
kini sudah, menunjuk kan pukul 07 malam, kiara melengguh, ia pun mengerjap ngerjap kan mata nya.
" jam berapa ini, ko udah gelap gitu ya.. ?? " ( kiara) ia pun berusaha bangkit, tapi sebelum nya ka memindah kan lengan sang suami, setelah berpindah, kiara pun bangkit dan menekan saklar lampu, setelah itu ia pun menuju kamar mandi, di saat ia ke kamar mandi, terdengat suara adan, ia pun sekalian mengambil air wudhu, setelah selesai ia pun ke luar, dan melaksana kan kewajiban nya.
setelah selesai, ia pun memberes kan peralatan shalat nya, dan ia pun segera menuju ka arah dapur untuk memasak.
di saat ia sedang asyik memasak, tiba tiba ia di kaget kan dengan peluk kan di perut nya.
ia sedikit kaget, karena ia sedang serius memasak.
" mas.. ?? " ( kiara)
" apa.. ?? " ( andra) ia memeluk erat pinggang sangat istri, dengan erat, dan menyimpan kepala nya di ceruk leher sang istri.
" masak apa.. ?? " ( andra) .
" mau masak ayam balado, sayur nya, tumis buncis mas.. ?? " ( kiara)
" waw.. ?? itu mantap.. ?? " ( andra)
" iy sudah sekarang mas, nunggu di kursi ya, aku mau melanjut kan masak nya, kalau mas seperti ini, kapan kelar nya mas.. ?? " ( kiara).
" baik kalau begitu.. ?? " ( andra) ia pun melepas kan peluk kan nya, dan sebelum nya ia mengecup pipi sang istri.
kiara hanya menggelenh geleng kan kepala nya saja, ia merasa aneh dengan sikap sang suami.
beberapa menit kemudian, masak kan kiara sudah selesai, dan sudah tersaji di meja makan, ia pun duduk di sebelah andra.
seperti biasa kiara mengalas nasi untuk sang suami, setelah itu baru diri nya.
" mas kamu udah shalat.. ?? " ( kiara) ia menatap sang suami, menunggu jawaban sang suami.
andra hanya menggeleng gelang kan kepala nya saja.
" kenapa mas, belum shlat.. ?? " ( kiara)
" kalau shalat isya, kan waktu jua panjang, jadi nanti aja, pas aku sudah selesai makan, aku shalat.. ?? " ( andra) sambil menyuap kan nasi nya ke dalam mulut nya.
" kalau yg baik baik itu jangan di tunda tunda mas, langsung laksana kan.. ?? " ( kiara)
" iya bawel banget sih.. ?? " ( andra)
kiara hanya menggeleng geleng kan kepala nya saja, mendengar jawaban aang suami.
setelah itu, mereka pun makan, dalam diam, tak ada yg ke luar sepatah kata pun, hanya ada suara dentingan sendok saja.
beberapa menit kemudian, mereka pun selesai dengan acara makan nya.
__ADS_1
" aku shlat dulu.. ?? " ( andra)
" iya mas.. ?? " ( kiara)
andra pun menuju ke kamar nya, sedang kan kiara memberes kan meja makan.
setelah selesai, ia pun menuju kamar nya, dan ia melihat sang suami sedang pokus ke leptop nya.
" mas mau di bikin minum apa. ?? " ( kiara)
" bikin kopi hitam aja.. ?? " ( andra)
kiara pun, mengangguk kan kepala nya, dan kembali ke dapur.
selang beberapa menit, kiara menuju kamar nya, sambil membawa gelas yg berisi kopi, ia menaruh kopi tersebut di meja.
setelah itu ia pun mengambil leptop nya, karena ia mau mengecek email, yg masuk.
" serius banget sih.. ?? " ( andra)
kiara pun menoleh, ke arah zang suami.
" kamu engga ada niatan untuk berhenti kerja. ?? " ( andra)
" engga tau mas, belum ke pikiran.. ?? " ( kiara)
" karena mau ngapain aku di rumah juga.. ?? " ( kiara)
" iya kan bisa ngapain aja.. ?? " ( andra)
" nanti aja lah mas, kalau aku udah punya anak.. ?? " ( kiara) ia pun sama menutup leptop nya, karena sudah selesai.
