
kini waktu sudah menunjuk kan pukul 07 pagi, di ke diaman angga, mereka sedang sarapan, tapi haya angga dan silvi, sedang kan Vina belum turun.
" mah, ko anak kita belum turun ya. "( angga)
" mungkin dia masih tidur pah, karena mood wanita hamil itu berbeda beda pah. "( silvi).
angga hanya mengangguk kan kepala nya,sebagai jawab ban.
" nanti aja, setelah selesai sarapan aku ke atas pah, sambil membawa kan sarapan untuk Vina. "( silvi).
" iya mah, apa anak kita ke pikiran tentang kemarin ya mah, papah takut anak kita tertekan tentang ke jadian kenarin malam."( angga) dengan tatapan khawatir.
" mudah mudah han engga sih pah, kalau ke pikiran pasti lah pah, ke pikiran. "( silvi) ia tidak menampik, karena penolak kan fitri, membuat anak nya tertekan.
" tapi semoga aja, anak dan cucu kita baik baik aja. " ( silvi)
" amin mah, sekarang cepet kita selesai kan sarapan nya, terus kita liat ke atas. "( angga)
Silvi mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban.
mereka pun menyelesai kan sarapan nya, di saat mereka sarapan, ada suara langkah kaki, dan mereka pun menoleh, ternyata sang anak Vina, terlihat dari kantung mata nya, yg kurang tidur, Vina pun duduk di samping sang mamah.
" pagi mah, pah.. ?? "( Vina) ucap nya lirih.
" pagi juga sayang.. ?? "( silvi ) ia menatap ke arah Vina, sambil tersenyum.
" mah, pah, maaf ya, aku telat, karena semalam aku engga bisa tidur. "( Vina) sambil mengambil nasi goreng nya.
" iya engga apa apa nak, emang kenapa kamu engga bisa tidur. "( silvi)
" entah lah mah, aku juga bingung.. ?? "( Vina) sambil menyuap kan nasi goreng nya, ke dalam mulut nya.
" mah, vin, papah berangkat dulu ya, soal nya ada miting pagi. "( angga)
" iya pah.. ?? "( silvi dan Vina) secara bersamaan.
silvi mpun mengecup punggung tangan sang suami, dan angga mengecup kening sang istri.
setelah ke pergian angga, silvi menatap lekat, ke arah Vina.
" kamu, kenapa sayang, coba cerita kan sama mamah. "( silvi) dengan lembut.
Vina menghela napas nya, dan menatap ke arah sang mamah.
" mamah, pasti udah tau, aku kenapa, apa yg aku pikir kan mah. "( Vina) ucap nya lirih.
__ADS_1
" mamah tau nak, tapi kamu jangan terlalu banyak pikiran ya sayang, karena mamah takut terjadi apa apa dengan cucu mamah, dan juga kamu sayang. "( silvi) dengan tatapan khawatir nya.
" jadi mamah mohon sama kamu nak, mamah yakin kalau tante fitri akan merestui hubungan kalian, ia juga engga akan tega, kalau cucu nya tumbuh, tanpa ada kasih sayang, ke duaa orang tua nya "( silvi)
" iya mah, semoga baik baik aja mah, dan ada jalan ke luar nya. "( Vina)
" apa giandra, ada menghubungi kamu.. ?? "( silvi)
Vina menggeleng kan kepala nya, sebagai jawab ban.
" mungkin mereka, hanya membutuh kan waktu nak. "( silvi)
" mungkin mah.. ?? "( Vina) ia memasuk kan nasi goreng nya, ke dalam mulut nya, walaupun malas, tapi ia tidak boleh egois karena ada sang anak, di dalam perut nyanya, yg masih membutuh kan, asupan nutrisi.
" gimana pun ke putus san nya, mamah yakin kamu pasti bisa, kamu masih punya mamah sama papah nak. "( silvi) ia memberi kan semangat ke pada sang anak.
