
kini Vina, menuju ke rumah orang tua nya.
" assalamu'alaikum.. ?? " ( Vina) ia pun duduk di sofa, dengaan wajah kacaw, sedang kan silvi dan angga hanya saling tatap.
" kamu kenapa.. ?? " ( silvi) dengan wajah datar nya.
" mah, mas giadra sudah tau semua nya.. ?? " ( Vina) ucap nya lirih.
silvi dan angga membulat kan mata nya karena ia kaget, dengan ucap pan Vina.
" maksud kamu giandra, pergi.. ?? " ( silvi)
Vina hanya mengangguk kan kepala nya saja.
" giandra pergi kemana.. ?? " ( silvi)
Vina hanya menggeleng kan kepala nya saja, dan memberi kan surat tersebut ke sang mamah.
silvi dan angga pun, mengambil surat tersebut, dan membaca nya.
setelah membaca surat tersebut,silvi dan angga menghela napas nya, dan menatap ke arah sang anak.
" terus, sekarang kita harus ngapain vin.. ?? " ( silvi)
" entah lah, aku juga bingung harus ngapain mah, pah.. ?? " ( Vina )
" gimana dengan perasaan kamu, di saat di tinggal oleh giandra.. ?? " ( silvi )
" terasa ada yg hilang mah,aku juga belum bisa memasti kan perasaan aku seperti apa mah.. ?? " ( Vina)
" kalau, udah gini gimana vin.. ?? " ( silvi)
Vina menunduk kan kepala nya, ia engga tau harus berbuat apa.
" sekarang kamu renung kan, ke saalahan yg kamu perbuat, itu tanda nya giandra masih memberi kan kamu ke sempat tan, mamah tau kalau giandra , masih mengharap kan kamu, ia hanya menghindari kamu, supaya merenung semua nya. " ( silvi)
" papah berharap, kamu memilih giandra, karena yg papah lihat, kalau giandra itu laki laki bertanggung jawab, yg papah lihat giandra, selalu buat kamu nyaman, dan dia juga penyembuh, di saat kamu terluka. ?? "( angga)
Vina pun membenar kan perkataan sang papah dan mamah.
" ingat, dan renung kan, kamu jangan salah mengambil ke putusan, bukan karena giandra sahabat dari anak mamah, tapi mamah melihat giandra mencintai kamu begitu tulus."( silvi) sambil beranjak dari sofa, karena ia masih kesal, dengan wajah sang anak.
__ADS_1
sedang kan hanya, menatap ke pergian sang istri yg masih jelas terlihat, ke kesal lan nya, ke pada sang anak.
angga pun berpindah duduk, di sebelah sang anak, ia pun memeluk sang anak, untuk mberi ke tenang ngan.
Vina pun masuk ke dalam peluk kan sang papah, ia menangis sejadi jadi nya, angga hanya membiar kan sang anak menangis, meluap kan ke sedihan nya, angga mengelus punggung sang anak, untuk memberi ke tenangan.
stelah sedikit reda, Vina pun mereka peluk kan nya.
" maaf, kan aku ya pah.. ?? " ( Vina) ia mendongak kan wajah nya.
" kalau minta maaf, jangan ke papah, tapi ke suami kamu nak, jangan kamu menyesal di kemudian hari,setelah kamu mengambil ke putusan. " ( angga)
" dulu, papah juga pernah berbuat ke saalahan sama mamah kamu, dan allhamdulilah nya, papah ke buru mnyadari, sedikit aja papah terlambat, papah akan ke hilangan kamu dan mamah kamu.. ?? " ( angga) ia menatap lurus, ia teringat masa lalu nya, yg menyakiti sang istri.
" sekarang kamu tidur, dan minta petunjuk ke pada Allah nak.. ?? " ( angga) sambil mengelus rambut sang anak.
" iya pah, aku boleh tidur di sini, aku kangen kamar aku.. ?? " ( Vina)
angga hanya mengangguk kan kepala nya saja, dan tersenyum.
