
silvi pun masuk ke dalam, dan di papah oleh sang suami, ia begitu terpuruk, atas apa yg terjadi sekarang.
" mah.. ?? " ( Vina) ia pun menghampiri, sang mamah yg lagi di papah oleh sang papah.
awal nya Vina akan, memapah sang mamah, tapi sang mamah, ke buru menepis nyanya, dan menatap ke arah, sang anak.
" puas kamu,telah menghancur kan persahabatan mamah, karena ke egoisan kamu, sekarang terserah kamu, urus hidup kamu,pah ayo kita ke atas, dada mamah sakit. " ( silvi) suara nya melemah.
angga pun mengangguk dan menggendong sang istri, di bawa ke kamarkamar, tanpa berpamitan ke arah keluarga fino.
sedang kan Vina, menatap ke pergian ke dua orang tua nya, ia pun terduduk di lantai, sambil terisak , fino pun menghampiri Vina, dan memeluk nya.
fino membawa Vina, ke sofa, ia berusaha menenang kan nya, setalh tenang, Vina pun mereray peluk kan nya.
" mungkin, sekarang mamah kamu lagi syok, seiring nya waktu, pasti bisa menerima nya, apa lagi cinta itu, engga bisa di paksa ken. " ( fino) ia mengelus rambut Vina, dan menghapus jejak air mata nya, yg berada di pipi Vina.
" iya nak, kamu harus mempertahan kan cinta kamu, karena cinta engga bisa di paksa kan,apa lagi dalam rumah tangga, engga akan nyaman. " ( mamah fino)
" kita akan berjuang sama sama, untuk hubungan kita ke depan nya, mau kan sayang.. ?? " ( fino) ia menatap Vina, dan memberi ke yakin nan, ke pada Vina.
Vina pun membalas tatapan fino, ia mengangguk kan kepala nya.
" perceraian kamu biar aku urus, aku minta berkas berkas nya. " ( fino)
Vina pun menggaguk , dan kini ia menuju ke kamar nya, tak berapa lama kemudian, Vina pun membawa, sebuah amplop coklat, dan memberi kan nya ke fino.
" iya udah, aku akan urus sekarang, kamu Terima beres aja ya, sekarang kamu istirahat, aku sama ke dua orang tua ku, pamit pulang.. ?? " ( fino) ia mengusap rambut sang istri.
" iya hati hati, maaf tan, om, kalian bertamu ke sini,tidak di kamu dengan baik.. ?? " ( Vina) ada rasa tak enak.
" engga apa apa anak, tante mengerti, kita nya aja terlalu terburu buru, sehingga orang tua kamu, engga bisa menerima nya. " ( mamah fino)
" sekali lagi maaf ya.. ?? "( Vina)
__ADS_1
" santay aja nak, kamu sekarang istirahat aja ya,tentang perceraian kamu, biar kan fino, yg mengurus nya, kalau gitu mamah pulang ya.. ? " (mamah fino)
" iya mah, hati hati. " ( Vina) ia mengambil punggunh tangan mamah nya fino, dan beralih ke arah sang papah, ia pun mengecup nya.
Vina pun mengatar ke dua orang tua fino, dan fino, ke depan.
" ingat sayang, kamu jangan banyak pikiran, aku yakin ke dua orang tua kamu, akan merestui hubungan kita, dengan seiring nya waktu. " ( fino) ia kembali meyakin kan Vina.
" iya no.. ?? " ( Vina)
fino pun mengusap bahu Vina, dan menampilkan kan senyuman nya, fino pun masuk ke dalam mobil nya, setelah mobil nya,tak terlihat lagi, Vina pun masuk ke dalam, dan berpapasan dengan sang papah, yg akan menuju ke arah sofa.
" duduk vin.. ?? " ( angga) dengan wajah datar nya.
Vina pun, duduk berhadapan dengan sang papah.
" apa, kamu yakin dengan ke putusan kamu.. ?? " ( angga) menatap datar, sang anak.
" aku yakin pah. " ( Vina ) dengan menampil kan , wajah serius nya.
Vina pun, menatap punggung sang papah nya, menuju kamar.
Vina menghela napas, ia berharap ke putusan nya, benar.
setelah itu, Vina pun menuju kamar nya, untuk beristirahat.
fitri, datang ke rumah dengan menampil kan wajah kusut nya, doni yg sedang membaca koran, mengkerut kan kening nya, ketika melihat wajah sang istri.
" kamu, kenapa sayang.. ?? " ( doni ) ia menyimpan, koran nya, dan menatap ke arah sang istri.
fitri pun memeluk sang suami, menumpah kan semua kekesalan nya, sedang kan doni hanya mengelus punggung sang istri, memberi ke tenangan.
Setelah tenang, doni pun mereray kan peluk nya, dan menatap ke arah sang istri.
__ADS_1
" ada apa sayang, kenapa kamu menangis, bukan nya kamu mau bertemu dengan silvi. " ( doni ) ia mengusap pipi sang istri.
fitri pun menghela napas nya, dan mencerita kan semua nya.
" flasback "
di saat ia baru tiba, di rumah silvi, ia mengkerut kan kening nya, karena ada mobil, yg terparkir di rumah sang sahabat, ia tahu kalau itu bukan mobil angga atau pun silvi, awal nya ia tahu untuk masuk ke rumah, tapi kaya penjaga rumah, kalau itu bukan tamu penting, silvi pun akhir nya menuju ke dlam, tapi baru saja, ia masuk , ia mendengar suara yg membawa sang anak, fitri penasaran, akhir nya ia pun ngumpet, dan mendengar kan pembicaraan mereka, betapa sakit nya, di saat mendengar sang anak, yg di sakiti.
fitri sudah engga tahan, akhir nya ia pun ke luar, ingin rasa nya, ia menampar Vina , tapi ia engga punya ke beranian, untuk melakukan itu semua.
akhir nya fitri pun, pergi meninggal kan kediaman sang sahabat, dengan membawa rasa kesal, kecewa, marah, menjadi satu, ia menjadi khawatir, dengan keadaan sang anak, apa lagi sang anak engga ada di rumah, dimana keberadaan sang anak.
" flasback "
doni yg mendengar itu semua, mengepal kan tangan nya, karena harga diri nya terasa di injak injak, anak yg ia bangga kan, di sakiti oleh Vina.
" pah, aku khawatir dengan giandra, kata nya giandra aengga ada di sini. ?? " ( fitri)
" iya udah mah, kita ke m hubungi aja. " ( doni) sambil mencari kontak, sang anak, setelah menemukan nya, ia pun memencet tombol panggil, tapi sayang, yg menjawab bukan giandra, tapi operator.
" gimana pah. " ( fitri) dengan wajah, yg penuh ka khawatiran.
" engga ada jawab ban mah, handphone nya giandra engga aktip. " ( doni) .
" terus, ini gimana pah, gimana kalau kita hubungi andra, siapa tau andra tau, dimana giandra berada. " ( fitri) .
kini doni pun mencari kontak andra, tapi sayang lagi lagi operator yg menjawab, doni pu beralih menghubungi sang anak kiara, nyambung tapi tak di angkat.
" gimana ini pah.. ?? " ( fitri).
" tenang mah, gimana kalau kita ke rumah anak kita mah, kita tanya kan semua nya, biar lebih jelas..?? " ( doni).
fitri pun mengangguk, dan kini mereka pun bersiap siap untuk pergi ke rumah andra.
__ADS_1
" jangan lupa, mampir ke karya, aku yg satu lagi, hati yg kau sakiti. "