
setelah selesai dengan urusan nya, kini giandra dan Vina menuju ke rumah orang tua nya Vina.
kini Vina dan giandra sudah sampai di kediaman Vina.
" sudah sampai.. ?? " ( giandra) ia menatap Vina.
" iya mas.. ?? " ( Vina)
mereka pun turun dari mobil, dan terlihat dari teras rumah, masih banyak sodara dari mamah nya.
di saat Vina turun sudah di sambut oleh keponakan Vina.
" ate .. ?? " ( cila) ia merentang kan tangan nya, sambil berlari.
cila anak berumur 3 tahun, ia sangat dekat dengan Vina.
" hay, sayang.. ?? " ( Vina) ia menangkap tubuh cila.
" ate, dali mana aja, kenapa balu ke sini.. ?? " ( cila) dengan suara cadel nya.
" maaf, ya sayang, ateu baru ke sini, karena ateu, ada urusan dulu, jadi baru sekarang, ateu bertemu sama kamu.. ?? " ( ateu) ia pun tersenyum, dan menatap cila , tidak lupa ia mengelus rambut cila.
" pasti ateu, di culik ya, cama om ini.. ?? " ( cila) sambil menatap tajam ke arah giandra.
" sampai sampai, ateu engga pulang ke lumah, padahal aku bobo di kamal ateu, di tunggu tunggu, ate malah engga pulang.. ?? " ( cila) sambil memanyun kan bibir nya.
cila, memang anak yg cerdas, di usia nya yg baru 3 tahun, ia sudah pintar berbicara.
giandra dan Vina pun tersenyum, mendengar ocehan cila.
" maaf ya sayang, ateu Vina om pinjam dulu, om engga culik ko, om cuman pinjam, sekarang om balikin lagi sama cila, tapi hanya sekarang, kalau malam om ambil lagi, karena ateu Vina milik om.. ?? " ( giandra) sambil menampilkan kan senyuman nya, dan tidak lupa ia mengelus rambut cila.
" ko gitu sih om, ateu Vina punya aku, bukan punya om, iya kan ateu.. ?? " ( cila) ia menatap Vina, dengan tatapan memohon.
Vina pun tersenyum.
" iya ateu punya cila dan juga om giandra.. ?? " ( Vina)
" ko gitu sih. ?? " ( cila) ia memanyun kan bibir nya.
giandra dan Vina tertawa terbahak bahak, melihat tingkah cila.
membuat cila cemberut, di saat mereka sedang mentertawa kan cila, sang mamah memanggil nya.
" nak, ko engga masuk, malah pada diam di situ, terus kenapa kalian malah tertawa.. ?? " ( silvi) yg berdiri di depan pintu.
mereka bertiga pun, menoleh ke arah suara.
__ADS_1
" mau om gendong, jangan minta gendong ke ate Vina ya, kasian ateu Vina nya, apalagi kan ateu Vina bentar lgi mau punya dede.. ?? " ( giandra) sambil mengelus rambut cila.
cila pun menatap ke arah Vina, seolah meminta jawaban, Vina pun tau dengan tatapan cila, ia pun mengangguk kan kepala nya.
" jadi, ateu mau punya dede. ?? " ( cila) dengan tatapan sendu.
" doa ini aja ya sayang.. ?? " ( Vina)
" kalau ateu, udah punya dede, nanti ateu, engga bakalan sayang lagi sama aku.. ?! " ( cila) dengan tatapan sendu.
Vina tau dengan, pikiran cila, ia hanya menampilkan kan senyuman nya,
" jangan pernah berpikir yg lain lain sayang,walau pun ateu udah punya anak, ateu akan tetap sayang sama kamu, nanti kalau ateu punya anak, kamu harus jaga dia juga.. ?? " ( Vina) ia menatap cila, ia berusaha memberi pengertian.
cila pun mengangguk sebagai jawaban.
" anak pintar.. ?? " ( giandra) sambil mengacak rambut cila, membuat cila, cemberut.
giandra pun menggendong, tubuh cila, mereka pun menemui sang mamah yg sedang menunggu nya di ambang pintu.
" assalamu'alaikum mah.. ?? " ( Vina dan giandra) ia mengambil punggung tangan sang mamah, silih berganti .
" waalaikumsalam.. ?? " ( silvi) sambil menampilkan kan senyuman manis nya.
