Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 324


__ADS_3

kini seli sedang menunggu andra, masuk ke dalam mobil, andra malah berbicara degan seorang lelaki paru baya, entah lah itu siapa, seli pun tak tau, tak berselang lama laki laki tersebut langsung masuk ke dalam mobil, membuat seli kaget, sedang kan andra malah masuk ke dalam rumah, tanpa mempeduli kan seli.


" loh, ngapain kamu ke sini. "( seli) dengan nada yg ketus.


" saya mau mengantar nona, sesuai permintaan tuan. " ( sopir) ia memulai menyala kan mesin mobil nya.


" tunggu. " ( seli) ia pun membuka pintu mobil nya, dan ia ke luar, ingin menemui andra.


" tuan. " ( seli ) ia sedikit berteriak, dan kini ia sudah berada di belakang andra.


otomatis andra pun memutar tubuh nya, dan mengkerut kan kening nya.


" ada apa lagi, saya mau istirahat. " ( andra )


" tunggu tuan, kenapa malah upir yg mengantar kan saya. " ( seli)


" terus, siapa yg harus mengantar kan kamu. " ( andra) ia memicing kan mata nya, ia menahan emosi.


" tuan. " ( seli) dengan gugup nya.


andra menggeleng geleng kan kepala nya, atas ucapan seli.


" emang kamu siapa nya saya, istri bukan sodara juga bukan, ngapain aku harus nganterin kamu, membuang buang waktu saja, ingat jaga batas san kamu, kamu itu bukan siapa siapa saya, kamu itu hanya orang luar, yg ingin masuk ke dalam rumah tangga saya, kalau kamu masih berani ngusik rumah tangga saya, jangan harap saya, bisa mengampunin kamu,dari tadi saya berdiam diri, karena saya menghargai kamu sebagai tamu, tapi untuk sekarang, kesabaran aku sudah habis, di diemin kamu malah makin melunjak, kalau kamu engga mau di antar sama sopir saya, silah kan kamu pulang sendiri. " ( andra) ia dengan tegas, karena ia sudah mulai jwngah dengan kelakuan seli, dan pada akhir nya ia pun mengeluarkan kan unek unek nya, saking kesal nya.


sedang kan seli, hanya mematung, sesaat mendengar ucapan andra, yg begitu tegas, tanpa banyak kata ia pun masuk ke dalam mobil, dengan pikiran yg kacau.


" gimana nona, mau di antar. " ( sopir)


" kamu engga lihat, kalau saya di sini, berarti saya mau di antar pulang. " ( seli) dengan nada ketus nya.


" biasa aja, jangan ketus gitu.. ?? " ( sopir) ia pun memaju kan mobil nya.


seli benar benar kecewa, dengan sikap andra, tapi bukan nya menyerah, ia malah masih ingin lanjut mendapat kan andra.


sedang kan andra masuk ke dalam rumah, dengan perasaan lega, ia pun menuju ke arah kamar nya.


cklek


pintu pun terbuka , terlihat sang istri sedang memberi asi, ke sang anak.


andra pun merebah kan tubuh nya, di samping sang istri, tidak lupa ia memeluk pinggang sang istri.


ia mengecup tengkuk kiara.

__ADS_1


" mas geli. " ( kiara) ia sedikit berbisik, karena takut membangun kan sang anak.


" habis nya kamu menggoda sayang. " ( andra)


" menggoda apa sih mas, aku engga apa apa juga. " ( kiara)


sedang kan andra tidak menyaut, ia masih asyik mengecup leher jenjang kiara.


kiara pun berusaha untuk menghindar, dan akhir nya berhasil, ia pun memindah kan aldo ke bok bayi, dan kini ia merebah kan tubuh nya di samping sang suami, tanpa banyak kata andra pun langsung mengukung tubuh sang istri.


