Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 273


__ADS_3

kini waktu sudah menunjuk kan pukul 07 malam, angga dan silvi sudah berada di meja makan, ia sedang menunggu sang anak, tapi hampir 5 menit sang anak belum muncul.


" apa Vina,pergi ya pah.. ?? "( silvi ) ia menatap sang suami.


" mana papah tau mah.. ?? "( angga ) dengan cuek nya, ia masih pokus dengan handphone nya, karena ada beberapa pekerjaaan yg di kirim lewat email nya.


Silvi pun memnyun kan bibir nya, karena kesal dengan sang suami, kalau sudah pokus ke pekerjaan nya, ia lupa segala nya.


" bi.. ?? "( silvi)


bibi pun sedikit berlari ke arah meja makan.


" ada apa non. "( bibi)


" bi, Vina engga ke luar kan.. ?? "( silvi) ia menatap ke arah bibi.


" kalau engga salah, nona Vina engga ke luar kamar, semenjak pulang kerja nyonya.. ?? "( bibi).


silvi hanya menangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban nya.


" apa perlu bibi, panggil kan nyonya.. ?? "( bibi).


" engga usah bi, biar aku aja yg ke atas, bibi balik lagi aja ke belakang. "( silvi) ia menampil kan senyum manis nya.


" iya udah, kakaku gitu saya permisi nya, kalau ada apa apa panggil saya aja ya nyonya. "( bibi) sambil membungkuk kam badan nya.


" iya bi.. ?? "( silvi)


bibi pun, menuju ke dapur, meninggal kan snah majikan.


" pah, mau makan duluan. "( silvi)


" engga sayang, kau pingin makan bareng bareng. "( angga) ia melirik ke arah sang istri, sambil menampil kan senyum manis nya.


" iya udah, kalau gitu aku ke atas dulu ya mas, mau ke kamar Vina, kaya nya dia tidur. "( silvi)


" iya sayang. "( angga).

__ADS_1


silvi pun, menuju ke atas, ke kamar sang anak.


cklek.


pintu terbuka, dan benar saja sang anak tertidur, karena ke adaan lampu yg belum di nyala kan, silvi pun menekan saklar lampu.


klik


kamar Vina pun menyala, ia menutup gordeng, silvi pun menoleh ke arah sang anak, yg sedang tertidur, ia menggeleng kan kepala nya, karena melihat sang anak, yg masih memakai pakaian kantor nya, bahkan sang anak masih memakai pentopel nya, kaki yg menjuntai ke bawah.


silvi mengkerut kan kening nya, karena ia melihat sebuah kertas berada di tangan sang anak, saking penasaran nya, silvi pun mengambil kertas tersebut, ia duduk di sisi ranjang, betapa kaget nya, di saat ia membaca surat tersebut, ia menatap ke arah sang anak, ia ingin sekali bertanya, tapi ia urung kan, ia berniat akan bertanya,di saat mereka sudah selesai makan, ia pun melipat kertas tersebut, dan menyimpan nya di saku celana nya.


" vin.. vin.. ? bangun nak, ini udah malam.. ?? "( silvi) ia menggoyang Goyang kan lengan sang anak, Vina pun perlahan membuka mata nya, di saat ia membuka mata nya sempurna,ia melihat sang mamah.


" mah.. ?? "( Vina) dengan suara serak nya, khas bangun tidur.


silvi hanya menampil kan senyum nya.


Vina pun menyandar kan punggung nya, ke sandaran kasur, sebelum nya ia melepas kan pentopel nya, ia menutup mata nya sebentar, setelah nyawa nya sudah terkumpul, Vina pun membuka mata nya.


"nak, kamu sekarang mandi, papah saama mamah tunggu di bawah ya.. ?? " ( silvi) ia mengeljs punggung tangan sang anak.


" iya sayang, tapi jangan lama ya.. ?? "( silvi).