" masuk nak.. ?! " ( silvi) ia mempersilah kan giandra dan Vina, untuk masuk.
" wah.. wah.. ?? ada pengantin baru nih.. ?? " ( depan) ia anak dari kaka mamah nya.
ia dan Vina sangat dekat, mereka pun sering bercanda.
" langsung di gas nih,.. ?? " ( depan) sambil menaik turun kan alis nya, ia berbicara seperti itu, karena ia melihat tanda kis mark, di leher Vina, karena Vina lupa, untuk menutupi nya,tadi ia terburu buru.
" jagan sotoy loh. ?? " ( Vina) ia menatal Vina dengan tajam.
" aku engga sotoy, itu ada bukti nya, lupa nutupin ya.. ?? " ( depan) ia menatap leher Vina.
Vina pun langsung mengambil handphone nya, dan ia pun buru buru mengaca, Vina membulat kan mata nya dan benar saja, terdapat kis mark, di leher nya, wajah nya kini berubah menjadi merah.
depan yg melihat, wajah Vina, ia tertawa terbahak bahak.
Vina pun menatap tajam ke arah giandra, karena ia pelaku nya.
giandra pura pura mengalih kan pandangan nya.
" sudah sudah, jangan tertawa gitu depan, biar kan saja, toh ia melakukan nya dengan sang suami nya.. ?? " ( ira) beliau kaka nya silvi, berarti orang tua nya depan, ia berusaha menengahi.
" tuh denger kata ua, apa yg di ucap kan ua, memeng benar, .. ?? " ( Vina) ia menatap ke arah depan, tidak lupa ia menjulur kan lidah nya.
__ADS_1
" uh.. ?? besar kepala, mamah kenapa bela dia sih.. ?? " ( depan) ia menatap ke mamah nya, dengan tatapan jengkel nya.
" mamah engga bela pan, mamah bicara sesuai dengan bukti nya.. ?? " ( ira)
" ah.. ?? mamah curang.. ?? " ( depan) ia pun memanyun kan bibir nya.
kini giliran Vina, yang mentertawa kan depan.
" sudah sudah, jangan cemberut gitu, entar ganteng nya ilang . .?? " ( ira) ia merayu sang anak.
depan hanya mendelik kan mata nya .
" ua mau pulang sekarang.. ?? " ( Vina)
" iya sayang.. ?? " ( ira)
" kenapa pulang sekarang WA, engga besok aja.. ?? " ( Vina)
" kasian kambing ua sayang, emang kemarin di titipin sama mang kirun, tapi ua bilang nya cuman 3 hari, jadi engga mungkin kan ua pulang nya besok.. ?? " ( ira)
" tinggal bilang aja, besok ua pulang nya. ?? " ( Vina)
" iya engga bisa lah sayang, karena mang kirun besok kata nya mau nengok anak nya, ia kangen sama cucu nya, jadi engga mungkin ua pulang nya besok. ?? " ( ira)
" iya udah deh, kalau gitu cerita nya, padahal aku masih kangen sama ua.. ?? " ( Vina)
" kalau, masih kangen nanti kamu maen ke garut ya, ajak suami kamu.. ?? " ( ira)
" iya nanti akita main ke garut sayang, aku juga pingin tau kampung kamu, kita atur jadwal nya.. ?? " ( giandra)
Vina pun akhir nya mengangguk.
" ua berharap dan berdoa, semoga kalian jadi keluarga yg sakinah, mawadah, waroh mah yg nak, dan hanya maut yg memisah kan kalian, dan di beri kan anak yg soleh dan shaleh.. ?? " ( ira)
" amin.. ?? makasih atas doa nya.. ?? " ( giandra)
ira hanya mengangguk kan kepala nya, sambil menampilkan kan senyuman ramah nya.
" jaga dia dengan baik, kini tugas ku sudah selesai menjaga, dan ku serah kan pada mu, jangan pernah kamu menyakiti dia, baik fisik mau pun batin.. ?? " ( depan) ia menatap giandra, dengan menampil kan wajah serius.
" kamu tenang aja, aku akan menjaga Vina dengan baik, karena aku sangat mencintai nya.. ?? " ( giandra)
" aku pegang janji kamu.. ?? " ( depan)
giandra hanya mengangguk kan kepala nya, sebagai jawaban.
mereka pun akhir nya mengobrol, sebagian dari mereka memeberi kan wejangan untuk giandra dan juga Vina.
__ADS_1