
seli oun baru sampai ke kantor, ia terlambat, karena tadi di jalan ada insiden kecil , yaitu taksi yg ia tumpangi ban nya bocor, mau pindah ke taksi lain, engga ada karena di jam padat, makan nya agak susah, untuk mencari taksi, mau tidak mau ia menunggu supir taksi, untuk mengganti ban mobil nya.
kiara pun, duduk di kursi, sambil menghela napas nya, ia benar benar lelah, tidak lupa ia meminun air putih,yg berada di meja nya, hingga tandas.
cklek
gio ke luar, dan menatap seli.
" baru datang lo. " ( gio)
" iya gue baru datang, sumpah hari ini, hari tersial gue. " ( seli)
" emang kenapa. " ( gio)
seli pun mencerita kan nya dari awal, tanpa ada yg di tutup tutuppi, dari awal ia menunggu andra, hingga andra meninggal kan diri nya, sampai ia harus naik taksi, dan malah ban nya bocor, sampai ia harus menunggu,karena engga ada taksi.
gio yg mendengar cerita seli hanya menggeleng kan kepala nya saja.
" lo tau, sial nya itu, karena kelakuan lo. " ( gio)
" maksud lo. " ( seli) ia mengkerut kan kening nya, di saat mendengar ucapan gio.
" ia itu karna buat lo, karena masih mengejar ngejar suami orang. " ( gio)
" so tau loh. " ( seli)
" gue bukan so tau, tapi itu kenyataan nya, kenapa lo belum menyadari sel, ini baru permulaan, kalau masih nekad masih banyak karma lain nya, bahkan akan lebih gede dari ini." ( gio) ia sedikit menekan kata kata nya, supaya seli lebih paham, apa yg di lakukan nya salah, tapi sayang nya, seli tidak menanggapi itu semua, mungkin obsesi nya tinggi, makan nya ia tidak mendengar nasehat dari gio, sang sahabat sekaligus bos nya di kantor.
" udah ah, jangan ceramahin gue, ini kantor bukan mesjid , mending kamu lanjut kan bekerja, begitu pun sebalik nya, aku mau menyiapkan berkas, yg akan kita bahas nanti, di saat miting. " ( seli)
gio menghela napas nya, tanpa banyak kata gio pun masuk ke dalam ruangan nya, ia malas kalau harus berdebat dengan seli, lebih baik ia mengerjakan pekerjaan, yg tadi ia tunda, karena kedatangan seli, ia ingin menanyakan keterlambatan seli.
sedang kan seli, hanya menghela napas nya, ia pun berusaha menetral kan perasaan nya, ucapan yg gio beri kan terngiang ngiang, di pikir nya, tapi ia berusaha untuk menepia jauh jauh ucapan gio, ia pun berusaha konsen untuk mengerjakan pekerjaan nya, di saat ia melihat jadwal gio, ia tersenyum, karena ia melihat ada pertemuan dengan perusahaan andra, membuat hati nya bahagia, ia akan bertemu dengan andra.
ia kembali bersemangat, dan mengerjakan pekerjaan nya, ia ingin cepat cepat selesai, karena di saat bertemu dengan andra, kerjaan nya sudah selesai, ia ingin berlama lama bersama andra.
sedang kan di tempat lain, andra sedang melakukan vidio call dengan sang istri dan juga anak nya.
" sayang, mas kangen banget sama kamu. " ( andra) dengan wajah memelas.
__ADS_1
" baru juga beberapa jam mas, kamu udah kangen aja. " ( kiara)
" entah lah sayang, mas wngga bisa jauh dari kamu, anday saja mas bisa kerja di rumah , mungkin mas aka ln lakukan, tapi sayng itu semua engga bisa. " ( andra)
kiara hanya menampilkan senyum manis nya, ia tersenyum bahagia karena sang suami tidak bisa jauh dari nya.
" iya nanti siang kan, aku mau ke situ sayang. " ( kiara).
