
sedangkan di kantor,papih sedang marah,karena ank buah nya tidak becus,menjaga Hendra.
" kalian benar benar ceroboh .. ?? " ( papih ) suar nya meninggi.
" maaf kan saya tuan,ini di luar kendali saya . ?? "( anak buah ) sambil menunduk kan wajah nya.
" kan kalian bisa giliran,ke kamar mandi,kenapa harus ber dua .. ?? " ( papih )
" memang sebelum nya kami mau bergantian tuan,tapi saya benar benar ke belet,dan di kira,tuan muda masih lama,miting nya,tpi pikiran saya salah .. ?? " ( anak buah 2 )
papih pun menghela napas nya dalam,ini bener di luar kendali nya,karena baru ini anak buah nya mengecewa kan nya.
" iya sudah sekarang kalian ke luar .. ?? " ( papih )
mereka pun menunduk kan badan nya,dan berlalu ke arah luar.
papih pun duduk,di kursi ke besar ran nya,ia bingung harus melakukan apa .
sedangkan di apartemen,Sisil sedang bersorak senang,karena ide nya berhasil,dan berjalan mulus berkat orang tua angkat nya.
" makasih mah atas ide nya .. ?? " ( Sisil ) sambil memeluk mamah nya.
" sama sama sayang .. ?? " ( mamah ) sambil tersenyum,dan membalas peluk kan Anita.
" flashback "
kemarin Sisil menceritakan kan kepada mamah angkat nya,karena ia bingung harus bagay mana,supaya Hendra bertekuk lutut di hadapan nya,akhir nya ia menelpon mamah angkat nya.
mamah angkat nya pun memberikan ide ,kepada Sisil untuk menjebak Hendra,dan ide nya pun harus berjalan mulus.
mamah angkat nya sangat menyangi sisil,seperti anak sendiri,walaupun sisil bukan anak kandung nya,tapi Sisil sangat berjasa dalam kehidupan nya,karena Sisil sudah menyelamat kan anak nya,di saat anak nya sedang membutuh kan darah,akibat dari kecelakaan,dan golong Ngan darah nya pun langka,dan di situ lah,ia di pertemukan oleh mamah angkat nya,( walaupun ia menerima imbalan ).
sedangkan papah angkat nya menyetujui dan melakukan ide yg istri nya minta,karena ia kesal terhadap Sisil yg sering meminta uang pada diri nya,dalam jumlah banyak,akhir nya ia pun menyetujui ide istri nya,dan ia pun berpikir kalaw sisil,sudah menikah,mungkin sisil tidak akan meminta uang kepada diri nya.
" flashback "
" nanti papah akan,menghubungi Hendra,dan memepeecepat pernikahan kalian .. ?? " ( papah )
" ok,siap pah .. ?? " ( Sisil ) ia sangat senang karena bentar lagi akan menjadi keluarga Permana.
__ADS_1
" kalaw gitu papah akan, pergi ke kantor lama papah .. ?? " ( papah ) sambil beranjak dari duduk nya.
" mamah mau ikut .. ?? " ( papah ) menoleh istri nya.
" ga pah,mamah mau di sini aja,mau merubah penampilan Sisil,supaya lebih cantik,dan berkelas." ( mamah )
" terserah mamah,kalaw begitu papah pergi dulu " ( papah )
sambil berlalu ke arah luar,sedangkan Sisil dan mamah angkat nya,mau pergi ke sebuah mol,untuk membeli baju,buat nanti sore,Sisil pakai.
mereka berdua pun siap siap untuk pergi.
sedangkan hendra,setiba nya d kantor,bukan nya kerja,tapi ia malah menatap lurus,dengan pikir nya kacaw nya,antara Anita dan perusahaan.
kalaw ia memilih Anita,bagay mana dengan perusahaan nya,yg sudah berdiri puluhan tahun,harus gulung tikar,dan bagaymana dengan ribuan karyawan nya,yg menanggungkan hidup nya mengandal kan perusahaan nya.
kalaw ia harus memilih perusahaan,ia harus rela,kehilangan Anita,hati nya merasakan tak rela,karena hidup nya sudah tergantung ke Anita.
di sini lah hati nya,dan pikiran nya bekerja,saking asik nya melamun ia tidak menyadari Doni masuk ke ruang Ngan nya.