" iya udah, kau ke atas dulu ya pah, papah juga istirahat.. ?? " ( Vina )
" iyaa sayang. ?? " ( angga)
angga mentap ke pergian sang anak, ia pun merebah kan ke sandaran sofa, dan memijit pelipis nya.
angga pun mengambil handphone nya, di atas meja, dan mencari nama giandra, stelah menemukan nya, ia pun langsung menekan tombol panggil, tapi tidak di angkat.
" apa, dia juga marah sama aku juga.. ?? " ( angga)
" atau engga dia lagi ke kamar mandi, aku coba lagi aja.. ?? " ( angga) ia pun menekan kembali, nomer giandra, dan pada akhir nya, giandra mengangkat nya.
" assalamu'alaikum pah.. ?? " ( giandra)
" waalaikumsalam.. ?? "( angga)
" ada, apa pah, maaf tadi aku habis shalat isya pah, ini baru beres shalat. " ( giandra)
" iya kak, maaf ya papah ganggu.. ?? " ( angga)
" engga ko pah, engga ganggu.. ?? " ( giandra)
__ADS_1
" kamu tau kan, maksud papah, menghubungi kamu.. ?? " ( angga)
" iya pah.. ?? " ( giandra)
" sekarang kamu dimana nak.. ?? " ( angga)
" tenang aja, papah engga akan bilang ko Vina, walaupun Vina anak papah, tapi papah engga membenar kan atas kelakuan dia nak,dan papah janji engga akan ngasih tau, keberadaan kamu ke pada Vina, kamu pegang janji papah, karena seorang lelaki sejati, tidak akan ingkar.. ?? " ( angga)
terdengat helaan napas, giandra.
" papah janji, engga akan memberirahu Vina. " ( giandra) ia kembali meyakin kan angga.
" iya papah janji.. ?? " ( angga )
" aku, sekarang lagi di surabaya pah, karena di cabang surabaya, engga ada yg pegang pah, jadi untuk sementara waktu aku mengganti kan posisi tersebut, sebelum ada pengganti nya, aku masih di sini kalau sudah ada pengganti nya, aku akan balik lagi ke sana pah.. ?? " ( giandra)
" terus ke putusan kamu, tentang rumah tangga kamu dan anak saya Vina, gimana.. ?? " ( angga)
" kalau aku ngikutin Vina aja pah, karena cinta itu, engga bisa di paksakan. ?? " ( giandra)
" aku juga, di surabaya mau menenang kan hati dan pikiran aku pah, semoga aku bisa menerima ke putusan yg nanti di ambil oleh Vina. " ( giandra)
" papah, berharap rumah tangga kalian, bisa baik baik saja nak, karena papah lebih percaya, menyerah kan Vina ke pada kamu, bukan ke pada fino. " ( angga)
" aku juga berharap, rumah tangga aku baik baik aja pah, karena jauh di lubuk hati aku pah, kalau aku masih sangat mencintai Vina pah, dia itu cinta pertama aku, tapi semua itu aku serah kan ke pada Vina pah, aku engga bisa memaksa Vina untuk mencintai aku pah.. ?? " ( giandra)
" kamu memang laki laki baik gi, papah dan mamah mendoa kan semoga rumah tangga kalian baik baik saja.. ?? " ( angga)
" amin pah, makasih atas doa nya, semoga doa kita terkabul kan.. ?? " ( giandra)
" amin.. ?? oh iya, orang tua kamu sudah tau, tentang masalah ini.. ?? " ( angga)
" belum pah, yg tau cuman andra, dan adik aku pah, terus papah dan mamah.. ?? " ( ginadra)
" sebisa mungkin, jangan sampai tau nak,papah takut mamah kamu membenci anak papah, itu hanya untuk sementara waktu, sebelum Vina benar benar memberi ke putusan.. ?? " ( angga)
" iya pah, aku akan usaha kan.. ?? " ( giandra)
" iya udah, kalau gitu papah tutup ya, assalamu'alaikum.. ?? " ( angga)
" waalaikumsalam.. ?? " ( giandra) ia pun menutup panggilan telpon nya.
__ADS_1
dan menyimpan handphone nya di atas nakas, ia pun merebah kan tubuh nya, karena tubuh nya, benar benar lelah.
" jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi ya, hati yang kau sakiti "