
giandrab pun kini sudah berada ada di kantor, berbarengan dengan andra, yg baru masuk lobi.
" bang.. ?? " ( andra) seperti biasa kalau di luar, ia selalu menghormati kaka ipar nya, dengan memanggil nya abang, lain lagi kalau mereka lagi berdua, atau dekat dengan para istri, pasti nama panggilan mereka pun berubah.
giandra pun menoleh ke arah andra, dan tersenyum.
" baru datang.. ?? " ( giandra)
" iya, maaf ya bang ganggu waktu abang, habis nya aku engga bisa mengandalkan kan yg alin selain abang. " ( andra) terlihat wajah bersalah.
" it's oke, santay aja, lagian kan pertemuan ini sebentar, aku bisa pulang lagi.. ?? " ( giandra) ia sambil memukul bahu sang adik ipar.
" thank ya bang, sekali lagi maaf. " ( andra)
tanpa banyak berkata giandra pun membawa andra untuk masuk ke dalam lif, menuju ke ruang ngan mereka.
sedang kan para karyawan saling berbisik membicara kan sang CEO dengan asisten nya, yg merangkap sebagai kaka ipar nya.
" aura hot dedy nya ke luar ya, gue sungguh ingin memiliki di antara mereka. " ( karyawan 1)
" uh.. ?? ngarep luh. " ( karyawan 2 ) sambil meniyor kening teman nya.
" iya kali aja, ucapan adalah sebuah doa. " ( karyawan 1 ) sambil menatap sinis ke arah teman nya.
" jangan terlalu berharap, nanti nya kamu bakal jatuh, liat mereka itu tipe tipe laki laki setia, engga mungkin mereka melirik kita, yg hanya bubuk renginang. " ( karyawan 2 )
" iya kali aja, ada setan lewat dan berbisik untuk selingkuh, kan siapa tau. " ( karyawan 1 )
teman nya hanya menggeleng geleng kan kepala atas ucapan teman nya, yg sudah ngelantur, ia pun memilih bergegas menuju ruangan nya, ketimbang mendengar ucapan teman nya, yg wngga ada akhlak.
" eh.. tunggu kamu mau kemana. " ( karyawan 1 )
tapi sayang, teman nya tak menghirau kan teman nya, tanpa menoleh sedikit pun ke arah diri nya, ia sedikit sebal dan menghentak kan kaki nya,ia pun mengikuti langkah teman nya.m, sambil ngedumel, karena tak Terima dengan kelakuan teman nya.
kini giandra sedang menyiap kan, bahan bahan untuk miting, sekalian ia mengecek takut takut ada yg salah, begitu pun dengan andra, yg sedang menyiap kan bahan bahan miting nya, dan mengecek nya.
__ADS_1
tok.. tok.. tok..
" masuk.. ?? " ( andra) ia sesikit berteriak.
datang lah sang asisten nya, selain giandra, andra pun mempunyai asiaten untuk mengatur jadwal nya, walaupun masih ada campur tangan giandra.
" maaf pa, bentar lagi kita berangkat, takut nya di perjalanan macet, makan nya, sebelum itu terjadi,kita pergi sekarang pa. " ( ali) dengan membungkuk hormat.
andra pun mengarah ke arah ali, dengan isyarat mengangguk kan kepala nya saja.
andra pun memberes kan berkas, dan memberi kan nya kepada sang asisten, ia pun beranjak dari tempat duduk nya, dan menuju ke arah parkiran, tidak lupa di ikuti oleh sang asisten.
mereka pun berangkat ke tempat yg sudah di tentu kan, dan benar saja dia terjebak macet, untung waktu yg di tentu kan masih lama, sekitar satu jam setengah, jadi ia tidak terlalu panik dan was was.
hampir memakan waktu satu jam setengah, akhir nya mereka pun sampai, dengan tepat waktu, andra menghela napas nya, karena ia benar benar takut terlambat , tapi pada akhir nya ia bisa bernapas lega, karena ia mereka tidak terlambat, andra pun masuk ke dalam resto VIP, yg di tentu kan.