Vina pun memeluk ke arah sang mamah, ia menangis sejadi jadi nya, untuk menumpah kan ke gelisahan nya.
silvi mengelus punggung Vina, untuk menenang kan nya.
setelah sedikit reda, Vina pun mereray peluk kan nya.
" aku menyesal mah, atas ke bodohan aku, aku benar benar menyesal. "( Vina) ucap nya lirih.
" jangan pernah menyalah kan diri kamu sendiri nak,itu semua sudah suratan takdir, lepas kan nak, karena kamu harus melihat masa depan, bukan masa lalu ya sayang. "( silvi) ia menatap lekat wajah sang anak.
" kamu masih, punya dia ( mengelus perut sang anak) . "( silvi)
Vina mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban.
" cepet selesai kan sarapan kamu nak, kasian cucu mamah, di dalam perut kamu pasti ia sudah ke laparan "( silvi)
Vina melanjut kan makan nya, setelah menghabis kan nya, ia pun menghabis kan susu nya.
ia pun menuju ke luar, karena ia ingin menghirup udara segar.
di saat ia sedang di luar, ternyata ada mobil giandra, yang terparkir di garasi.
Vina pun tersenyum ia pun menemui giandra.
giandra ke luar dari mobil, sambil membawa paaperbage yg terlihat itu susu untuk ibu hamil, dan beberapa cemilan.
" assalamu'alaikum.. ?? "( giandra)
" waalaikumsalam.. ?? "( Vina) sambil menampil kan senyum manis nya .
__ADS_1
" gimana kabar kamu sayang.. ?? "( giandra)
" baik mas.. ?? "( Vina ) ia mengecup punggung tangan giandra .
" kabar anak papah gimana, sehat kan, engga rewel. "( giandra) ia mengelus perut Vina.
" baik papah.. ?? "( Vina) ia meniru kan suara anak kecil.
" syukur, kalau anak papah baik dan engga rewel . "( giandra) ia menampil kan senyum manis nya.
" nih, sayang.. ?? "( giandra) ia memberi kan paperbage yg ia bawa, ke pada Vina.
" makasih mas, padahal persediaan susu aku, masih banyak mas.. ?? "( Vina)
" engga apa apa sayang, kan bisa buat persediaan nanti, lagian masa kadaluarsa nya masih lama sayang."( giandra)
Vina pun mengangguk, dan membawa giandra masuk ke dalam.
mereka pun duduk din sofa, Vina menawar kan minum, tapi giandra menolak nya, karena perut nya masih kenyang.
" eh, ada nak giandra, kenapa engga di buat kan minum . "( silvi)
" engga usah tan, lagian aku ke sini engga akan lama, hanya mampir sebentar, mau melihat kondisi Vina dan anak yg dalam perut Vina tan. "( giandra)
silvi hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban.
" iya udah, kalau gitu tante pamit dulu ya nak, karena tante mau menyiram tanaman depan, yg sudah pada kering. "( silvi)
" iya tan, silah kan m. ?? "( giandra)
silvi pun meninggal kan, Vina dan juga giandra, sebenar nya itu hanya alasan aja, karena ia tau kalau Vina dan giandra, butuh waktu berdua.
giandra menatap ke arah Vina.
" maaf kan aku sayang, belum bisa meyakin kan mamah. "( giandra) dengan tatapan memohon.
" engga apa apa mas, aku mengerti, mungkin mamah butuh waktu, untuk menerima ini semua, yg penting buat akau sekarang, kamu akan ada di saat aku akan melahir kan. "( Vina).
" iya sayang, itu pasti, aku akan menemani kamu, tapi tenang sayang aku akan selalu meyakin kan mamah, supaya kita cepat dapat restu. "( giandra)
Vina hanya mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban.
" kalau gitu aku pamit ya sayng, soal nya aku mau kerja. "( giandra).
" iya mas, hati hati ya. "( Vina)
__ADS_1
giandra pun mengecup kening Vina, dan meninggal kan Vina.