
di saat ia ke luar dari ruangan giandra, ia tidak melihat kalau lantai nya basah, saking buru buru nya,alhasil ia pun tejatuh.
" aw... aw.. ?? " ( seli) ia meringis ke sakitan.
untung ini masih jam nya kantor, jadi di saat ia terjatuh engga ada yg melihat, hanya OB saja yg sedang mengepel.
" aduh maaf nona, biar saya bantu. " ( ob) ia berucap dengan penuh cemas, tapi sayang nya tangan nya itu di tepis oleh seli.
" engga usah pegang pegang, jiji gue. " ( seli) dengan nada meninggi nya.
di saat yg bersamaan ada kiara, yg menenteng keresek, kebetulan kiara habis membeli cemilan untuk sang anak, karena jam segini sang anak, pasti minta cemilan.
" ini ada apa. " ( kiara) sambil melihat ke arah seli dan juga OB.
seli dan OB pun menoleh ke arah kiara, seli tersenyum kecut, sedang kan sang OB menunduk kan kepala nya, karena ia takut di marahi oleh istri sang co.
" ini karyawan kamu, sangat engga becus kerja. " ( seli) dengan nada meninggi, karena ia masih marah, atas sikap andra, dan juga giandra, ke tambah oleh OB, makin meninggi emosi nya, sambil tangan nya menunjuk ke arah OB, tidak lupa tatapan sinis nya.
" emang masalah nya apa, sampai kamu bilang karyawan saya engga becus bekerja " ( kiara) dengan tenang .
" kamu engga lihat, atas kecerobohan karyawan kamu, aku sampai jatuh. " ( seli)
kiara memicing kam mata nya, dan menatap ke arah seli dan berganti ke arah OB.
" kenapa kamu bisa jatuh. " ( kiara)
" udah tau, ada orang kenapa dia mengepel lantai. " ( seli)
" kan itu udah tugas emang salah nya dimana. " ( kiara)
" iya salah lah,seharus nya ia mengepel lantay di saat pagi dan juga sore,di saat semua karyawan udah pulang ,ini di saat masih banyak karyawan dia malah mengepel " ( seli) ia masih keras kepala, dengan pendirian nya.
" dia memang mengerjakan pekerjaan nya sesuai yg di tetap kan oleh kantor, mungkin kalau di kantor kamu peraturan nya seperti itu, tapi maaf kalau di kantor suami aku engga seperti itu, para OB mengepel sehari 3x , pagi siang, dan sore, untuk membuat karyawan nyaman,dan bisa lebih konsentrasi dalam melakukan pekerjaan nya , kalau ruangan bersih mereka pun akan nyaman . "( kiara)
membuat seli bungkam, dan tidak berkutik lagi.
" anda lihat di sana ada papan pengumuman, yg menanda kan kalau lantai ini sedang di pel, apa anda melihat atau jangan jangan mata kamu rabun ya. " ( kiara) sambil menampilkan senyum sinis nya.
__ADS_1
lagi lagi seli bungkam, dan tanpa banyak kata ia pun langsung meninggal kan kiara dan juga OB,seli hanya menggeleng geleng kan kepala nya, saat melihat tingkah seli.
setelah melihat seli, sudah masuk ke dalam lip, ia pun menatap ke arah OB, yg dari tadi hanya menunduk kan kepala nya.
" tolong nyonya, jangan pecat saya " ( OB) ia menatap kiara, dengan tatapan memohon , jangan di tanya, dengan mata ny sudah sedikit sembab karena ia menangis.
" siapa, yg akan saya pecat. " ( kiara)
OB tersebut tak menjawab.
