
" tapi bagay mana dengan putri saya . ?? "( Bram )
" kasih dia pengertian,kalaw cinta itu ga bisa di paksakan.. ?? " ( Handoko )
Bram terdiam,dan ia membenar kan,ucap pan Handoko,tapi ia juga bingung,gimana caranya,ia memberi tahu,kepada putri nya,karena ia tau sifat putri nya,yg keras kepala,dan apa yg ia ingin kan harus tercapai.
" kenapa kamu diam .. ?? " ( hendoko )
sambil menepuk bahu Bram,
Bram tersadar dari lamunnan nya.
" ga kenapa Napa,saya pulang dulu .. ?? " ( Bram ) sambil berlalu,karena ia bingung,kalaw ia berbicara jujur,ia sendiri yg malu,karena ga bisa mendidik anak,nya.
Handoko hanya mengangguk kan kepala nya.
dan ia pun kembali menyelesaykan berkas berkas nya.
waktu pun menunjuk kan pukul,16.00.
Bram pulang dari kantor nya,menuju rumah nya,di saat ia masuk rumah ia di sambut oleh anak dan istri nya.
baru saja pinggul nya menyentuh sofa.
" gimana pah .. ?? " ( Monik ) sambil muka penasaran nya.
" iya gimana pah," ( Linda ) kini giliran Linda.
" papah bisa,kan membujuk Handoko .. ?? " ( Linda )
" pasti lah papah bisa membujuk nya,secara kan papah,sahabat nya .. ?? " ( Monik )
Bram yg tadi d brondong pertanyaan,hanya diam,karena Bram bingung harus menjawab apa,
" pah ... ?? " ( Monik )
" papah kenapa diam .. ? " ( Linda ) dengan muka penasarran nya.
Bram menarik napas nya dalam dalam.
" maaf,papah ga bisa ... ?? " ( Bram ) ia mengucap kan nya,penuh dengan penyesallan.
sedangkan Monik,dan Linda membulat kan mata nya,
" pah kenapa ga bisa membujuk nya " ( Linda ) dengan suara nada tinggi.
" iya kenapa pah ... ?? " ( Monik ) Monik pun sama,dengan suara nada tinggi nya.
" papah ga bisa membujuk nya,karena keputus san,ada di tangan Hendra. " ( Bram )
" mamah tau kan sifat nya Handoko seperti apa,keras nya bagay mana,segimana papah membujuk nya,Handoko tetap dengan pendirian nya." ( Bram )
Monik dan Linda pun,membenar kan ucap pan bram,mereka ga tau harus melakukan apa,
" lagian kamu juga kenapa,ga bisa merayu Hendra,padahal kamu tuh cantik,berpendidik kan, " ( Linda ) balik marah ke Monik.
" kenapa mamah jadi marah sama aku " ( Monik ) balik marah kepada mamah nya.
__ADS_1
"ya karena kamu bodoh .. ?? " ( Linda )
" mamah ... ?? " ( Monik ) Monik marah ,karena ia di bilang bodoh .
papah yg melihat itu,ia menengahi.
" STOP ... ?? " ( Bram ) Bram berteriak.
" sudah.. sudah .. kenapa kalian yg berantem,?? " ( Bram )
" aku ga terima pah,aku d bilang bodoh sama mamah .. " ( Monik )
" memang kamu bodoh,kenapa kamu ga bisa merayu Hendra " ( Linda ) sambil menatap tajam Monik.
di saat Monik Akan menjawab pertanyaan mamah nya.
" SUDAH ... " ( Bram )
" dibilang sudah sudah,ini bukan solusi,sudah kita ikhlas kan saja " ( Bram )
Monik tidak terima,
" tapi pah .. ?? " ( Monik )
" ga ada tapi tapian,kamu bukan jodoh nya,masih banyak cowo yg lebih dari Hendra. " ( Bram )
" tapi pah,aku pingin nya,sama Hendra " ( Monik )
" tapi apa yg kamu ingin kan ga harus selalu kamu miliki,ingat itu .. ?? " ( Bram ) sambil berlalu ke arah kamar nya.
dan akhir nya Linda juga pergi meninggal kan Monik.
Monik kesal kepada mamah dan papah nya,karena apa yg ia ingin kan,ga bisa ia miliki.
dan lagi orang tua nya ga bisa membatu nya,dan malah meninggal kan ia,sendiri.tanpa memberi solusi,akhir nya ia juga memutus kan untuk ke kamar.
di lain tempat Anita sangat deg deg deg gan,karena besok ia melepas masa lajang nya,
tapi bukan bersama orang,yg ia cintai.
