
Hendra pun duduk di sisi ranjang,dan ia kembali mengelus kepala Anita.
" kamu kenapa .. ?? "( Hendra )
Anita menggeleng geleng kepala,nya.
" kamu jangan bohong,karena kamu ga pinter membohong .. ?? " ( Hendra )
Anita pun,mendongak kan wajah nya,dan membalik kan tubuh nya.
ia pun bangkit,dan menyender kan tubuh nya,ke dasbor,kasur.
Hendra pun mendekati Anita,ia pun memeluk Anita,dan mengusap punggung Anita,untuk menenang kan nya.
hati nya,merasa teriris melihat air mata yg terus mengalir di pipi nya Anita.
" sudah jangan nangis .. ?? " ( Hendra)
" kamu mau dengar semua cerita aku,.. ?? " ( Hendra ) sambil mengelus elus punggung Anita.
Anita pun mendongak kan wajah nya,dan menatap mata Hendra,ia bingung harus bagay mana,kalaw ia mendengar kan cerita Hendra,ia takut ia kecewa,kalaw ia tidak mendengar kan nya,dan ga mau tau,ia pun penasar ran.
" aku ceritain semua nya,ga akan aku tutupi .. ?? " ( Hendra ) sambil mengecup kening Anita.
akhir nya Anita pun mengangguk kan kepal nya,Hendra pun mencerita kan semua nya,tanpa ada yg ia tutupi,bahkan permintaan Sisil.
hati Anita begitu sakit,saat mendengar kan permintaan Anita,dan air mata nya lolos begitu saja.
" jangan nangis .. ?? " ( Hendra ) sambil mengusap air mata Anita,yg terus mengalir.
Anita pun menatap dalam mata Hendra.
" kalaw kamu mau mengabul kan permintaan Sisil aku yg akan mundur mas .. ?? " ( Anita ) ucap pan nya lirih,dan menunduk kan wajah nya,Anita mengucap nya tak rela,tpi ia juga ga mau kalaw ia harus di madu.
Hendra yg mendengar kan ucap pan Anita ia pun mengangkat dagu Anita,supaya Anita menatap wajah nya.
" kamu jangan pernah punya pemikiran samapay sana,karena itu ga akan pernah terjadi,kamu hanya istri aku satu satu nya." ( Hendra ) ia menatap dalam mata Anita.
Anita yg menatap balik mata Hendra,mencari ke bohong Ngan,tpi tak ada kebohong Ngan sama sekali,Hendra pun kemabali memeluk Anita.
" jadi jangan pernah kamu meninggal kan aku,walaupun aku belum tau dengan perasaan aku yg sebenar nya." ( Hendra )
__ADS_1
" tapi aku sudah nyaman berada di dekat mu,dan aku sudah tergantung pada kamu.. ?? " ( Hendra ).
" insyaallah mas .. ?? " ( Anita )
" kenapa insyaallah .. ?? "( Hendra )
" karena aku belum tau ke depan nya seperti apa mas .. ?? " ( Anita )
" kamu akan tetap,menjadi istri aku .. ?? " ( Hendra ) sambil mencium kening Anita.
Anita hanya tersenyum,dan tak berselang lama hp Hendra berbuny,dan menunjukan kalaw nama Sisil,yg tertera di situ,Hendra pun menoleh ke arah Anita,untuk meminta persetujuan Anita.
Anita yg di tatap hendra,mengalih kan pandang Ngan nya,karena ia tau dengan tatap pan Hendra.
Hendra menjadi bingung,dan ia pun memberanikan diri,untuk mengangkat tlpn,karena ia tau dengan sifat Sisil.
" iya hallo .. ?? " ( Hendra ) sambil tangan nya menggenggam tangan Anita,Anita berusaha untuk melepas nya,tpi nihil,usaha nya sia sia.
" hen,tolong aku .. ?? " ( Sisil ) suara nya di buat seperti kesakitan.
Hendra yg berada di sana pun merasa khawatir,ia pun perlahan mereray genggaman nya,sedangkan Anita,hati nya merasa tercubit.
" tolong kenapa .. ?? " ( Hendra ) dengan mimik muka yg sedang khawatir,sedangkan Anita ia menyandar kan kepala nya d dasbor ranjang,sambil menutup mata nya,karena ia benar benar lelah,dengan setuasi seperti ini,air mata nya pun terus mengalir.