" kamu bener mau punya anak.. ?? " ( andra) ia menatap lekat wajah kiara.
" iya mas, aku pingin punya anak, jadi di saat aku engga kerja, aku ada teman.. ?? " ( kiara)
" baik kalau begitu, kita bikin anak.. ?? " ( andra) ia pun menyimpan leptop nya, dan juga istri nya, di atas meja, setelah itu ia pun menggendong sang istri.
" mas lepas.. ?? " ( kiara) ia berusaha memberontak, tapi bukan andra nama nya, kalau ia tidak memaksa.
" dieum, nanti kamu jatuh.. ?? " ( andra)
akhir nya mau tidak mau kiara pun terdiam, ketika sudah si depan kasur, andra pun merebah kan tubuh aang istri secara perlahan.
ia menatap mata sang istri.
" boleh ya.. ?? " ( andra) ia pun makin lekat menatap mata kiara.
__ADS_1
kiara tau apa yg di ucap oleh sang suami, ia pun mengangguk kan kepala nya.
andra pun tersenyum, ia pun memulai permain nan nya.
" skip lagi aja ya, para pembaca pasti tau, apa yg di lakukan oleh pasutri ini...? ? "
berbeda di kediaman andra, giandra hati nya kini gelisah, tiba tiba ada sang mamah yg duduk di sisi nya.
" kamu kenapa bang.. ?? " ( fitri) ia mengelus bahu sang anak.
"mamah pasti tau, aku kenapa.. ?? " ( giandra)
" emang kamu, engga bisa melupakan dia nak, di luar sana masih banyak perempuan yg lebih cantik dari Vina.. ?? " ( fitri)
" aku juga mau nya begitu mah, tapi nama nya cinta, tidak bisa memilih mah. ?? " ( giandra)
" kamu harus berusaha nak, untuk melupa kan Vina, mungkin kamu bukan jodoh nya dia.. ?? " ( fitri)
" iya sih mah, aku pesimis aja mah, kalau ja jodoh aku, pasti ia akan balik lagi sama aku, kalau bukan aku berharap ada wanita pengganti Vina.. ?? " ( giandra)
" nah gitu dong, pesimis sayang, baru ini anak mamah. ?? " ( fitri) ia mengelus bahu sang anak.
" iya mah..?? " ( giandra)
" iya sudah kalau gitu kamu istirahat ya, besok kan kamu kerja.. ?? " ( fitri)
" iya mah, bentar lagi aku ke istirahat.. ?? " ( giandra)
" kalau gitu mamah ke atas duluan ya.. ?? " ( fitri)
" iya mah, selamat istirahat.. ?? " ( giandra) smbil tersenyum.
Fitri pun beranjak, dan menuju ke kamar nya.
sedang kan giandra ia masih betah di bangku taman, mulut nya bisa berkata seperti itu, tapi hati dan perasaan nya belum bisa, menerima wanita lain, karena nama Vina, masih tertanam di hati nya.
fitri berbicara seperti itu, karena ia tau dengan kisah sang anak, karena giandra menceritakan kejadian kemarin, di saat giandra akan menjemput Vina.
awal nya giandra engga akan memberi tahu sang mamah, tapi sang mamah memaksa nya untuk bercerita, akhir nya mau tidak mau giandra pun mencerit kan semua nya.
dari situ lah, fitri menyaran kan,giandra untuk mencari wanita lain, karena bagaimana pun fitri tidak mau giandra di sakiti, dan terlalu berharap,
" apa aku harus meluapkan Vina, dan membuka hati, untuk wanita lain.. ?? " (giandra) ia bergumam dalam hati.
" tapi hati aku, belum bisa menerima nya.. ?? " ( giandra)
giandra pun mengacak rambut nya, karena ia pusing harus mengambil sikap seperti apa, ia pun memutua kan untuk tidur saja, karena tubuh nya lelah, dan mengantuk, biar permasalahan nya di pikir kan besok aja.
__ADS_1