Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 325


__ADS_3

waktu sudah menunjuk kan pukul 07 pagi, andra sedang bersiap siap untuk pergi ke kantor, ia sudah memakai baju kantor nya, sedang kan kiara, sedang memakai kan baju sang anak.


setelah mengurus bayi besar nya, kini kiara beralih mengurus bayi kecil nya.


andra tidak mau kalah, kiara harus mengurus keperluan andra, bukan hanya menyiapkan baju, tapi memakai kan pun harus kiara.


kiara engga pernah mengeluh, justru ia senang, karena sang suami tergantung ke pada diri nya.


" aduh, anak papah udah ganteng. " ( andra) sambil mengecup pipi gembul sang anak.


" iya, dong pah, aku engga mau kalah dari papah, aku juga harus keren,dan harus lebih tampan dari papah. " ( kiara) ia meniru kan suara anak kecil.


" kalau itu, jangan di tanya, anak papah ini sangat tampan. " ( andra)


aldo hanya tersenyum ke arah andra.


" sudah yu, kita ke bawah. " ( kiara)


andra pun menggensong sang anak, dan di ikuti oleh kiara, yang membawa tas kerja dan juga jas andra.


aldo pun di duduk kan di kursi, khusus untuk aldo.


kiara pun mengambil nasi beserta lauk pauk nya, untuk andra, dan setelah terisi ia pun memberi kan nya, ke sang suami.


" makasih sayang. " ( andra)


" sama sama mas. " ( kiara) ia tersenyum ke arah sang suami.


kiara pun menyuapi sang anak, sambil diri nya pun sarapan.


" mam.. mam.. ?? " ( aldo) ia berceloteh.


" iya sayang, ini kan lagi mam. " ( kiara) sambil menyuapi makan nan, ke mulut aldo.


akhir nya mereka pun selesai.


andra membawa aldo ke depan, kiara pun bangkit dari kursi nya, dan mengikuti andra dari belakang.


" sayang, jangan nakal, jangan rewel, nanti sore kita main ya. " ( andra)


aldo hanya mengangguk kan kepala nya, sambil tersenyum memperlihatkan gigi yg baru tumbuh satu, mambuat andra gemas.


" sayang, ingin rasa nya papah engga berangkat kerja, papah ingin menemani kamu sama mamah di rumah, tapi kalau engga kerja, gimana dengan masa depan kamu. " ( andra)


" semangat dong pah, jangan malas malas, nanti kalau mamah engga mager, mamah sama aldo akan berkunjung ke kantor, nemenin papah kerja. " ( kiara)

__ADS_1


" ah, bener ya sayang, papah pasti semangat, kalau di temenin, sama orang orang tersayang papah. " ( andra)


" insyaallah ya pah. " ( kiara)


" harus dong sayang, kebetulan hari ini mas engga ada miting di luar, ke kantor ya, sambil bawain aku makan siang. "( andra)


" iya deh pah, aku ke sana. " ( kiara)


" ok, aku tunggu ya. " ( andra) ia mengecup pipi gembul sang anak.


andra pun memberi kan aldo ke sang istri, sambil mengambil tas kerja nya, dari sang istri.


" sayang mas berangkat ya. " ( andra)


" iya mas, hati hati ya di jalan nya, semangat kerja nya. " ( kiara)


" itu pasti. " ( andra)


" nanti siang, mau di bawa kan apa mas. " ( kiara)


" apa aja sayang. " ( andra)


kiara pun hanya mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban, ia pun mengambil tangan sang suami, dan mengecup punggung tangan andra, tidak lupa kiara pun mengarah kan tangan sang anak, untuk salaman dengan sang papah.


andra pun tersenyum, dan mengecup kening sang istri.


