
kini waktu yg di tunggu tunggu pun tiba, hari dimana Vina dan giandra bersatu kembali, membuat semua orang, bahagia.
terutama giandra dan Vina.
setelah melaksana kan ijab kobul, kini mereka kumpul di ruang tengah, mereka sedang berbincang bincang.
" akhir nya kita bisa berkumpul lagi. "( anita) ia tersenyum senang.
" iya, akhir nya, momen yg kita tunggu tunggu, terwujud juga, yg terpenting kita bisa berkumpul lagi, jangan ada kata pisah ya, cukup sampai di sini, ke salah paham man kita, mudah mudah han, ke depan nya, engga ada lagi pertengkaran. "( anita) ia dengan bijak.
" amin.. ?? " ucap semua orang.
" kalau pun, ada masalah, kita harus membicara kan terlebih dahulu, sebelum mengambil ke putusan. "( anita)
" iya aku setuju.. ?? "( silvi) dari tadi, bibir nya menyungging kan senyum manis nya, saking bahagia nya, bisa berkumpul dengan para sahabat nya.
" maaf kan aku ya, tidak membicara kan terlebih dahulu, aku malah berpikir buruk tentang kamu, dan malah memusuhi kamu,seharus nya,aku ni ta penjelasan ke kamu,ini malah aku malah membenci kamu."( fitri) dengan menampil kan raut wajah penuh penyesalan.
" engga apa apa, yg sudah biar lah berlalu, kita tutup, dan membuka dengan lembaran baru. "( silvi) sambil tangan nya menggenggam telapak tangan fitri.
fitri pun menoleh, dan tersenyum ke arah, silvi.
" oh iya ra, kamu jadi kan acara tasyakuran anak kalian, dan pindah rumah. "( anita) ia menatap sang menantu.
" jadi mah. "( kiara).
" berarti 2 hari lagi ya. "( anita).
" iya mah, dua hari lagi. "( kiara).
" baik kalau gitu, mamah akan menghubungi pihak ketring, apa kamu jadi mengundang, anak anak yatim."( anita)
" jadi mah, apa mamah yg mau menghubungi pihak yayasan. "( kiara).
" iya nanti mamah aja, yg akan menghubungi pihak yayasan. "( anita).
" iya mah, makasih ya sebelum nya, maaf sudah merepot kan, mamah. "( kiara) dengan raut wajah, yg tak enak, karena ia sudah merepot kan ibuertua nya.
" mamah, engga merasa di repot kan, ko sayang, karena ini juga, untuk ke baikan cucu mamah, jadi jangan merasa di repot kan. "( anita) ia mengelus rambut sang menantu.
__ADS_1
" iya mah. "( kiara).
mereka pun berbincang bincang, sebagian yg mereka obrol kan tentang, wejangan.
para ibu, memberi kan pengalaman nya, di saat mereka hamil, melahir kan, dan mengurus sang anak, dan juga menantu nya.
berbeda dengan para laki laki, mereka sedang mengobrol di taman belakang, pembahasan mereka tidak jauh dari bisnis.
" bentar lagi, tersalur kan dong.. ?? "( doni) ia menatap sang anak, dengan tatapan menggoda.
" iya dong pah, apa lagi ini udah puasa beberapa bulan, pasti kangen lah, sama sarang nya. "( giandra) ia menanggapi candaan sang papah.
ha.. ha.. ha..
" apa lagi, wanita hamil itu sangat seksi.. ?? "( angga) kini ia menimpali, candaan sang besan, dan juga menantu nya.
" eh.. ?? bukan lagi, dulu aja aku engga mau lepas, barang sehari pun, dan engga bosen bosen nya, ingin melakukan itu. "( Hendra)
" bener sekali, wanita hamil itu, begitu menggoda. "( angga)
mereka semua tertawa, terkecuali andra, sang papah pun menaik kan halis nya.
" iya pah, aku juga dulu merasa kan.. ?? "( andra) ucap nya lirih.
