Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 296


__ADS_3

" sudah sudah, kalian itu ya, engga bisa sekali aja engga saling meledek. "( fitri).


andra dan giandra hanya menggaruk tengkuk nya, yg tidak gatal.


" padahal,kalian itu udah mau punya buntut, engga malu, sama anak kalian. "( fitri).


" engga lah, lagian anak aku belum lahir mah. "( giandra).


" yg ada dia, kualat kamu, kalau usil sama kaka ipar sendiri. "( giandra).


di saat andra, akan menjawab, ia mendapat cubitan dari sang istri, tidak lupa, tatapan yg begitu tajam, membuat nyali andra menciut.


sedang kan giandra, tersenyum senang, tak kala melihat andra terdiam, karena mendapat kan tatapan, yg begitu tajam.


" selama ini, kamu tinggal di rumah mamah kamu, atau di rumah pemberian giandra. "( fitri) ia menatap ke arah Vina.


" selama ini, aku tinggal di rumah mamah. "( Vina).


" takut ya, di tinggal sendiri. "( fitri) sambil mengulas senyum.


" bukan takut mah, tapi aku ke bayang mas gi.. ?? "( Vina) ucap nya lirih.


membuat mereka yg ada di sana, menatap ke arah Vina, termasuk giandra.


" maksud , kamu apa sayang, berbicara seperti itu. "( giandra).


" iya, karena aku selalu inget kamu terus mas, walaupun ke bersamaan kita, cuman sebentar, tapi rumah itu banyak kenangan nya mas. "( Vina) ucap nya lirih.


" berarti selama ini, rumah yg aku beri kan, di kosong kam begitu saja. "( giandra).


" iya engga lah mas, orang ada bibi, sama suami nya yg nempati itu rumah, dan seminggu 2 kali, kau mengecek rumah itu mas, jadi jangan kawatir mas, kalau rumah itu engga ke urus, aku urus ko, walau bukan sama aku.. ?? "( Vina) ia menggaruk tengkuk nya yg tidak gatal, sambil menyengir, menampil kan deretan gigi putih nya.


" oh, kirain mas, kamu membiarkan kan begitu saja. "( giandra).


" iya engga lah mas, sayang banget, kalau harus di biar kan begitu saja. "( Vina).

__ADS_1


" oh iya gi, vin, gimana kalau kalian rujuk, setelah tasyakuran andra. "( fitri).


" boleh mah, kalau aku ngikutin mas gi aja. "( Vina).


" kalau, kamu gimana gi, kenapa malah bengong gitu. "( fitri) ia menatap heran sang anak.


" mungkin dia, pingin cepet mah, sudah engga tahan. "( doni) dengan memberi kan, senyum meledek nya.


" benar itu mah, kalau nunggu acara tasyakuran, kasian bang giandra. "( andra).


" gimana gi, ko kamu malah melamun. "( fitri) ia menatap heran sang anak, karena sang anak malah melamun.


" kalau aku boleh jujur, aku ingin sekarang sekarang mah. "( giandra ) sambil cengengesan.


" terus, kalau kamu pingin nya sekarang, kenapa tadi malah melamun, seperti banyak pikiran gitu. "( fitri)


" aku bingung mah, kalau aku pingin rujuk sekarang, gimana dengan acara tasyakuran anak nya andra, dan kiara. "( giandra)


" iya engga , gimana gimana, kita masih bisa melanjut kan acara tasyakuran andra, emang pikiran kamu itu gimana sih gi, jadi mamah bingung. "( fitri) dengan tatapan heran, karena dengan pikiran nya, yg entah bagaimana.


" jadi gini nih mah, kalau aku mau rujuk sama Vina sekarang sekarang, kan harus di urus urus mah, sedang kan kalian mempunyai acara, aku takut nya acara tasyakuran nya,berantak kan mah. "( giandra)


" bang gini aja, lagian kamu tenang aja, kalau kamu mau rujuk rujuk aja, engga usah khawatir rin, acara aku, karena aku sudah menyerah kan semua, kepada mamah anita dan mamah fitri, jadi kamu engga usah memikir kan acara tasyakuran aku ya bang. "( andra).


