
tak berbeda jauh dengan kiara, dan andra.
kini pasangan pengantin baru pun, sedang menghabis kan waktu nya, berdua.
dengan cara main ke mall, mereka menonton bioskop dan berbelanjaan ke perluan mereka.
" sayang mau, beli baju, tas, atau sepatu.. ?? " ( giandra) ia menatap ke arah sang istri.
Vina pun mengalih kan pandangan nya, ke arah sang suami.
" baju aku masih banyak mas, yg baru kita beli kemarin, bukan itu aja, sepatu, sama tas juga, bahkan yg bawa seserahan pun, belum aku pake mas.. ?? " ( Vina)
" iya kali, kamu mau cari lagi yg terbaru sayang. ?? " ( giandra )
" engga mas, lebih baik kamu tabung aja, buat masa depan keluarga kita, masalah pakaian aku, engga harus setiap bulan beli mas.. ?? " ( Vina)
giandra tersenyum, ia merasa bahagia, dan kagum dengan pemikiran sang istri.
" makasih sayang, kalau kamu butuh sesuatu, kamu bisa minta ke aku, kalau engga kamu pake kartu yg aku beri kan insyaallah cukup, untuk memenuhi ke butuh han kamu sayang. ?? " ( giandra)
" iya mas, nanti suatu saat, aku akan menghabisi uang kamu, tunggu aja.. ?? " ( Vina)
" silah kan sayang, aku akan lebih giat lagi, bekerja, untuk membahagia kan kamu, dan untuk masa depan kita.. ?? " ( giandra)
" mas, kenapa engga menerima tawaran papah, untuk mengganti kan papah.. ?? " ( Vina)
giandra pun menghela napas nya.
" sayang denger, mas bukan nya engga mau, mas merasa di hargai oleh keluarga kamu, tapi mas mohon maaf, seperti yg pernah mas ucap kan, mas engga mau tergantung dengan keluarga kamu,mas malas mendengar ucapan orang lain, pasti mereka melihat mas sebelah mata, karena mas kan setatus nya, hanya sebagai asisten, dan anak asisten, mas engga mau di bilang manfaat tin keluarga kamu, mas pingin berdiri dengan kaki mas sendiri, InsyaAllah kalau untuk mencukupi keluarga mas, mas bisa.. ?? " ( giandra )
" terkecuali kalau, papah sudah sepuh, engga sanggup lagi untuk menjalan kan bisnis nya, InsyaAllah aku siap, membantu papah sayang.. ?? " ( giandra)
" kamu, engga apa apa kan, aku bawa hidup sederhana. " ( bagas) ia menatap sang istri.
" denger aku mas, kamu bilang aku di bawa sederhana, sederhana dimana nya, kamu selalu memberi kan aku uang bulanan , hampir sama dengan uang yg di beri kan oleh papah, setiap bulan nya, walupun hanya beda tipis, tapi aku bersyukur, yg terpenting aku nyaman dan bahagia hidup bersama kamu mas, itu udah lebih dari cukup, itu lah ke bahagiaan aku mas, dan menua bersama kamu.. ?? " ( Vina)
" makasih sayang.. ?? " ( giandra) ia merangkul bahu sang istri, ingin rasa nya giandra memeluk Vina, tapi ia tidak mungkin melakukan nya, karena mereka sedang berada di luar.
" sayang, beli baju dinas yu, kan baju dinas kamu cuman sedikit.. ?? " ( giandra) dengan tatapan genit nya.
" kan, masih banyak mas.. ?? " ( Vina)
" engga apa apa sayang, biar bisa ganti ganti setiap malam nya, banyak dari mana, cuman lima, banyak itu kalau seratus. " ( giandra)
" ada ada aja, kamu mah mas.. ?? " ( Vina) .
__ADS_1
" iya udah ayo sayang kita, ke toko baju dinas. ?? " ( giandra)
Vina pun menghela napas nya, ia pun akhir nya mau tidak mau pergi ke toko tersebut, demi menyenang kan sang suami.
di saat mereka masuk, mereka di sambut oleh karyawan tersebut.
" silah kan tuan, dan nona, ada yg bisa di bantu.. ?? " ( karyawan)
" saya mau membeli baju dinas, untuk istri saya, yg terbaru.. ?? " ( giandra)
Vina memukul lengan sang suami, karena merasa malu, atas ucapan sang suami, jangan di tanya dengan wajah sang istri, yg memerah.