" waalaikumsalam. " ( kiara)


andra pun masuk ke dalam mobil, dan mengklakson.


setelah kepergian andra, kiara pun menuju ke taman belakang, untuk menjemur sang anak.


sedang kan andra, kini sedang berada di perjalanan ke kantor, ia memcing kan mata nya, di saat melihat seli sedang berada di pinggir jalan, ada rasa ingin mengajak seli bareng, karena searah dengan kantor nya, tapi niat nya, buru buru ia urung kan, karena ia takut terjadi ke salah paham kan lagi.


ia pun mengendarai mobil nya, tanpa berhenti di depan seli.


padahal seli sedari tadi menunggu andra, karena ia ingin bareng dengan andra, makan nya ia menunggu andra, di saat ia melihat mobil andra ia pun tersenyum, tapi hanya sementara karena andra hanya melewati diri nya, tanpa mengajak nya pergi bersama, membuat seli kecewa, dan marah.


ia rela nungguin andra hampir satu jam, tapi sayang andra sama sekali tidak melirik nya.


" awas aja kamu ndra, sekarang kamu acuh sama aku, tapi liat aja nanti, kamu bakal bertekuk lutut di hadapan aku. " ( seli) ia menghentak kan kaki nya,menahan ke kesallan, ia pun memberhenti kan taksi, lalu masuk ke dalam taksi, menuju kantor nya.


sedang kan andra, hanya tersenyum, melihat kekesalan seli.


" siapa suruh berharap, sama suami orang, gitu kan akibat nya. " ( andra) ia bermonolog sendiri.

__ADS_1


setelah menempuh jarak 15 menit, akhir nya andra pun sampai di kantor, ia langsung memarkir kan mobil nya, setelah itu ia pun masuk.


di lip, ia bertemu dengan giandra.


" tuan.. ?? " ( giandra) ia tersenyum ke arah andra.


andra pun tersenyum ke arah giandra , iya di saat di kantor, mereka sangat profesional, giandra sangat menghargai andra, sebagai bos nya.


" keruangan saya. " ( andra)


giandra, hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban.


kini andra pun sudah masuk ke dalam ruangan nya, dan di ikuti oleh giandra, andra menduduk kan bokong nya, di kursi ke besaran nya.


" ada apa ndra, menyuruh gue ke ruangan lo, kaya ada pembahasan pnting. " ( giandra) dengan tatapan menyelidik.


" emang ada, malah sangat penting. " ( andra)


" coba cerita kan, seperti nya serius. " ( giandra).


" sangat serius. " ( andra).


" coba cerita kan. " ( giandra).


" kerja sama dengan bos nya seli itu gimana, apa sangat menguntungkan . " ( andra)


" kenapa lo bilang gitu. " ( giandra).


" ingin rasa nya, aku membatal kan kerja sama dengan bos nya si seli. " ( andra)


" emang kenapa ndra, coba jelas kan, jangan bertele tele. ( giandra)


andra pun mengehela napas nya, ia pun akhir nya mencerita kan, apa yg terjadi kemarin sore, sedang kan giandra, hanya menjadi pendengar.


untung nya,di kantor tidak terlalu sibuk , hanya beberapa berkas saja, yg belum selesai.


" gila juga tuh cewe, lu harus hati hati, apa lagi yg gue dengar dari penjelasan lu, kalau dia itu sangat obsesi, terhadap lo. " ( giandra)


" iya sih , terus gue harus ngapain, apa yang harus gue lakuin. " ( andra).


" iya udah jauhin aja, biar nanti kalau ada urusan dengan perusahaan seli , biar aku yg menghendel nya. " ( giandra).


" okey, kalau gitu, kamu memang selalu bisa aku andal kan. " ( andra).


" itu harus, iya udah ah, aku mau masuk dulu ke ruangan aku, mau mengeceken pekerjaan dulu. " ( giandra).

__ADS_1


andra pun hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban.


setelah kepergian giandra, andra juga menyelesaikan pekerjaan nya, sebelum memulai aktivitas nya, seperti biasa andra melakukan vc ke sang istri.


__ADS_2