ia pun langsung duduk, sambil menunggu klayen nya, ia melihat email yg masuk.
cklek.
andra pun tersenyum ke arah, rekan kerja nya, hendphone nya langsung di masuk kan dalam saku jas nya, ia pun berdiri dan beejabat tangan, seperti biasa nya, tapi andra terasa risih, dengan tatapan asisten dari rekan kerja nyanya, yg menatap genit.
mereka semua duduk, dan tak lama pelayan pun datang, sambil menenteng buku menu makan nan, mereka pun pesan makan nan ringan saja, karena kebetulan mereka sudah sarapan.
sambil menunggu makan nan, mereka pun memulai miting nya, ali merasa jengah saat menatap ke arah asisten kelayen nya, yg menatap sang bos, penuh dengan damba.
" dasar ulat bulu, harus siaga nih.. ?? " ( ali) ia menatap intens ke arah sang asisten, dan berucap dalam hati.
5 menit kemudian, pesan nan mereka pun datang.
sambil miting mereka pun sambil mengambil dengan minum, dan memakan makan nan ringan, yg mereka pesan.
hampir memakan waktu 3 jam, akhir nya mereka pun selesai, dengan sepakat bekerja sama.
" semoga berjalan lancar ya tuan, kerja sama kita. " ( andra) sambil berjabat tangan.
__ADS_1
" iya tuan, amin.. ?? itu yg di harap kan oleh kita. " ( gio) menerima jabatan tangan andra.
di saat terlepas, sang asisten gio ingin berjabat tangan dengan andra, tapi sayang andra, malah menangkup ke dua tangan nya.
" maaf bukan muhrim. " ( andra) sambil tersenyum ramah, membuat sang asisten cemberut, berbeda dengan ali yg tersenyum, dan mentertawa kan kelakuan asisten dari klayen nya.
" awas aja, kamu pasti akan bertekuk lutut di kaki aku, sekarang kamu boleh jaim, kita tunggu tanggal main nya. " ( seli) ia bergumam dalam hati.
" kalau gitu saya permisi tuan, masih ada pekerjaan yg harus saya kerja ka . " ( andra ) ia tersenyum ke arah gio.
" iya silah kan, karena saya juga sama masih banyak pekerjaan di kantor. " ( gio)
" baik kalau begitu saya pamit, tentang pembahas dan berikut nya, nanti saya atur kembali jadwal nya, tentu nya di waktu luang anda. " ( andra)
" oke, saya tunggu jadwal berikut nya. " ( gio)
andra dan ali pun membungkuk kan badan nya, tanda hormat ke pada gio, gio pun sama melakukan hal tersebut.
setelah andra dan ali pergi, kini tinggal lah gio dengan sang asisten.
gio melirik ke arah seli.
" aku perhati kan kamu, seperti tertarik dengan andra. " ( gio)
" ko bos tau. " ( seli) ia tidak merasa ta ggung, karena ia sangat akrab dengan sang bos, makan nya ia tidak canggung kalau membahas hal hal pribadi kepada sang bos.
" iya tau lah, dari tadi kamu melirik andra. " ( gio)
ha. ha.. ha..
" tapi sayang, andra tidak melirik kamu. " ( gio) dengan nada mengejek.
" tenang saja, ini baru permulaan, nanti juga ia bakal kelepek kelepek , ia akan bersujud di kaki aku, untuk menjadi milik nya. " ( seli)
" jangan mimpi sejauh itu sel, nanti kalau kamu jatuh,sakit banget sek. " ( gio)
__ADS_1
" kamu meremeh kan kemampuan aku. " ( seli) ia beeucap dengan bangga.
" terserah kamu sel, aku engga akan ikut campur urusan kamu, yg penting aku sudah mengingat kan kamu." ( gio ) sambil beranjak dari duduk nya, dan meninggal kan seli, yg masih duduk.