Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 305


__ADS_3

pagi pun tiba, Vina mengerjap ngerjain kan mata nya, ia membuka mata nya secara perlahan, setelah terbuka semua,Vina oun mengkerut kan kening nya dan melihat sekitar, ternyata di bukan di kamar nya, Vina pun bangkit secara perlahan, dan menyandar kan tubuh nya.


" aku dimana, dan kenapa aku ada di sini.. ?? " ( Vina) ia bergumam dan bingung.


" sudah bangun sayang.. ?? " ( fino) dari arah kamar mandi, yg hanya melilit kan handuk nya.


Vina membulat kan mata nya, yg melihat fino ke luar dari kamar mandi, vina pun melihat tubuh nya, yg tidak memakai sehelai benang pun.


Vina baru teringat, kalau diri nya, setelah minum, tidak ingat apa apa lagi, Vina pun langsung menatap tajam ke arah fink, yg kebetulan sudah duduk di sisi nya.


" no, maksud ini semua apa.. ?? " ( Vina) ia berteriak, dan menaik kan selimut, sebatas dada.


" aku engga ada maksud apa apa vin, aku hanya ingin kamu di miliki aku seorang.. ?? " ( fino) ia akan mengelus pipi Vina, tapi segera di tepia oleh Vina.


" bajingan kamu vin, kamu tau kalau aku udah mau nikah, tinggal 2 hari lagi, sekarang kamu malah melakukan ini sama aku, salah aku apa no.. ?? " ( Vina) ia berteriak, histeris.


" aku benci sama kamu no.. ?? " ( Vina)


" ini jalan satu satu nya no, supaya kamu bisa aku miliki.. ?? " ( fino) ia berusaha mendekap Vina tapi lagi lagi Vina menghindar.


" kamu itu egois no, kamu yg berhianat, tapi di saat aku menjauh dari kamu, kenapa kamu malah melakukan ini no, kenapa.. ??" ( Vina) ia sedikit histeris.


" aku benci sama kamu.. ?? " ( Vina)


fino pun mendekap tubuh Vina, tapi Vina berusaha mereray peluk kan fino.


" lepas banjingan.. ?? " ( Vina) ia memukul dada fino.


tpi bukan melepas peluk kan nya, fino malah makin erat memeluk nya.


tapi Vina engga tinggal diam ia menggigit bahu fino, akhir nya fino pun melepas kan peluk kan nya.


vina pun mendorong tubuh fino sangat kuat dan membuat fino jatuh ke lantai.

__ADS_1


setalah itu Vina pun melilit ka tubuh selimut, untuk menutupi tubuh nya, lalu berjalan ke arah kamar mandi, sambil memunguti pakaian nya, yg berserak kan di lantay.


fino melihat, Vina memunguti pakaian nya ia pun mencegah nya.


" jangan pakai yg itu sayang, pakai yg baru aja,aku udah beli kan.. ?? " ( fino) ka sambil mengambil paper bage, yg berisi baju Vina.


Vina pun menoleh dan menatap tajam, ke arah fino.


" aku, engga sudu memakai pakaian yg kamu berikan bajingan.. ?? " ( Vina) sambil masuk ke dalam kamar mandi, dan membanting pintu nya sangat kuat.


fino hanya memejam kan mata nya, saat mendengar suara Vina membanting pintu, ia pun menghela napas nya, ia harus ekstra sabar, menghadapi sifat Vina, ini awal, mungkin akhir nya Vina akan pilih juga.


di dalam kamar mandi, Vina pun mengguyur tubuh nya, ia menangis, menyesali, anday saja ia mendengar kata mamah nya, kalau ia tidak boleh kemana mana, tapi ia tidak mendengar nya, mungkin tidak akan terjadi,ia juga berpikir, bagaimana dengan rencana pernikahan nya, yg akan di laksana kan dua hari lagi, semua keluarga akan kecewa terhadap nya.


Vina pun menggosok gosok kan tubuh nya, sampai memerah, ia jiji dengan tubuh nya.


hampir satu jam Vina di dalam kamar mandi, membuat fino khawatir, ia pun berinisiatif untuk mengetuk pintu.