" iya nak,lagian kita juga udah beres, mengurus semua nya, tinggal menunggu hari H nya aja. "( fitri).


" oh, gitu ya mah, kalau gitu aku pingin rujuk sama Vina, besok aja mah.. ?? "( giandra) dengan penuh semangat.


semua, yg berada di sana geleng geleng kepala nya atas ucapan giandra, sedang kan Vina, ia menunduk kan wajah nya, yg sudah memerah,bak tomat,karena ia malu, atas sikap giandra.


" giliran gitu aja, kamu semangat. "( fitri).


" jelas dong mah, niat baik, engga usah di tunda tunda, harus di segera kan, bener engga mah."( giandra) ia menatap sang mamah.


" iya, besok kita urus semua nya, nanti pas kamu nganterin Vina kamu bilang, sama ke dua orang tua nya Vina, kalau kamu mau rujuk sama anak nya. "( fitri)

__ADS_1


" kalau itu perkara mudah mah, pasti orang tua nya Vina, akan menyetejui, kalau kita rujuk. "( giandra) dengan percaya diri nya, dan menepuk dada nya.


" kalau itu mamah percaya, pasti orang tua nya Vina, akan menyetujui, hubungan kalian. "( fitri).


" iya mah. "( giandra).


mereka pun mengobrol, sampai tak terasa waktu sudah menunjuk kan pukul 09 malam, kiara sudah membawa anak nya ke kamar nya, karena rewel.


" kamu mau nginap di sini nak. "( fitri) ia menatap ke arah Vina.


" engga mah, aku kaya nya mau pulang aja. "( Vina )


" oh iya udah kalau gitu, bukan nya mamah mengusir kamu, tapi ini udah malam, engga baik buat kandungan kamu. "( fitri)


" iya mah, aku ngerti ko, apa yg di maksud mamah, kalau gitu aku pamit ya mah. "(Vina).


" iya nak, hati hati di jalan ya, untuk kamu gi, jangan ngebut ngebut bawa motor nya. "( fitri) ia menatap ke arah sang anak .


" kalau itu, tenang aja mah, aku engga mungkin ngebut ngebut, soal nya aku engga mau terjadi apa apa dengan anak aku mah, dan juga ibu nya. "( giandra).


" bagus.. ?? "( fitri).


" iya udah kalau gitu, aku pamit ya mah, pah. "( Vina) ia pun bangkit dari sofa, dan di papah oleh giandra, karena ia sulit untuk berdiri, giandra pun tau, dengan kondisi sang istri, yg sedang mengandung, makan nya ia membantu.


Vina pun mengecup punggung tangan fitri, dan beralih ke arah doni, dan di ikuti oleh giandra.


" assalamu'alaikum mah, pah. "( Vina)


" waalaikumsalam, hati hati di jalan nak. "( fitri)


" iya mah. "( Vina)


mereka pun menuju ke arah luar, Vina di. depan sedang kan giandra di samping Vina, ia memegang pinggang Vina.


" pelan pelan saja sayang jalan nya, pasti kamu berat ya. "( giandra) dengan tatapan sendu.

__ADS_1


" kalau di bilang berat, ya jelas berat lah mas, cuman aku jalani aja, dengan iklas,dan happy. "( Vina) ia tersenyum ke arah giandra.


kini ia sudah berada di depan mobil giandra, ia pun masuk ke dalam mobil giandra, dan di ikuti oleh giandra, kebetulan giandra membawa sopir, karena ini sudah malam, makan nya ia memakai sopirsopir, karena tubuh nya benar benar lelah, dengan pekerjaan kantor yg menumpuk, dari pada terjadi sesuatu di jalan lebih baik ia mengguna kan sopir.


__ADS_2