Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 335


__ADS_3

" pa.. pa .. " ( al ) sambil menepuk nepuk pipi sang papah.


andra yg merasa terusik ia pun membuka mata nya, dan tersenyum ke arah sang anak, yg sedang memukul pipi nya.


" kamu dah bangun nak. " ( andra) dengan suara serak nya, khas bangun tidur.


seperti mengerti, sang anak hanya mengangguk angguk kan kepala nya.


" lucu banget sih, anak papah " ( andra) ia mengecup pipi gembul sang anak, dengan gemas, membuat sang anak tertawa.


merasa terganggu dengan suara tawa sang anak, kiara pun membuka mata nya, dan pertama yg ia lihat, yaitu sang anak yg sedang bercanda dengan papah nya.


andra pun menyadari kalau istri nya, sudah bangun ia pun tersenyum, dan mengecup kening sang istri.


" pagi sayang. " ( andra)


" pagi juga mas. " ( kiara) ia pun memeluk lengan sang suami, sambil mata nya tertutup, karena rasa kantuk.


" masih ngantuk sayang . " ( andra)


kiara hanya mampu menjawab dengan angguk kan saja, karena mata nya susah di buka.


" pasti kamu lelah ya sayang, maaf ya semalam maa sangat bernafsu banget. " ( andra) ada sedikit rasa sesal, karena ia menggempur sang istri, sampai larut malam, membuat sang istri kelelahan.


" engga apa apa mas, sudah kewajiban aku, untuk melayani kamu, jadi jangan merasa bersalah gitu. " ( kiara) ia berbicara, mata nya masih terpejam, walaupun ia tidak melihat, tapi ia bisa merasa kan kalau sang suami, merasa bersalah.


" makasih sayang. ?? " ( andra) ia kembali mengecup kening sang istri.


tak ada jawab ban, dari sang istri, hanya terdengar dengkuran halus, andra tersenyum dan ia pun bangkit ke kamar mandi, untuk membasuh wajah nya, bukan hanya wajah nya, tapi wajah sang anak pun ia basuh, setelah selesai, ia pun membawa sang anak ke luar, ia tidak mau mengganggu sang istri yg lagi beristirahat, ia menjadi suami pengertian, karena hari ini, hari libur, ia pun membiar kan sang istri beristirahat, dan menjaga sang anak.


karena kalau di hari biasa, ia tidak banyak waktu untuk menjaga sang anak, ia pun turun dari tangga, dan melihat sang mamah dan papah, lagi sarapan, andra pun menuju ke meja makan.


" sini nak. " ( anita) ia pun mengambil alih sang cucu.


sang cucu ia tempat kan di kursi khusus bayi.


" cucu omah, kita makan ya. " ( anita)


andra pun mengisi piring nya, dengan nasi, beserta lauk pauk nya.


" oh iya ndra, kiara mana. " ( anita) ia baru menyadari kalau menantu nya, tidak ada, saking asyik nya menyuapi aang cucu.


" kiara masih tidur mah, mungkin ia kelelahan mah. " ( andra) dengan dingin nya ia berucap, tidak lupa ia memasuk kan nasi beserta lauk pauk nya.

__ADS_1


" pasti, kamu yg membuat menantu mamah kelelahan. " ( anita) ia menatap sang anak, penuh dengan selidik.


andra hanya mengedik kan bahu nya, sebagai jawab ban.


" kamu itu ndra, jangan menggempur kiara habis habis san, kasian tau. " ( anita) ia menasehati sang anak.


" kaya yg engag pernah muda aja. " ( andra) sedikit mengejek.


" iya, tapi engga segitu nya, kasian ndra, apa lagi ia harus mengurus al, yg mulai aktif, pasti tenaga nya terkuras habis,yang mamah lihat,walaupun ada pengasuh,tapi kiara masih berperan banyak untuk menjaga al." ( anita)


" iya mah, bakan jarang sekali, al tidur dengan pengasuh nya, terkecuali kalau aku sudah membujuk nya, baru ia mau membiar kan al, tidur dengan pengasuh nya. " ( andra)


" bagus itu ndra, berarti kiara itu ibu yg baik. " ( hendra) kini ia ikut menimbrung.