" iya sayang, jadi pingin cepet cepet siang deh. " ( andra) ia berasa masih pacaran dengan sang istri.
" sabar mas, tinggal 3 jam lagi mas. " ( kiara)
" tetap aja berasa lama, sekarang aja ya, kamu ke sini. " ( andra)
" iya, aku masak dulu ya mas. " ( kiara)
" iya maa tunggu ya sayang, kalau gitu mas tutup ya, tlpn nya, walaupun berat. " ( andra) terlihat wajah nya yg begitu lesu, dan enggan untuk menutup sambungan tlpn nya.
" semangat dong , sayang.. ?? " ( kiara) ia sambil tersenyum.
" iya sayang, aku semangat, kasih vitamin dong. " ( andra)
" emuachhhhhhh... ?? " ( kiara)
" ah, makasih sayang.. ?? " ( andra)
" sama sama, iya udah biar cepet aku tutup ya, sampai bertemu nanti di kantor. " ( kiara)
" iya sayang, hati hati ya. " ( andra).
" siap pak bos. " ( kiara)
" assalamu'alaikum.. ?? " ( andra)
" waalaikumsalam.. ?? " ( kiara) ia pun mematikan sambunhan tlpn nya.
kiara menuju ke bawah untuk memasak, sedang kan beby al, sedang tidur jadi ia lebih leluasa.
3 jam kemudian, kini kiara sedang bersiap siap untuk pergi ke kantor, ia sudah rapih dengan pakaian nya, yg begitu pas di tubuh nya, dengan rambut di kucir kuda, membuat siapa saja tidak menyanhka kalau kiara sudah mempunyai anak, karena dengan penampilan dia seperti itu, terlihat seperti remaja.
__ADS_1
" Sus.. Sus.. ?? " ( kiara)
" iya nyonya.. ?? " ( pengasuh)
" ayo kita berangkat. " ( kiara)
" baik nyonya. " ( pengasuh).
mereka pun berangkat, dengan menggunakan mobil, ingin rasa nya kiara menyetir sendiri, tapi sayang, sang suami tidak memberi nya ijin untuk mengendarai mobil nya, mau tidak mau ia pun mengikuti kemauan sang suami, di saat mereka baru ke luar komplek, handphone nya berbunyi, ia pun mengambil handphone nya di tas, dan melihat panggilan masuk, ternyata dari suami nya, ia pun menekan tombol hijau.
" assalamu'alaikum mas. " ( kiara)
" waalaikumsalam sayang. " ( andra).
" masih dimana sayang. " ( andra).
" aku masih di jalan mas." ( kiara)
" kirain aku, kamu engga jadi ke sini, ternyata kamu masih di jalan " ( andra)
" jadi dong mas, engga mungkin aku ingkar janji. " ( kiara)
" iya udah sayang, mas tunggu ya, hati hati di jalan ya. " ( andra)
" iya mas, assalamu'alaikum.. ?? " ( kiara)
" waalaikumsalam.. ?? " ( andra) ia pun memati kan sambungan tlpn nya, dan di menyimpan handphone nya di atas meja, ia kembali memerikaa berkas.
di saat ia sesng asyik memerikaa berkas, tiba tiba ada yg mengetuk pintu.
tok.. tok.. tok..
andra pun mengkerut kan kening nya, siapa yg mengetuk pintu, apa mungkin istri nya, tapi kalau istri nya, engga mungkin, karena baru beberapa menit sang istri bilang masih di jalan, tapi ia berharap kalau itu istri nya.
" masuk.. ?? "( andra) sedikit berteriak.
cklek.
terlihat lah wajah seli, yg masuk ke dalam ruangan nya, dengan menenteng sebuah peperbage, ia tahu kalau itu sebuah makan nan, andra menghela napas nya, saat melihat seli, di saat seli, akan menutup pintu, andra melarang nya, karena ia takut terjadi ke salah paham man,apa lagi sang istri mau ke kantor nya.
__ADS_1
walaupun ada rasa kesal, seli berusaha baik baik saja, di depan andra.