Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 269


__ADS_3

kini Vina sedang berada di balkon kamar nya, dari pagi ia engga ke kuat kamar, bahkan sarapan pun minta di antar ke kamar, orang tua nya, sama sekali engga peduli, dengan nya.


Vina bingung, ia harus bagaimana, antara memelih cinta nya, atau ia memilih giandra.


ia menatap kosong ke arah depan, posisi nya benar benar bingung kalau ia memilih fino, otomatis ia akan kehilangan giandra, dan orang tua nya.


kalau masalh orang tua nya, ia pasti mengerti, lama ke lamaan pasti mereka luluh, dan akan menerima hubungan nya.


di saat ia melamun, handphone nya berdering, Vina pun melirik ternyata dari fino, Vina pun menekan tombol hijau.


" hallo sayang.. ?? "( fino)


" iya hallo.. ?? "( Vina)


" sayang, kamu udah makan. "( fino)


" belum.. ?? "( Vina).


" kebetulan sayang, aku juga belum, nanti kita makan siang bareng ya , di cafe yg biasa. "( fino)


" ehmptz.. ?? "( Vina) ia bingung, antara mengiya kan atau menolak, karena untuk sekarang diri nya benar benar malas untuk pergi keluar, ia butuh waktu untuk sendiri.


" sayang ko diam, berarti kalau kamu diam, tanda nya kamu mengiya kan. "( fino)


" tapi no.. ?? "( Vina)


" engga ada tapi tapian, supaya nya sekarang aku tunggu di cafe biasa, bay sayang, sampe ketemu di sana. "( fino) ia langsung memati kan sambungan telpon nya.


Vina menghela napas nya, ingin rasa nya ia menolak, tapi ia tak tega, karena fino sudah menunggu nya di cafe, akhir nya mau tidak mau Vina pun harus ke sana, untung nya ia sudah mandi,tinggal ganti baju saja, dan bersiap.


tak membutuh kan waktu lama, akhir nya Vina pun sudah rapi, ia pun kini menuju ke bawah, di saat ia turun ke bawah, ternyata ia berpapasan dengan sang mamah.


silvi menatap sang anak, dari atas sampai bawah, dengan tatapan bingung.

__ADS_1


" mah, aku pergi dulu ya. "( Vina) sambil menampil kan senyum manis nya.


" ehmptz.. ?? "( silvi) ia pun langsung menuju ke atas, tanpa menoleh ke arah sang anak.


Vina menghela napas nya, ternyata samh mamah masih marah sama diri nya,Vina pun kini menuju ke arah mobil nya, untuk bertemu dengan fino.


hanya memakan waktu 20 menit, ia pun sampai, di cafe, setelah memarkir kan mobil nya, ia pun masuk ke dalam,ia langsung ke ruang VIP, karena sebelum nya fino mengabari Vina, kalau diri nya, sudah menunggu nya.


" sayang..?? "( fino).


Vina pun tersenyum, dan duduk di kursi, di meja sudah tersaji, makan favorit,mungkin fino sudah memesan nya, sebelum Vina datang.


" kita makan dulu ya, ke buru dingin. "( fino) ia memegang tangan Vina.


Vina pun mengangguk mereka pun makan, tanpa ada mengobrol, hanya ada dentingan sendok dan garfu saja, selang 15 menit,mereka pun selesai dengan acara makan nya.


" sayang.. ?? "( fino).


Vina pun mendongak kan wajah nya, dan metap fino .


" iya, terserah kamu aja no. "( Vina)


" gimana dengan ke dua orang tua kamu sayang..??"( fino)


" mamah sama papah masih marah sma aku no, kalau papah sih biasa, tapi mamah, bahkan ia engga peduli sama aku no..?? "( Vina) ucap nya lirih.


" engga apa apa sayang, kita harus lebih bersabar, dan berjuang. "( fino) ia memegang telapak tangan Vina.


" iya no. "( Vina) ia menampil kan senyum manis nya.