" aku akui, kalau kiara itu ibu yg sangat baik, tapi aku juga butuh pah, di manjain sama dia. " ( andra)


" kamu itu udah tua, engga usah manja manja, sekarang giliran anak kamu, yg di perhatiin sama kamu, dan kiara. " ( Hendra)


" papah ko gitu, kaya engga ngerasain aja, kalau aku juga ingin di manja sama istri. " ( andra)


" papah juga ingin di perhatiin sama mamah kamu, tapi papah tau waktu. " ( Hendra) ia sedikit membela diri nya.


" iya gitu mah. " ( andra) ia menatap sang ibu.


" ha. ha.. ha.. ? " ( andra) ia mentertawa kan sang papah.


sedang kan Hendra hanya menggaruk tengkuk nya yg tidak gatal, karena ia salah tingkah, ketahuan bohong nya.


" mana ada papah mengalah, orang papah sama kaya kamu, malah lebih . "( anita)


lagi lagi andra tertawa, ia menatap sang papah dengan tatapan mengejek.


" mesih mending papah manja sama mamah, kalau papah manja nya sama perempuan lain gimana. " ( Hendra)


anita langsung menatap tajam ke arah Hendra, membuat Hendra bergidik ngeri.


" udah, yu sayang kita ke berjemur, buat apa kita di sini mendengar obrolan mereka yg engga bermutu. " ( anita)


ia pun mengelap mulut sang cucu, lalu pergi ke taman belakang untuk berjemur, sedang kan sang anak, dan juga suami nya, melanjut kan makan.


setelah selesai sarapan Hendra, menemui sang istri, di taman belakang sedang kan andra menuju ke atas untuk menemui sang istri.


" bangun kan dulu istri kanu ndra, setelah makan, dia boleh tidur lagi. " ( Hendra) sebelum beranjak dari kursi, andra hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban.

__ADS_1


andra pun menuju ke kamar nya.


klek


pintu pun terbuka, dan terlihat sang istri, masih tertidur pulas, andra pun tersenyum, dan ia duduk di samping sang istri, dan mengusap pipi sang istri.


" sayang bangun. " ( andra) sambil mengecup pipi sang istri, ia membangun kan sang istri penuh dengan kasih sayang.


kiara pun mengerjap kan mata nya, dan membuka mata nya perlahan.


kiara tersenyum, mana kala melihat sang suami.


" bangun sayang, sudah siang, sarapan dulu yu. " ( andra) ia mengelus pipi sang istri


" jam berapa mas. " ( kiara) dengan suara serak nya, khas bangun tidur.


" udah mau setengah sembilan sayang. " ( andra)


kiara membulat kan mata nya, ia kaget karena mendengar ucapan suami nya.


" apa mas.. ?? "( kiara) ia langsung bangun.


" kenapa sayang. " ( andra )


" ko, kamu baru bangunin aku sih mas. " ( kiara)


" aku engga tega sayang, ngebangunin kamu yg terlihat pulas. " ( andra)


kiara pun hanya menghela napas nya, dan mencari sang anak, andra tau dengan pemikiran sang istri.


" al, lagi berjemur sama mamah. " ( andra)


" aduh mas, aku malu,apa nanti kata mamah sama papah, bangun siang gini. " ( kiara)


" mamah, pasti mengerti sayang, udah yu kita mandi bareng. " ( andra)


" engga ah, takut. " ( kiara)


seperti tau yg di maksud dengan sang istri, andra pun tersenyum, dan mengangkat tubuh sang istri, dan membawa nya ke kamar mandi.


" cuman mandi sayang, mas janji. "( andra)


kiara hanya bisa pasrah, dan percaya atas ucapan sang suami.

__ADS_1


__ADS_2