Vina mengkerut ken kening nya, karena ia bingung dengan ucapan sang mamah.


" iya karena mamah sudah lapar, tuh lihat jam, kita sudah melewat kan waktu, dari jam makan biasa nya, hampir setengah jam, kita melewati ny. "( silvi) sambil menunjuk kan jam dinding.


Vina pun melihat, jam dinding, benaran saja sudah menunjuk kan pukul setengah delapan Vina pun menepuk kening nya, dan ia buru buru ke kamar mandi, sedang kan silvi menggeleng geleng kan kepala nya, karena melihat tingkah sang anak, tapi ia baru teringat kalau sang anak lagi mengandung, ia pun menjadi khawatir atas, tingkah sang anak.


silvi pun menuju ke bawah, menemui sang suami, ia menghela napas nya, di saat ia sudah sampai di meja makan, angga pun menoleh.


" kamu kenapa sayang.. ?? "( angga).


" nanti aja mas, setelah kita makan malam kita ngumpul di ruang tengah, ada yg mau mamah obrolin. "( silvi).


" emang mamah mau obrolin apa.. ?? "( angga) dengan tatapan penasaran nya.

__ADS_1


" nanti aja, kita bicara kan. "( silvi)


angga hanya mengangguk kan kepala nya saja, ia tidak mungkin untuk memaksa sang istri.


tak berselang lama, Vina pun datang, dengan setelan rumahan nya.


" pah, mah maaf ya, nunggu nya lama. "( Vina) ada rasa tak enak, ia pun duduk di kursi.


mereka pun makan malam, tanpa ada yg bersuara, hanya ada denting ngan sendok saja.


beberapa menit kemudian, mereka pun sudah selesai dengan acara makan malam nya, mereka bertiga pun langsung menuju ke ruang tengah, setelah itu, mereka duduk di sofa.


" ada apa, ko muka nya serius gitu mah. "( Vina) ia melihat sang mamah, yg menampil kan wajah serius.


silvi pun menatap ke arah Vina ia menghela napas nya, dan mengeluar kan kertas tersebut, dari kantung celana nya.


Vina membulat kan mata nya, saat tau surat tersebut, berbeda dengan angga, ia mengkerut kan kening nya, karena ia engga tau dengan isi kertas tersebut, angga pun mengambil kertas tersebut, dan membaca nya, betapa kaget nya di saat ia sudah membaca nya, sedang kan Vina ia menunduk kan kepala nya, karena ia takut , sang mamah dan papah nya marah.


" bisa kamu jelas kan vin.. ?? "( angga) ia sedikit tegas.


tapi Vina tak berani bersuara, ia masih dengan menunduk kan kepala nya.


" vin., bisa kamu jelas kan pada kami.. ?? "( angga)


Vina pun mendongak kan kepala nya, dan menatap ke arah orang tua nya.


" iya mah, sekarang aku lagi hamil. "( Vina ) terdengar suara nya yg gugup.


" itu anak nya giandra.. ?? "( angga) ia menatap ke arah sang anak, dengan tajam nya.


" iya pah , ini anak nya giandra, ternyata di saat aku bercerai aku sedang hamil mah, pah. "( Vina).


" kenapa, kamu sebelum nya engga cek dulu, apa kamu engga merasa kan, kalau kamu sedang hamil. "( silvi)


Vina menggeleng kan kepala nya, sebagai jawab ban .


silvi dan angga, menghela napas nya, mereka bingung harus seperti apa, bahkan untuk meminta pertanggung jawab ban pun,ereka engga berani, karena anak nya sudah menyakiti giandra.

__ADS_1


" apa kita harus, memberitahu giandra, karena bagaimana pun ini darah daging nya, kalau giandra engga amu bertanggung jawab, engga apa apa, biar kita urus anak kita, sampai besar. "( angga)


" jangan lupa mampir, ke karya aku satu lagi, hati yg kau sakiti . "


__ADS_2