
kini pikiran fitri sedang kacau, ia berdiam di balkon, doni memeluk nya dari belakang.
" lagi apa sayang.. ?? "( doni) kini mengecup leher jenjang sang istri.
" engga lagi ngapa ngapain mas, aku cuman ingin meneneng kan pikiran aku aja. "( fitri)
doni pun melepas kan peluk kan nya, dan memegang bahu sang istri,untuk menatap ke arah nya.
" sayang, pasti kamu mikirin masalah anak kita. "( doni).
fitri mengangguk kan kepala nya.
" coba lah, ikuti kata hati kamu sayang, karena aku yakin, kalau kamu masih punya hati nurani, semua orang memiliki masa lalu, tapi mereka semua bisa berubah sayang, tolong sayang berikan mereka restu untuk kembali rujuk , kasian cucu kita sayang, emang kamu mau, cucu kita tumbuh , tanpa kasih sayang ke dua orang tua nya. "( doni) ia meme belai rambut sang istri.
fitri menghela napas nya,apa yg suami ny ucap kan, semua nya benar.
" jadi gimana sayang.. ?? "( doni) kini tangan nya membelai pipi sang istri.
" beri aku waktu mas, untuk memikir kan semua itu mas, aku pun setuju, atas ucapan kamu mas, tapi aku masih belum menerima, atas prilaku nya, yg menyakiti anak aku mas, giandra aku besar kan, dengan penuh kasih sayang, sekarang dia ada yg menyakiti nya, aku sebagai ibu engga menerima nya, jadi tolong amberi aku waktu mas, kamu engga pernah merasa kan, apa yg aku rasa kan, jadi aku mohon beri aku waktu . "( fitri) dengan tatapan memohon, dan pipi nya, sudah di banjirin oleh air mata nya.
giandra melihat itu semua merasa tak tega, ia pun membawa fitri, dalam dekap pan nya, membuat kan sang istri menangis.
setelah reda, doni pun mereray peluk kan nya.
" sekarang kita masuk ya, kamu istirahat, aku mau ke ruang kerja dulu, soal nya ada pekerjaan yg, harus aku kerja kan. "( doni) ia pun menghapus air mata sang istri, yg berada di pipi nya.
fitri pun mengangguk, doni lagsung menggendong fitri, dan membawa nya ke kasur, ia pun menyelimuti sang istri setelah itu ia mengecup kening nya, dan sebelum ke luar ia menutup pintu balkon, di saat ia ke luar dari kamar, ia berpapasan dengan sang anak giandra.
" son, kita ke ruang kerja. "( doni)
__ADS_1
giandra pun mengangguk, dan mengikuti sang papah, menuju ke ruang kerja nya, setelah masuk ke dalam, mereka duduk di sofa.
giandra amenghela napas nya, dan menatap ke arah sang papah.
" ada apa pah. "( giandra)
" kamu, yg sabar ya nak, papah tau kamu pasti berat untuk menjalani ini semua . "( doni)
" iya pah, sungguh aku tidak sanggup pah , apa lagi harus menentang mamah. "( giandra)
" mudah mudah han ada jalan ke luar nya son.. ?? "( doni) ia menepuk bahu sang anak.
" amin pah, tapi papah engga bisa bujuk mamah.. ?? "( giandra) ia menatap ke arah sang papah.
" papah udah bujuk mamah kamu, tapi mamah kamu malah menangis nak, mamah kamu masih belum bisa menerima, atas perlakuan Vina, yg menyakiti kamu, dan lebih memilih laki laki lain.. ?? "( doni)
" iya tapi, kan aku engga apa apa pah, aku udah memaafkan nya pah. "( giandra)
giandra menggeleng kan kepala nya, sebagai jawab ban, karena memang itu yg ia rasa kan, dari kecil ia belum pernah di marahi oleh sang mamah, paling sang mamah hanya, menegur nya, dengan halus, memberi kan pengertian.
" jadi beri kan mamah kamu waktu nak, karena ia pun bingung, harus melakukan apa, antara menerima atau tidak, kalau ia menerima, ia harus menghapus kan luka yg Vina lakukan, terhadap kamu, kalau ia engga merestui, mamah kamu juga engga akan tega, dengan cucu nya, tumbuh tanpa kasih sayang dari orang tua nya yg utuh, tapi papah yakin, kalau mamah kamu akan memberi kan ke putusan, yg terbaik untuk kamu dan Vina. "( dino)
" aku berharap pah, kalau mamah merestui hubungan aku sama Vina pah, karena aku ingin membesar kan anak aku pah. "( giandra)
" papah mengerti son, tapi engga mungkin kalau kamu rujuk tanpa restu dari mamah kamu. "( dino)
" itu dia pah, makan nya aku akan selalu berusaha untuk, mendapat kan restu dari mamah.. ?? "( giandra)
" papah yakin, pasti kamu bisa, dan akan ada jalan ke luar, yg terbaik untuk hubungan kamu dan Vina. "( dino) ia menepuk bahu giandra.
__ADS_1
" iya udah, sekarang kamu istirahat, besok kamu kerja kan, papah juga mau masuk ke kamar, mau ngelonin mamah kamu dulu.. ?? "( dino) dengan senyum mesum nya.
membuat giandra geleng geleng kepala, karena mendengar ucapan sang papah.
" ingat oah, udah tua, cucu udah mau dia juga, masih aja genit. "( giandra) ia mendengus kesal.
" cucu boleh 2 , tapi stamina papah, engga akan pernah pudar, itu ke butuh han son, makan nya kamu cepet rujuk sama istri kamu, biar bisa tersalur kan, takut karat tan juga, dan engga ke bayang seperti nya, itu kamu semakin kental. "( doni) ia senyum meledek ke arah sang anak.
" papah ih.. ?? "( giandra) ia mendengus ke arah sang papah.
sedang kan sang papah malah tertawa, melihat wajah masam sang anak.
" tapi tenang aja son, kamu ada teman nya ko.. ?? "( doni)
giandra mengkerut kan kening nya, atas ucapan sang papah, doni tau kalau sang anak sedang bingung.
" kau engga tau, siapa.. ?? "( doni)
giandra menggeleng kan kepala nya lagi, karena ia benar benar engga tau.
" kamu ko engga peka sih son, adik ipar kamu."( doni)
" kan ada kiara pah, ia bisa menyalurkan kan nya. "( giandra) dengan tatapan polis nya.
doni gereget, melihat wajah sang anak, yg benar benar polos.
" iya tapi kan untuk sementara waktu ia harus libur, karena belum beres masa nipas nya, ia harus libur selama 40 hari. "( doni)
giandra pun menepuk jidat nya,karena ia sangat bodoh.
__ADS_1
doni menggeleng geleng kan kepala nya, atas sikap sang anak.
" makan nya cepet, cari restu, supaya bisa menyalurkan nya, lagian kalau gitu sama yg sedang hamil, lebih nikmat tau gi.. ?? "( doni) smbil bangkit dari sofa, dan meninggal kan sang anak, yg masih melamun.