" kamu, kenapa ndra, kaya engga bersemangat gitu. "( Hendra) ia memicing kam halis nya.
" aku lagi kesel aja pah.. ?? "( andra)
" kesel kenapa. "( Hendra)
" anboxsing aku masih lama..?? "( andra)
ha.. ha.. ha..
andra pun mendelik kan mata nya, ia kesal, ke pada mereka semua, karena mentertawa kan penderitaan nya.
" bukan nya tinggal 20 hari lagi. "( doni) ia menatap. ke arah sang menantu.
" kata papah sebentar lagi, kalau kata aku mah lama pah. "( andra).
__ADS_1
" makan nya, jangan di tunggu tunggu, kata nya, kalau kita menunggu, hari itu tiba, akan terasa lama, mending kamu santay aja, jangan di ingat ingat dulu deh. "( giandra)
" kamu bisa aja, ngomong gitu, karena kamu belum merasa kan, apa yg sekarang aku rasa kan, dan bentar lagi kamu akan merasa kan, betapa pusing nya kepala aku, seperti mau pecah. "( andra)
" tapi sory ya,kalau masalah itu, gue bisa nahan, bukti nya gue sudah beberapa tahun, tidak jajan di luar, tapi fine fine aja. "( giandra) dengan bangga nya. " serius gi, bisa nahan, dan engga jajan, di luar sana, lihat nya aja, gue jiji banget " ( giandra).
" syukur lah, kalau kamu bukan, laki laki seperti itu. "( andra) ia mengelus dada nya.
" kan lo tau, kehidupan gue gimana, gue bukan laki laki yg suka celup sana, celup sini. "( giandra)
andra pun hanya mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban.
di saat mereka sedang mengobrol, anita datang, dan mengajak Hendra pulang, tak berselang lama silvi pun sama mengajak angga pulang, kini tinggal lah keluarga doni.
karena mereka melaksana kan nya, di ke diaman doni, alasan nya karena, kasian dengan kiara, mereka engga memungkin kan untuk meninggal kan kiara sendirian, dan walaupun kiara ikut, engga mungkin juga, karena bayi nya, masih kecil, belum berusia 40 hari, kalau kata orang dulu, jangan dulu di bawa ke luar rumah, sebelum bayi berusia 40 hari, makan nya mereka memutus kan untuk melaksana kan ijab kobul, di rumah giandra.
kini mereka sudah masuk ke kamar masing masing.
tiba nya di kamar, giandra dan Vina.
" sayang, mau kemana.. ?? "( giandra) sambil menatap ke arah sang istri.
" aku mau, ganti baju mas, sambil cuci muka, dan gosok gigi. "( Vina) ia pun pergi ke kamar mandi, dengan membawa baju ganti.
giandra, pun mengangguk kan kepala nya, dan ia juga merebah kan tubuh nya.
setelah menunggu 15 menit, akhir nya Vina pun ke luar, giandra menoleh ke arah Vina.
ia membulat kan mata nyanya, karena melihat penampilan Vina, yg begitu seksi.
Vina mengena kan baju daster, tanpa lengan, dan panjang nya di bawah lutut sedikit.
Vina menyadari kalau sang suami sedang memperhati kan nya, ia menjadi engga PD, karena kini tubuh nya, naik drastis.
" mas, kamu kenapa, aku jelek ya, pake baju ini. "( Vina) ucap nya lirih.
" engga sayang, kata siapa, justru kamu terlihat seksi, pantas aja kata papah, kalau wanita hamil itu, terlihat seksi, dan itu ke nyataan nya. "( giandra) ia pun berjalan ke arah sang istri, yg masih berdiri.
" sayang, boleh ya, kalau aku minta hak aku sekarang. "( giandra) ia menatap lekat, mata sang istri.
__ADS_1
Vina pun mengangguk, dan akhir nya mereka pun melepas rasa rindu.