" sayang, gimana kalau kita jalan jalan, biar kamu engga sedih lagi."( fino)


" boleh juga no..?? "( Vina)

__ADS_1


" iya udah ayo. "( fino) ia pun berdiri, dan menggandeng tangan Vina, mereka pun menuju ke luar, sebelum nya ia membayar terlebih dahulu.


di saat ia akan ke luar cafe, ternyata ia berpapasan dengan fitri dan juga kiara.


fitri menatap sinis ke arah Vina dan beralih ke arah fino, sedang kan Vina hanya menunduk kan kepala nya, karena ia malu, dan takut, tapi fino menggenggam tangan Vina, dengan erat, untuk memberi ke kuatan.


" bagus ya, belum juga bercerai sudah berani jalan berdua. "( fitri) dengan tatapan sinis nya .


" terus kenapa, masalah buat anda. "( fino) ia yg menjawab, karena melihat Vina, malah tertunduk.


" masalah banget, karena kalian menyakiti anak saya, kalian bersenang senang di atas penderitaan anak saya. "( fitri)


" itu urusan anak tante, bukan urusan kita, karena cinta engga bisa di paksa kan. "( fino)


" aku tau, cinta itu engga bisa di paksakan. "( fino)


" iya saya tau, tapi kenapa kalian setega itu, terutama kamu vin, anak saya hanya di jadi kan pelampiasan, singgahan di saat kamu terpuruk , ia selalu berusaha membahagia kan kamu, tapi kamu malah menyakiti anak saya demi laki laki beresngsek ini, ingat vin, laki laki sekali nya berengsek, tetap berengsek, karma masih berlaku, dan ja gan harap kamu dapat maaf dari keluarga saya, terutama anak saya. "( fitri) dengan tatapan tajam.


" maaf kita engga akan pernah, meminta maaf sama anda, emang anda siapa, hanya kacung nya keluarga permana. "( fino) dengan tatapan sinis.


" maaf, walaupun suami dan anak saya sebagai kacung permana, tapi kita engga mengambil hak orang lain, dan kita juga berkecukupan, bahkan anak saya bisa membeli rumah elit, untuk Vina, hasil jeripayah nya, tidak meminta ke pada orang tua nya, atau pun ke mertua nya. "( fitri)


" dan satu lagi, penghasil lan anak saya bukan hanya sebagai kacung, tapi dia juga punya penghasilan sendiri, selama ini anak saya mandiri, tidak seperti kamu, yg berlindung di bawah ke tiak orang tua kamu,walaupun kamu memang mempunyai perusahaan, tapi sayang nya,kamu engga berjuang dari o, kamu tinggal duduk manis saja, masih mending anak saya,tanpa bantuan orang tua nya, ia bisa berdiri sendiri. "( fitri) dengan tatapan sinis.


" udah, yu sayng kita masuk mamah lapar , dan untuk kamu Vina, tunggu karma akan datang, menghampiri kamu, sekarang bersenag senang lah, sebelum karma itu datang, dan cepat urus perpisahan kalian, biar anak saya bahagia, dan bisa mendapat kan wanita, yg lebih dari kamu, terutama bisa mencintai dia sangat tulus. "( fitri) ia pun menggenggam tangan sang anak, meninggal kan Vina, dan juga fino, yg mematung.


Vina menghela napas nya, air mata yg ia tahan, akhir nya lolos juga,.


" kita pulang. "( Vina) ia mendahului fino.


" tapi sayang, bukan nya kamu mau ke mall..?? "( fino)


" engga jadi, aku mau pulang, kalau kamu engga mau mengantar aku, aku bisa naik taksi. "( Vina) dengan napas yg memburu.

__ADS_1


" ok.. ok.. kita pulang sekarang. "( fino) akhir nya ia pun pasrah, dan mengikuti ke mauan Vina, dari pada Vina merajuk.


" jangan lupa mampir, ke karya aku yg terbaru ya, hati yg kau sakiti. "


__ADS_2