" perut aku tiba tiba sakit hen ,tolong aku .. ?? " ( Sisil ) suara nya di buat ke sakitan padahal itu hanya rekayasa nya.
" ok .. sekarang aku ke apartemen kamu ya .. ?? " ( Hendra ) dengan suara panik,lalu ia menutup sambung Ngan telepon nya,Hendra buru buru bergegas,ke walk in closet,dia hanya mengganti kemeja nya,dengan kaos,dan memakai jeket,Anita hanya memperhatikan gerak gerik Hendra,sebegitu panik nya Hendra,mendengar mantan nya ke sakitan,tanpa mempedulikan diri nya.
Anita pun meyakin kan diri nya untuk melepas kan Hendra,karena ia ga mau menjadi duri,dalam hubung Ngan Hendra dan Sisil.
Hendra pun pergi,tanpa pamit kepada Anita,saking ia terburu buru nya,dan panik mendengar Sisil ke sakit tan.
hanya menempuh 20 menit,Hendra pun samapai di hunian Sisil.
Sisil pun tau kalaw Hendra sudah datang,karena ada yg menekan password,dan tak berselang lama Hendra muncul.
ia pun pura pura masuk ke dalam selimbut,dan merebah kan tubuh nya.
Hendra pun langsung masuk ke kamar,dengan berjalan terburu buru.
" sil .. ?? " ( Hendra ) sambil mengusap usap lengan nya.
__ADS_1
Sisil pun membuka mata nya,seperti orang yg baru bangun tidur.
" hen .. ?? " ( Sisil ) yg langsung memeluk Hendra,dan tersenyum senang.
" kamu kenapa .. ?? " ( Hendra )
" kita ke dokter ya .. ?? " ( Hendra )
Sisil hanya menggeleng kan kepala nya.
" aku ga mau ke dokter,aku mau nya kamu .. ?? " ( Sisil ) sambil mengerat kan peluk kan nya.
" tapi sil .. ?? " ( Hendra )
" aku bilang ga mau ya ga mau .. ?? " ( Sisil )
" aku pingin kamu berada di sisi aku,kamu nginep ya di sini .. ?? " ( Sisil ) tatap pan nya memohon,di sini Hendra bingung,bagay mana dengan istri nya,ia pun tersadar,kalaw iya ga pamit ke pada istri nya.
" aku takut nanti tengah malam,aku ke sakitan,aku harus menghubungi siapa,karena aku di sini hanya sebatang kara " ( Sisil )
Hendra tak tega,dan ia pun mengangguk kan kepala nya.
Sisil pun bersorak senang,sedang kan Hendra ia gelisah,dan ingin segera menghubungi istri nya.
" sekarang kamu tidur ya ..?? " ( Hendra )
" tapi kamu temenin aku ya,kamu tidur di sini .. ?? " ( Sisil )
" maaf sil aku ga bisa,karena kita bukan muhrim .. ?? " ( Hendra )
" makan nya cepet halal Lin aku ..?? " ( Sisil ) sambil memanyun kan bibir nya.
Hendra tidak menanggapi nya,ia hanya tersenyum.
" hen .. ?? " ( Sisil )
" sekarang kamu tidur ya,ini sudah malam .. ?? " ( Hendra )
" ga baik untuk kesehatan kamu .. ?? " ( Hendra )
akhir nya Sisil pun,mau tidak mau harus menuruti kata hendra.
__ADS_1
setelah Sisil terlelap Hendra ke luar,dan ia mencoba menghubungi Anita beberapa,tapi tak pernah Anita angkat,perkiraan Hendra,mungkin Anita sudah tidur,ia pun mengira Anita sudah tertidur,padahal dugaan nya salah besar,Anita masih membuka mata nya,dan anita juga enggan menerima tlpn dari Hendra,karena ia masih kecewa.
Hendra pun tertidur,di sofa karena ia lelah,sedang kan Anita melaksanakan shalat Isa,karena ia belum melaksanakan kewajib ban nya,dan ia mengadu keluh kesah nya,kepada sang pencipta,setelah mengadu kepada sang pencipta,hati Anita merasa tenang,ia pun berbaring di kasur,dan ia pun terlelap karena hati nya benar benar lelah.