Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 342


__ADS_3

waktu sudah menunjuk kan pukul tujuh pagi, mereka sedang bersiap siap untuk sarapan, sebelum ke bawah pasti saja ada drama, yg di lakukan oleh sang anak.


siapa lagi kalau bukan anak semata wayang andra dan juga kiara, sang anak engga mau mandi, di saat kiara mau membawa al ke kamar mandi, sang anak nangis kejer.


andra juga kiara pun, tidak tega, akhir nya mereka pun memutus kan untuk ke bawah, menuju ke meja makan, di sana sudah berkumpul.


" loh, kenapa cucu omah belum mandi, biasa nya udah wangi. " ( anita) ia mengambil al dari gendongan sang menantu.


" biasa mah, banyak drama ia engga mau mandi, di saat ia masuk ke kamar mandi , ia malah nangis kejer. " ( kiara) sambil mengambil kan sarapan untuk sang suami.


" aduh, ko ganteng ganteng engga mau mandi sih. " ( ciara) ia mengecup pipi gembul sang keponak kan.


" iya udah kamu makan aja nak, biar urusan al mamah aja. " ( anita)


kiara hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban, karena walaupun dia membantah tetap saja sang mertua, bersi keras dengan pendirian nya.


kiara juga melihat kalau, sang mertua sudah menyelesaikan sarapan nya.


anita pun, membawa al ke taman belakang, sekalian berjemur dan juga di beri makan.


" ka.. ?? " ( ciara) ia menatap ke arah kiara.


kiara pun mendongak kan wajah nya, dengan tatapan bingung, karena kiara takut kalau ciara memanggil suami nya.


" kamu manggil kaka atau istri kaka. " ( andra) ia menengahi, karena ia tau kalau sang istri sedang bingung.


" aku memanggil ka kiara. " ( ciara)


andra pun melanjut kan sarapan nya, sedang kan kiara menatap ke arah sang adik ipar.


" ada apa de. " ( kiara)


" kita shoping yu. " ( ciara)


kiara pun menatap ke arah sang suami, andra tau dengan tatapan sang istri, ia pun tersenyum dan mengangguk kan kepala nya, ia memperboleh kan sang istri untuk pergi dengan sang adik, ia memberi kan waktu luang untuk sang istri, walaupun hanya sekedar pergi ke mal.

__ADS_1


" terus al gimana mas, engga mungkin aku bawa. " ( kiara) dengan tatapan bingung.


" biar al, sama mamah aja sayang, banyak kin aja stok asi. " ( andra)


" tapi mas aku takut ngerepotin mamah. " ( kiara) ada rasa tak enak.


" engga akan sayang, aku yakin mamah bakal seneng, apa lagi pawang nya engga ada di rumah. " ( andra)


" ehem.. ?? " ( Hendra ) ia berdehem, sedari tadi ia hanya menjadi pendengar, tapi di saat menyangkut diri nya,ia pun berdehem.


sedang kan andra hanya cengengesan, dan menggaruk tengkuk nya, yg tidak gatal.


" bener kan pa, kalau papah engga akan ada di rumah, jadi pasti di rumah sepi, mamah engga ada temen, mending mamah di temenin sama cucu nya. " ( andra ) ia berusaha membujuk sang papah.


" bilang aja sama mamah kamu. "( Hendra ) ia pun meminum air putih, sampai tandas, setelah itu ia berpamitan kepada sang anak dan juga menantu nya, sebelum berangkat ia menemui sang istri yg sedang berada di taman belakang, ia melihat sang istri yg sedang menyuapi sanh anak dengan telaten.


" sayang.. ?? " ( Hendra)


anita pun mendongak kan wajah nya, dan menatap ke arah sang suami, ia tersenyum dan berdiri.


" sayang, mas berangkat ya. " ( Hendra) ia mengecup kening sang istri.


" iya mas, hati hati. " ( anita) ia mengambil telapak tangan sang suami, untuk ia kecup.


" oh iya sayang, nanti menantu kamu bakal minta ijin untuk pergi shoping, menemani ciara, apa kamu bakal mengijin kan nya, dan mau menjaga cucu kita. " ( Hendra)


" dengan senang hati mas, aku akan menjaga cucu ku, mumpung ia ada di sini, kalau minggu depan cucu kita bagian di rumah mas doni, makan nya aku puas puas sin, untuk mengurus cucu ku mas, mas juga engga ada, ciara juga engga ada, pasti aku jenuh. " ( anita)


" iya udah kalau itu kemauan kamu sayang, kalau gitu mas pergi ya, udah siang. " ( hendra)


anita hanya mengangguk kan kepala nya saja sebagai jawab ban.


" maaf ya mas, aku engga bisa mengantar kamu ke depan. " ( anita)


" engga apa apa sayang, kamu lanjut kan saja menyuapi cucu kita. " ( Hendra) ia mengelus ubun ubun sang istri, yg di balut oleh hijab.

__ADS_1


Hendra pun meninggal kan sang istri, dan menuju ke luar, tapi di saat ia keluar dari taman ia berpapasan dengan sang anak juga menantu nya.


" papah udah bilang, sama mamah, mamah kamu setuju, tapi biar lebih ap'dol kalian yg minta ijin sama mamah kalian. " ( Hendra)


andra dan kiara hanya mengangguk kan kepala nya saja sebagai jawab ban, mereka pun menghampiri anita yg sedang menyuapi sang anak.


" mah.. ?? " ( andra)


anita pun menoleh dan tersenyum, ia tau apa yang akan di ucap kan oleh andra.


" pergi lah nak, cuci mata sana, biar kan al, bersama mamah. " ( anita)


" tapi mah, apa engga merepotin mamah. " ( kiara) ada rasa tak enak.


" engga sama sekali sayang. " ( anita) sambil menampil kan senyum manis nya, ia berusaha meyakin kan menantu ke sayangan nya.


" tuh kan sayang, apa yang aku bilang, bener kan kalau mamah pasti tidak keberatan menjaga cucu nya. " ( andra)


" iya tapi jangan keseringan juga mas. " ( kiara) ia mendelik ke arah sang suami.


" iya udah sana kalian bersiap siap saja, tenang aja masalah al, aman sama mamah, asal stok asi harus banyak. " ( anita)


" iya mah, kalau masalah asi, stok nya masih ada, pasti cukup sampai nanti sore, tapi mamah engga apa apa, aku repotin. " ( kiara) ia kembali meyakin kan sang ibu mertua, sebelum berangkat.


" nak kenapa kamu engga yakin gitu, tenang aja mamah masih kuat ko, untuk menjaga cucu mamah. " ( anita)


" eh.. ?? bukan itu mah, maksud aku takut nya waktu istirahat mamah ke ganggu. "( kiara) ia merasa tak enak, karena mamah mertua nya, salah paham.


" engga sama sekali, lagian ada yg bantu mamah , kan al, ada pengasuh nya, jadi kalau mamah lelah, mamah bisa memberi kan al ke pengasuh nya.


" iya udah kalau gitu aku pamit ya mah. " ( kiara) ia mengecup punggung tangan sang ibu mertua.


" hati hati nak, bersenang senang lah, masalah al aman, cuci mata sana kali aja liat cowo ganteng. " ( anita) ia menatap jail ke arah sang anak.


andra membulat kan mata nya, ia tidak menyangka kalang sang mamah akan mengatakan itu.

__ADS_1


" kalau tujuan nya seperti itu aku engga akan mengijin kan, lebih baik kamu di rumah, mengasuh al. " ( andra) dengan tegas.


__ADS_2