" mas ih.. ?? " ( Vina)
" apa sayang.. ?? " ( giandra)
" iya udah sayang, ayo kita liat baju dinas nya.. ?? " ( giandra)
Vina pun hanya mengangguk kan kepala nya saja, dan mengikuti dsang suami.
" ini tuan model terbaru nya.. ?? " ( karyawan)
ia pun memperlihat kan baju dinas, yg berjejer di patung.
" mau yg mana sayang.. ?? " ( giandra) ia menatap sang istri.
" ok, kalau gitu mas, yg pilih.. ?? " ( giandra)
" terserah mas aja.. ?? " ( Vina)
" saya mau semua nya, tapi beda kan warna nya ya.. ?? " ( giandra)
" baik tuan.. ?? " ( karyawan )
" engga , ke banyak kan mas.. ?? " ( Vina) ia menatap sang suami.
" engga sayang, malah kurang.. ?? " ( giandra)
" terserah mas aja.. ?? " ( Vina)
setelah beberapa menit kemudian, giandra dan anita pun ke luar, dengan menenteng beberapa paperbage.
" mau apa lagi sayang.. ?? " ( giandra)
" kita ke supermarket aja mas, cari ke butuh han rumah.. ?? " ( Vina)
__ADS_1
" siap sayang, mau dimana.. ?? " ( giandra )
" di tempat biasa saja sayang.. ?? " ( Vina)
" ok, lets go.. ?? " ( giandra)
mereka pun menuju ke supermarket , yg biasa ia kunjungi, untung jarak mall dan supermarket, tidak berjauhan.
stelah menempub perjalan nan 5 menit, mereka pun sampai.
" ayo sayang.. ?? " ( giandra) ia pun membuka pintu mobil.
Vina pun mengangguk dan menuju ke dalam.
Vina pun mulai memilih barang yg akan ia beli, sambil membawa catatan, yg akan ia beli.
di saat ia akan mengambil sabun mandi, berbarengan dengan tangan seseorang.
" maaf, silah kan bu.. ?? " ( Vina ) ia pun mengalah, dan menoleh ke arah sang ibu, mereka pun saling bertatapan, Vina kaget, dengan orang tersebut.
" tante.. ?? " ( Vina) ucap nya lirih.
" eh ,nak Vina ..?? " ( mamah fino)
" gimana kabar kamu nak.. ?? " ( mamah fino )
" allhamdulilah baik tan, kabar tante gimana ?? " ( Vina)
" Allhamdulilah, tante juga baik, cuman kabar fino tidak baik kak.. ?? " ( mamah fino)
" emang, kenapa dengan fino tan.. ?? " ( Vina) ia tidak ada maksud apa apa, ia cuman bertanya kabar saja.
" fino, sedang tidak baik baik semenjak di tinggal dm oleh kamu, apalagi istri nya itu membohongi, diri nya, kalau anak yg di kandung oleh mantan istri nya itu, bukan anak nya, melain kan anak orang lain. ?? " ( mamah fino)
Vina membulat kan mata nya, ia kaget atas ucapan dari mamah fino.
" terus sekarang ke adaan fino bagaiman tan.. ?? " ( Vina)
" sekarang dia lebih banyak melamun, sekarang ia tidak terlalu mempeduli kan badan nya, waktu nya di habis kan dengan bekerja dan kerja, apalagi ke adaan tubuh nya sekarang, yg sangat kurus. " ( mamah fino) dengan nada sedih.
Vina menghela napas nya.
" nak, apa kamu mau balik kan lagi dengan anak saya, ia sudah merasa kan penyesalan telah menyakiti kamu nak, tante mohon kamu, mau ya balik kan lagi dengan fino, fino sangat mencintai kamu nak.. ?? " ( mamah fino)
Vina masih tak bergeming, ia harus ngomong apa, apa ia harus balik lagi dengan fino, dan meninggal kan giandra.
__ADS_1
dari tadi giandra, mendengar obrolan antara Vina dan mamah nya fino, tapi ia berusaha menahan amarah nya, ia masih bersembunyi, ingin tahu ke putusan sang istri.
ia pasrah, apa pun ke putusan sang istri, yg terpenting sang istri bahagia.