Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 319


__ADS_3

kini mobil andra pun sudah melaju ke luar dari supermarket, tanpa ada obrolan, hanya ada suara deru mobil.


sedang kan seli, sedang berusaha mencari alasan, untuk dekat dengan andra, tapi ia berpikir, gimana cara nya, setelah mendapat kan cara nya, ia pun tersenyum, dan menatap ke arah sepion, yg menampil kan wajah andra, yg begitu tampan.


" ya Allah ganteng banget sih, engga salah kalau aku jatuh cinta sama dia. " ( seli) ia berguman dalam hati.


" ehmptzz.. ?? " ( seli) ia berdehem .


andra hanya menoleh di kaca sepion, dan tatapan mereka pun bertemu, tapi andra langsung memutus kan kontak mata tersebut.


" tuan.. ?? " ( seli)


" iya ada apa sel. " ( andra) tanpa menatap ke arah seli, ia masih pokus menyetir.


" boleh tidak kita mampir dulu ke resto, soal nya saya lapar. " ( seli)


" boleh sel, tapi maaf aku engga bisa menunggu kamu, kamu pulang nya naik taksi aja, karena aku pingin cepet cepet pulang, sudah kangen sama anak dan istri aku. " ( andra)


ches..


hati nya begitu sakit, saat mendengar kata kata sang pujaan hati, yg sangat menusuk hati nya, tapi ia kembali menyemangati diri nya, untuk mengambil andra, dari istri nya, dan memiliki seutuh nya.


" gimana sel .. ?? " ( andra)


lamunan seli pun buyar, da menatap ke arah andra.


" ah, engga jadi tuan, saya mau langsung pulang saja, aku baru teringat kalau ada kerjaan yg harus cepat cepat selesai. " ( seli) ia mencari alasan, yg masuk akal.


" oh gitu ya. " ( andra)


" iya.. ?? " ( seli)


andra pun kembali pokus ke arah jalan, dan 15 menit kemudian, andra pun menepi kan mobil nya, di pinggir jalan.


" maaf sel, aku engga bisa mengantar pulang kamu sampai rumah, hanya depan komplek saja, seperti yg kamu dengar tadi, aku udah kangen sama anak istri aku. " ( andra)


seli menghela napas nya, tadi nya kalau andra mengantar diri nya sampai rumah, ia akan memaksa andra untuk masuk ke rumah nya, dan ingin berlama lama dengan andra, dan mengabaikan istri dan anak nya, tapi itu hanya angan angan saja.

__ADS_1


" sel.. ?? " ( andra) ia kembali memanggil seli, dan memutar kan tubuh nya, ke arah seli.


" ah.. iya tuan. " ( seli) ia tersentak kaget, karena ka sedang melamun.


" engga apa apa kan sel, aku berhentiin kamu di sini. " ( andra)


" ah, enga apa apa tuan, makasih banyak atas tumpangan nya, tuan hati hati di jalan nya. " ( seli) sambil menampil kan senyum manis nya.


" iya. " ( andra)


seli pun membuka pintu mobil, dan ke luar dari mobil andra, tanpa banyak kata andra pun meninggal kan seli, yg tampak kesal, melihat andra yg benar benar acuh terhadap diri nya.


seli mengepal kan tangan nya, dan ia bertekad akan mendapat kan andra.


" lihat saja ndra, sekarang kamu so jual mahal, tapi liat nanti kamu akan bertekuk lutut di hadapan aku, dan pasti kamu akan meninggal kan istri dan anak kamu. " ( seli) ia berbicara sambil berjalan, dan masuk ke arah perumahan.


seli tidak akan menyerah, justru ia makin tertantang untuk mendapat kan andra.


kini andra sudah sampai rumah, ia mermarkir kan mobil nya, setelah itu ia pun ke luar dari mobil nya, dan menuju ke rumah, untuk menemui sang istri, dan anak nya, tidak lupa ia menenteng pesan nan sang istri.


ia mencari keberadaan sang istri, dan anak nya,dan di saat itu ia pun berpapasan dengan sang asisten rumah tangga nya.