" sayang.. ?? " ( andra)


" apa mas, awas ah berat. " ( kiara)


" kita lanjut kan, yg tadi sempat tertunda. " ( andra)


" engga ah, mas.. ?? " ( kiara)


" loh, ko gitu sih sayang.. ?? " ( andra)


" udah engga **** lagi ah, mas. " ( kiara)


" sayang.. ?? " ( andra) ia masih berusaha merayu.


kiara pun tak tega, di saat ia melihat raut wajah andra, akhir nya ia pun mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban, andra pun tersenyum senang di saat di beri lampu hijau oleh sang istri, tanpa banyak kata ia pun melanjut kan aksi nya.


berbeda dengan andra, yg sedang memadu kasih, dengan sang istri, giandra kini malah aedang menganalisis kesal, gimana engga kesal, di saat ia sedang on, anak nya malah menangis, dan sampai sekarang tidak melepas kan ****** sang istri.


Vina hanya tersenyum, melihat wajah sang suami.


" seneng ya kamu, melihat suami kamu menderita. " ( giandra)


" engga juga, jangan pitnah ya kamu mas. " ( Vina)


" terus, kenapa kamu ketawa ketawa. " ( giandra)


" siapa juga yg ngetawain kamu. " ( Vina ) ia mengelak.


" barusan. " ( giandra)


Vina tidak menanggapi, ia hanya pokus melihat anak nya.


giandra pun menghela napas nya, dan kini ia pun berbaring di samping sang istri.

__ADS_1


" sayang.. ?? " ( giandra) ia pun memeluk pinggang sang istri.


" apa mas. " ( Vina)


" masih lama engga. " ( giandra)


" engga tau mas, kamu kaya engga tau aja, karakter anak kamu, kalau lagi minum asi suka lama. " ( Vina)


" iya, tapi waktu nya engga tepat sayang. " ( giandra)


" sabar aja mas, mungkin bentar lagi. " ( Vina)


" iya tapi ini udah hampir tiga puluh menit, dia belum melepas kan nya sayang, ini udah benar benar si atas kepala sayang. " ( giandra)


" iya terus gimana mas, aku juga engga mungkin melepas paksa. " ( Vina)


" iya jangan lah sayang, kasian kalau harus di lepas paksa. " ( giandra)


" iya makan nya tungguin aja. " ( Vina) .


" iya udah aku tunggu aja. " ( giandra)


akhir nya ia hanya bisa pasrah, dan menunggu saja, di saat ia sedang melamun ia ke ingat kejadian tadi siang.


" sayang. ?? " ( giandra)


" ada apa mas. " ( Vina)


" tau engga yang, bakal ada pelajaran di kehidupan rumah tangga andra dan juga kiara. " ( giandra)


" loh, ko bisa mas, kenapa kamu tau. " ( Vina)


giandra pun menceritakan kejadian tadi siang, tanpa ada yg di tutupi, ke sang istri, sedang kan Vina hanya bisa menjadi pendengar.


" cewe nya aja yg engga tau malu mas. " ( Vina)


" iya sih sayang, tapi mas yakin kalau andra engga mungkin, tergoda sama perempuan itu, soal nya andra terlihat cuek. "( giandra)


" iya maa, aku yakin andra engga bakal tergoda. " ( Vina)


" iya mas tau keseharian dia, andra itu orang nya cuek, super duper dingin, makan nya ma percaya. " ( giandra)


" tapi walaupun gitu mas, mas harus bisa menjaga nya, wanita seperti itu engga akan ada puas nya, pasti ia akan terus mengejar andra, dengan cara apa pun. " ( Vina)

__ADS_1


" iya sayang, mas akan selalu menjaga dia. " ( giandra)


sang anak pun sudah melepas ****** nya, dan tidur terlelap, Vina pun perlahan memindah kan sang anak, ke bok bayi nya, dan ia pun menuju kasur, untuk membaring kan tubuh nya di samping sang suami, tanpa banyak kata, giandra pun langsung mengukung sang istri, Vina pun hanya bisa pasrah, atas perlakuan sang suami.


__ADS_2