" bro . ?? " ( Doni )
" HENDRA PERMANA .. .. ?? " ( Doni )
ia berteriak,karena Hendra tidak menanggapi nya.
akhir nya Hendra pun tersadar dari lamun nan nya,ia kaget,karena ada yg memanggil nama nya,apalagi sambil berteriak,Hendra menoleh,dan menatap tajam ke arah Doni.
" kenapa lo berteriak teriak,ga sopan banget .. ?? " ( Hendra ) tatap pan nya sinis.
" dan kenapa juga ga mengetuk pintu. " ( Hendra )
Doni hanya tersenyum,dan menggeleng geleng kepala nya,dan ia pun duduk di kursi,yg berada di depan Hendra.
" Lo tau,tangan gue sampay memerah,karena mengetuk ngetuk pintu ruangan Lo .. ?? " ( Doni ) sambil menunjukan jari jari tangan nya yg memerah,karena saking lama nya mengetuk pintu ruangan Hendra.
" dan kenapa gue berteriak manggil nama Lo,karena gue sudah beberapa kali,manggil nama Lo,tapi Lo ga nyaut,Lo malah asik dengan lamun nan Lo.. ?? " ( Doni )
" emang Lo,lagi mikir Rin apa sih hen, sehingga muka Lo keliatan kacaw begitu .. ?? " ( Doni )
__ADS_1
Hendra pun menatap sahabat nya,sekaligus seketaris pribadi nya,ia pun akhir nya menceritakan masalah yg ia tanggung sekarang.
sedang kan Doni yg menyimak merasa kesal dengan cerita Hendra,karena di situ hendra meninggal kan Anita sendirian.
" terus keputusan lo bagay mana hen .. ?? " ( Doni ) tatap pan nya inten.
" itu lah Don,gue bingung,otak gue Blang .. ?? " ( hendra) sambil menyender kan kepala nya ke kursi.
" keputusan berada di tangan Lo hen,bijak bijak lah dalam memilih .. ?? " ( Doni )
" jangan sampai,menyesal akhir nya. " ( Doni ) ia pun,menepuk bahu Hendra,dan memberikan berkas untuk Hendra tanda tangani,setelah beres dengan urus san nya,Doni pun ke luar.
" AH .. ?? " ( hendra ) menghela napas panjang nya.
tak berselang lama,hp nya berbunyi dan muncul lah nmr yg ga di kenal,Hendra pun mengabay kan nya,to hp nya terus berbunyi,akhir nya Hendra pun mengangkat nya,dan ternyata itu dari papah angkat nya Sisil,ia pun mengangkat nya,walaupun hati nya terpaksa.
" hallo ..?? " ( Hendra )
" gimana dengan keputusan kamu .. ?? " ( papah ).tanpa berbasa basi lagi,langsung tutup poin.
Hendra pun bingung harus menjawab apa,karena memang pikir Tan nya lagi kacaw.
" kenapa ga menjawab .. ?? " ( papah ) suara nya dengan lantang.
" saya ga mau tau,kamu harus menikahi Sisil,dan nanti sore saya akan berkunjung ke rumah orang tua mu,setuju tidak setuju kamu harus setuju.. ?? " ( papah )
" bawa juga istri kamu,karena saya ingin mendengar kamu,menceray kan istri kamu di depan saya .. ?? " ( papah )
DEG ...
hati nya begitu sakit,setelah mendengar ucap pan papah angkat Sisil,hati Hendra pun tak rela harus bercerai dengan Anita.
di saat ia akan berbicara,papah angkat nya Sisil sudah mematikan sambungan telepon nya.
Hendra pun menggebrak kan meja nya,karena ia marah,tapi apa daya keadaan yg memaksa nya.
Hendra pun beranjak ke luar ruang Ngan,dan berlalu ke luar ,ia pun pergi ke apartemen untuk menemui istrinya,karena yg di butuh kan sekarang peluk kan istri nya,yg menenangkan nya.
ia pun bergegas ke lobi,dan di sana karyawan nya heran kenapa dengan bos nya,yg terlihat buru buru dan wajah nya terlihat kusut,tapi mereka tidak berani menanyakan nya.
__ADS_1