" iya bi, istri sama anak aku mana bi. " ( andra) ia menyerah kan martabak ke bibi.


bibi pun menerima nya.


" kalau aden kecil ada di kamar nya tuan, kalau nyonya sedang ada di kamar, mungkin nyonya sedang mandi. " ( bibi)


andra pun mengangguk dan menyuruh bibi untuk menyiap kan martabak , yg di pesan oleh sang istri.


sebelum ke atas ia pun menemui sang anak, sambil menyimpan pempes, punya sang anak.


cklek.


andra pun masuk, dan tersenyum saat melihat sang anak yg sedang bermain, di atas karpet bulu nya, sang anak seperti mengerti, ke datangan sang papah, ia pun tersenyum dan meninggal kan main nan nya, dan mengadah kan tangan nya, ke arah sang papah.


andra tersenyum, dengan tingkah sang anak, ia pun membuka jas nya, dan memberi kan pempes ke pengasuh, andra pun menggensong sang anak, dan mengecup pipi gembul sang anak, buka sekali tapi berkali kali, membuat sang anak tertawa.

__ADS_1


" aduh, papah kangen banget sama anak papah ini. " ( andra) ia pun menyudahi kecupan nya, dan menatap sang anak.


sedang kan sang anak akan tahu tatapan nya, ia pun tersenyum ke arah sang papah,dan mengusap usap pipi sang papah,membuat andra gemas.


" sayang papah mandi dulu ya, nanti kalau papah udah mandi, kita bermain lagi oke. " ( andra) ia kembali mengecup pipi gembul sang anak.


seakan tau ucapan sang papah, ia pun meminta turun, dan membiarkan bermain.


" Sus, saya ke atas dulu. " ( andra)


" iya tuan " ( pengasuh)


andra pun meninggal kan kamar sang anak, dan menuju kamar nya.


cklek


ia pun membuka pintu kamar nya, dan tidak lupa ia menutup pintu kamar nya.


ia tersenyum di saat mendengar, suara gemericik air di kmar mandi, andra segera membuka baju nya, hingga tak tersisa, ia pun masuk ke kamar mandi untung saja sang istri tidak mengunci nya, kalau di kunci mungkin ia tidak bisa mauk.


di saat ia masuk, ia sudah di suguhi, pemandangan yg begitu indah, yaitu tubuh sang istri yg begitu mempesona, membuat adik kecil nya bangun.


walaupun kiara sudah memiliki anak, tapi ia sangat terampil dalam merawat tubu nya, dan mengembali kan badan nya, seperti semula.


grep


andra pun memeluk tubuh asang istri, membuat kiara tersentak kaget, tiba tiba ada yg memeluk nya, dari belakang.


" mas ih, aku sampai kaget. " ( andra) ia memukul tangan sang suami, yg sedang berada di perut nya.


" kamu sih menggoda aku. " ( andra)


" menggoda gimana sih mas. " ( kiara)


" iya dengan membuka pakaian. " ( andra)


" astagfirullah mas, aku kan sedang mandi. " ( kiara) ia menepuk jidat nya, saat mendengar ucapan sang suami.

__ADS_1


" kamu ada ada aja mas,orang aku mau mandi, masa aku harus pakai baju, kamu nya aja yg main nyelonong masuk,udah tau aku lagi mandi,terus sekarang kamu mau apa,kalau mau mandi nunggu giliran " ( kiara) ia pun mereka peluk kan sang suami, tapi sayang andra tidak melepas kan, begitu saja.


ia malah asyik mengecup leher jenjang sang istri, dan memberi kan tanda cinta nya, kiara hanya bisa pasrah, di saat sang suami melakukan nya, ia tau keinginan sang suami.


__ADS_2