" saya engga akan, memecat kamu, karena kamu engga salah, itu kecerobohan dia saja, sekarang kamu selesai kan tugas kamu ya, saya permisi. " ( kiara)
OB tersebut mendongak kan wajah nya, dan tersenyum ke arah kiara, tidak lupa ia mengucap kan terimakasih .
kiara pun meninggal kan OB tersebut, dan menuju ke ruangan sang suami.
cklek
andra dan juga sang anak menoleh ke arah pintu, dan di saat pintu terbuka, muncul lah sang istri, sambil menenteng sebuah keresek, yg berupa cemilan sang anak.
andra pun tersenyum, saat melihat sang istri.
" iya engga apa apa ma. " ( andra) meniru kan suara anak kecil.
andra pun mengambil cemilan, yg berada di kantong keresek, dan memberi kan nya ke sang anak.
kini kiara sedang melamun, sambil mata nya tertuju ke arah andra dan juga sang anak, berpikir kalau istri sedang tidak baik baik saja.
andra pun membawa sang anak ke kamar pribadi nya, kebetulan suster nya, baru selesai shalat.
" Sus, tolong jagain dulu abang al. " ( andra) ia membiasakan kan bilang abang, kelak entar di saat ia akan mempunyai adik , ia engga akan sungkan.
suster pun membawa abang al, masuk ke dalam kamar nya.
sedang kan ia duduk di samping sang istri.
andra pun meghela napas nya, dan menatap ke arah kiara, ia memegang bahu sang istri.
__ADS_1
" sayang.. ?? " ( andra) mengelus bahu sang istri.
" iya mas. " ( kiara) sedikit tersentak.
" kamu kenapa. " ( andra)
" aku engga kenapa kenapa mas. " ( kiara)
" jangan bohong sayang, aku tau kamu sedang memikir kan sesuatu, coba bilang sama aku sayang. " ( andra)
kiara pun menghela napas nya, dan menatap ke arah andra.
" aku takut mas. " ( kiara) ucap nya lirih.
" takut kenapa sayang apa ada yg mengancam kamu, coba cerita sama aku sayang. " ( andra)
" engga ada yg mengancam mas, cuman aku takut kehilangan kamu mas. " ( kiara) kini air mata nya, tak terbendung lagi, mengalir begitu saja.
" sayang apa yg harus kamu takutin. " ( andra) ia menghimpit pipi sang istri, dan tidak lupa jempol nya, menghapus air mata nya.
aku takut kamu, engga tahan dengan godaan para pelakor mas, jaman sekarang pelakor pada nekat nekat, aku takut kamu berpaling. " ( kiara)
" dengerin sayang, sampai kapan pun, aku engga akan berpaling hanya kamu dan anak kita yg ada di dalam hati aku, jadi buang lah jauh jauh pemikiran kamu itu. " ( andra) ia berusaha meyakinkan hati sang istri.
kiara hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban, andra pun membawa kiara ke dalam dekapan nya, untuk mengenang kan hati sang istri.
" jangan khawatir sayang, aku kan punya ajudan khusus. " ( andra)
kiara pun mereray peluk kan nya, dan menatap ke arah sang suami.
" siapa mas. " ( kiara)
" siapa lagi sayang kalau bukan abang kamu, abang giandra, kemana mana dia kan selalu ada untuk aku. " ( andra)
kiara pun tersenyum ia baru menyadari kalau sang suami mempunyai ajudan khusus, yaitu abang nya, yg engga mungkin bisa di sogok, karena abang nya engga akan rela adik nya di sakitin.
" jadi jangan pernah meragukan kesetiaan aku ya sayang, karena hati aku hanya milik kamu dan anak kita. " ( andra) ia kembali menegaskan ucapan nya, supaya sang istri percaya terhadap nya.
__ADS_1
kiara pun tersenyum, dan memeluk tubuh sang suami, ia harus membuang jauh jauh rasa itu, karena suami nya juga, tidak mudah jatuh cinta.
ia pun harus memperjuang kan cinta nya, cukup lama, dan di tambah andra sosok laki laki yg bertanggung jawab dan di didik oleh orang tua nya, untuk tidak pernah menyakiti seorang perempuan, itu lah nasihat dari mamh mertua nya.