendra) sambil menggendong sang istri, dan membawa nya ke kamar mandi.
" mas apa engga cukup, dari tdi kita begitu. " ( anita) ia memukul dada sang suami.
__ADS_1
" engga ada, kata bosan sayang, karena tubuh kamu itu candu buat aku. " ( Hendra)
anita pun hanya bisa pasrah, apa yg di lakukan sang suami, menolak pun percumah.