Anita sekarang sudah berada d hotel,keluarga Permana,tadi sore ia d jemput.
" dari pada ngelamun,mending shalat,aku belum shalat isya " ( Anita ) berbicara sendiri,dan berlalu ke kamar mandi,untuk mengambil air wudhu,setelah mengambil air wudhu,Anita pun shalat,dan memanjat kan doa,
" ya Allah,kalaw benar ia jodoh ku,lapang kan lah hati hamba,untuk menerima ini semua,dan jadi kan lah,ia imam yg baik untuk hamba .. ?? " ( Anita )
setelah berdoa Anita,menaiki ranjang,karena mata nya sudah tidak kondusif,ingin d ajak istirahat,baru juga beberapa detik,Anita sudah terlelap.
sedangkan di kediaman keluarga Permana,Hendra mendapat kan wejang Ngan dari para petua,karena Hendra sudah mau jadi suami,pemimpin rumah tangga.
" ingat nak,wejang Ngan dari para petua,.. ?? " ( mamih )
" iya mih .. ?? " ( Hendra )
" karena dari turun nan keluarga Permana,nikah itu cuman sekali,dalam seumur hidup." ( Kaka mamih ) sambil mengusap bahu Hendra,karena posisi Hendra sedang berada di sisi nya.
" sesulit apa pun,masalah,kamu sebagay kepala rumah tangga harus bisa,memecah kan nya." ( papih )
__ADS_1
" dan jangan sampey,mengambil keputus san,di saat hati kalian sedang panas " ( papih)
" ya nak,ingat lah wewejang,dari kita semua" ( mamih )
" ya mih,aku akan mendengar kan wejang ngan dari semua," ( Hendra )
" ya udah sekarang kamu istirahat,karena besok kamu harus bangun shubuh " ( mamih ) sambil mengusap kepala Hendra .
" ya mih,Hendra ke atas dulu ya mih " ( Hendra ) mamih hanya menjawab dengan angguk kan.
" om,Tan,semua,saya permisi ke atas dulu ya .. ??" ( Hendra )
Hendra pun beranjak dari sofa,dan berlalu ke kamar nya,hendra langsung membaring kan tubuh nya d atas kasur,dan tangan nya,d lipat kan d bawah kepala nya,pandang Ngan nya,melihat ke atas.
" semoga,keputus san yg aku ambil ini,baik." ( Hendra )
" walaupun,belum ada rasa cinta di antara aku dan Anita,tp aku akan berusaha,untuk menumbuh kan rasa cinta itu,karena nikah itu,cuman sekali dalam seumur hidup,dan hanya maut yg memisah kan kita .. ?? " ( Hendra )
Hendra bertekad,dan melaksanakan,wewejang dari para petua.
akhir nya Hendra pun menutup mata nya,dan menuju alam mimpi.
esok hari nya,hendra sudah rapi dengan setelan taksedo nya,yg berwarna putih.
mamih masuk ke kamar Hendra.
" sayang kamu gagah banget " ( mamih )
sambil memegang ke dua bahu Hendra,
" makasih mih .. ?? " ( Hendra )
sambil memeluk,mamih nya.
" jadi lah suami yg baik nak,sayangi lah istri mu,sebagay mana kamu menyayangi mamih,"( mamih )
" Anita itu wanita baik,shaleh nak " ( mamih ) sambil mengusap punggung Hendra
" ya mih,aku akan jaga Anita " ( Hendra )
" kalaw kamu udah ga nyaman,bersama Anita,balik kan lagi Anita ke mamih,biar mamih yg akan menjaga nya,karena mamih udah menganggap Anita,sebagay anak mamih " ( mamih )
" jagalah dia nak,untuk mamih " ( mamih )
" iya mih,aku akan jaga anita untuk mamih " ( Hendra )
" makasih sayang " ( mamih )
" ya sudah sekarang kita keluar,orang orang sudah pada nungguin .. " (mamih)
Hendra hanya menjawab dengan angguk kan,
mereka pun ke luar kamar,sambil bergandeng ngan.
" mohon maaf,up nya agak lama di karena kan hari raya idul fitri,dan mudik 🙏🙏 ya.
untuk para pembaca,mohon maaf lahir dan batin 🙏 🙏🙏 "
__ADS_1