" vin.. vin.. ?? " ( fino) ia terus mengetuk pintu kamar mandi, tapi tidak ada sahutan, membuat hati fino khawatir, ia terus mondar mandir di depan pintu.


" kamu engga apa apa.. ?? " ( fino) dengan nada khawatir, dan melihat wajah Vina yg sudah pucat.


" kamu bilang aku engga apa apa, aku kaya gini karena kamu bajingan.. ?? " ( Vina)


" vin, aku lakuin karena aku engga mau ke hilangan kamu, aku cinta sama kamu.. ?? " ( fino)


" perasaan yg kamu rasa kan bukan cinta, tapi obsesi.. ?? " ( Vina) ia pun menuju ke meja rias untuk mengering kan rambut nya, karena engga mungkin ia ke luar dengan rambut basah.


fino hanya melihat gerak gerik Vina.


selang beberapa menit, Vina pun selesai, ia pun buru buru mengambil tas nya, dan ia melihat tas nya, yg berisi handphone, dompet, dan kunci mobil nya, yg berada di samping tas nya.


tanpa berpamitan, vina langsung pergi meninggal kan fino, tapi sebelum sampai pintu, tangan Vina di cekal oleh fino, Vina berusaha menepia cekalan fino, mungkin karena diri nya sudah lemah, cengkraman tangan fino, tidak bisa terlepas.

__ADS_1


" lepas bajingan.. ?? " ( Vina )


" aku engga akan melepas kan, aku akan mengantar kamu ya, kamu ini lemah, dan aku akan bilang kepada orang tua kamu, aku akan bertanggung jawab vin, atas apa yg aku perbuat.. ?? " ( fino) dengan tatapan memohon.


" aku engga sudi, lebih baik aku mati kalau aku harus menikah dengan kamu bajingan.. ?? " ( Vina) ia masih berusaha melepas kan genggaman tangan fino, dan akhir nya bisa terlepas juga, Vina buru buru pergi dari kamar laknat tersebut, tanpa mempeduli kan teriakan fino.


sedang kan di kediaman Vina, silvi merasa khawatir, karena tadi pagi ia ke kamar sang anak, tapi tidak menemukan Vina ia bertanya kepada asisten rumah tangga, dan satpam.


ternyata Vina belum balik dari tadi malam, membuat khawatir, ia pun segera menghubungi giandra, dan tak berselang lama, giandra dan fitri, datang .


" assalamu'alaikum.. ?? " ( fitri dan giandra )


silvi yg mendengar suara, ia pun mendongak kan wajah nya, dan menatap fitri dan juga sang calon menantu.


" waalaikumsalam.. ?? " ( silvi dan angga)


fitri dan angga pun langsung duduk di sofa, sedang kan fitri ia duduk di sisi silvi untuk mengenang kan nya.


" sabar ya, Vina pasti baik baik aja.. ?? " ( fitri) ia memeluk bahu silvi, dan mengelus punggung sang sahabat, sekaligus calon besan.


"tapi aku khawatir fit, takut terjadi apa apa. ?? " ( silvi)


" kita berdoa, semoga Vina baik baik aja.. ?? " ( fitri)


silvi hanya menjawab dengan angguk kan saja, setelah hati nya tenang, silvi pun mereray peluk kan nya.


kini melihat sang calon ibu mertua tenang, giandra pun mulai berbicara.


" emang Vina ijin kemana bu..?? " ( giandra ) "


" Vina ijin nya mau ke temuan dengan teman nya engga akan lama, bilang nya gitu.. ?? " ( silvi)


giandra menghela napas panjang nya, mendengar ucapan sang calon mertua,ia khawatir kepada sang calon istri, yang tidak tau kabar nya sekarang bagaimana.

__ADS_1


di saat mereka berusaha meneng kan silvi, tiba tiba ada yg mauk ke rumah silvi, mereka pun mendongak kan wajah nya, dengan mata berbinar,


" .. !!


__ADS_2