
giandra dan Vina, kini memutus kan untuk pulang.
" sayang, bener nih engga nginap di sini.. ?? " ( silvi) dengan menampil kan wajah sedih.
" aku ngikutin mas giandra aja mah.. ?? " ( Vina) ia menatap sang suami.
giandra pun terdiam, ia harus mencari cara, supaya tidak menyakiti hati sang ibu mertua.
" gimana nak, kenapa kamu engga nginep di sini.. ?? " ( silvi) ia menatap sang menantu.
" eh.. ?? itu mah.. ?? " ( giandra) sambil menggaruk tengkuk nya yg tidak gatal.
" mungkin mereka ingin kualiti tame mah, udah jangan ganggu mereka, mamah kaya yg engga pernah muda aja.. ?? " ( angga) ia menengahi karena ia melihat kalau sang menantu yg bingung, harus menjawab apa.
silvi, masih tidak bisa menerima tentang ucapan sang suami, ia masih bersih kukuh, dengan ke ingin nan nya.
" ayo lah, sayang tolong ngertiin posisi anak dan mantu kita, lagian kan besok mereka pulang, pasti mereka akan menginap di sini.. ?? " ( angga) kini tatapan nya, beralih ke arah sang menantu.
giandra yg tahu, dengan tatapan sang mertua, ia pun mengangguk kan kepala nya.
" iya mah, besok aku sama Vina pasti pulang ke sini.. ?? " ( giandra) ia pun membuat, sang ibu mertua yakin, akan ucapan nya.
" tapi bener, kalian mau pulang ke sini.. ?? " ( silvi) ia menatap giandra.
" iya mah, aku akan pulang ke sini, sebelum aku membawa Vina, ke rumah aku, karena rumah itu belum jadi, apa boleh tuk sementara aku tinggal di sini.. ?? " ( giandra)
" loh, emang kalian, akan ninggalin mamah.. ?? " ( silvi)
" kenapa, engga kalian tinggal selama nya di sini, mamah ke sekian sayang, kalau harus tinggal berdua dengan papah, terus papah juga banyak menghabis kan waktu nya di kantor. " ( silvi) ia dengan raut wajah yg sedih.
" tapi mah, aku engga bisa memutus kan nya sendiri, sekarang aku udah nikah, aku ngikutin suami aku.. ?? " ( Vina)
" iya sayang, tapi mamh mohon, kalian tinggal di sini ya, lagian kalau siang giandra, sama papah kamu kerja, pasti kita di tinggal . . ?? " ( silvi)
" maaf sekali lagi mah, bukan nya aku engga mau mah, aku tau posisi ku,mamah tau kan kalau aku hanya di kalangan biasa, aku ekan mebukti kan omongan orang lain, kalau aku engga akan pernah memanfaat kan keluarga istri aku mah, sebisa mungkin aku akan membahagia kan istri aku, walaupun dengan sederhana, mungkin mamah mengerti apa yg di maksud saya, sekali lagi maaf ya mah, pah.. ?? " ( giandra)
__ADS_1
angga tersenyum, saat mendengar ucapan sang menantu, ia begitu puas dengan ucapan sang menantu, silvi pun sama, sangat puas dengan ucapan sang menangu, ia benar benar bahagia, dan tidak salah pilih menantu, kalau menantu nya itu, akan membahagia kan sang anak.
" tenang aja mah, mamah engga akan ke sekian ko.. ?? " ( giandra) ia menatap sang mertua .
silvi dan angga pun menatap ke arah sang menantu, dengan begitu penasaran.
" maksud kamu apa nak, engga kesepian gimana.. ?? " ( silvi)
" iya, engga akan kesepian, karena mamah bisa bertemu dengan vina setiap hari, kalau engga Vina akan main ke rumah mamah, begitu pun sebalik nya." ( giandra) ia menampil kan senyuman, ke arah sang mertua.
" tapi kan kalau setiap hari, cape juga emang kamu membeli rumah daerah mana.. ?? " ( silvi)
" aku membeli rumah, daerah sini mah, hanya berhalang 3 rumah aja.. ?? " ( giandra)
" apa nak, jadi rumah nya bu rosi, kamu yg beli nak.. ?? " ( silvi) sedikit kaget, dengan ucapan sang menantu.
" iya mah, aku yg membeli nya, awal nya aku ingin buat kejutan untuk istri aku, tapi sudah terlanjur basah, ketahuan oleh mamah, yah sudah lah, aku kasih tau sekarang.. ?? " ( giandra)
ha.. ha.. ha..
" kirain mamah, Vina sudah tau.. ?? " ( silvi)
" aku engga tahu mah, soal nya mas gi, cuman bilang kalau kita setelah menikah, kita akan pindah ke rumah kita, dana aku cuman meng iya kan saja, tanpa menanya kan tempat nya.. ?? " ( Vina)
" oh, kirain mamah, kamu udah tau.. ?? " ( silvi).
Vina hanya menggeleng kan kepala nya saja, sebagai jawab ban nya.
" ya, awal nya aku mau cari perumahan dekat kantor, tapi pas aku lihat di dekat sini, ternyata ada rumah yg akan di jual,dari pada aku harus susah mencari, lebih baik aku membeli nya saja, lagian kan kalau ada aku kerjaan di luar kota, aku bisa menitip kan Vina di rumah mamah. ?? " ( giandra)
" kalau begitu, mamah sangat setuju, makasih ya nak, kamu tidak menjauh kan mamah, sama anak semata wayang mamah.. ?? " ( silvi)
" ia mah.. ?? " ( giandra) sambil menempil kan senyuman nya.
" oh iya nak, apa orang tua kamu, tau kalau kamu membeli rumah di sini.. ?? " ( silvi)
__ADS_1
" engga mah, justru aku mau memberi kan kejutan nanti, di saat sudah beres sekalian mau mengada kan syukuran.. ?? " ( giandra)
" kalau gitu, kita rahasia kan saja nak, jangan sampai orang tua kamu tau, sampai nanti rumah itu jadi.. ?? " ( silvi)
" aku ngikutin aja mah, apa yg terbaik.. ?? " ( giandra)
" tapi papah liat, kaya nya satu minggu lagi deh, rumah itu akan kelar.. ?? " ( angga)
" iya kaya nya pah, di kira aku sebelum menikah, rumah itu sudah selesai, tapi ada kendala, si tukang nya sakit, makan nya terlambat.. ?? " ( giandra)
" iya udah engga apa apa, lagian sebelum rumah itu jadi, kalian kan bisa tinggal di sini, untuk sementara waktu.. ?? " (angga)
" iya pah, mah maaf ya, kita jadi merepot kan mamah dan papah.. ?? " ( giandra) ia merasa tak enak.
" kamu jangan ngaco deh, kamu itu sekarang menantu mamah sama papah,lagian kalian hanye sementara waktu, tinggal di sini, mau selama nya juga engga apa apa, palah sama mamah malah senang.. ?. " ( silvi)
" iya mah, tetap aja, sekarang akan Vina itu udah jadi tanggung jawab aku mah.. ?? " ( giandra)
" iya juga, iya udah deh, jangan di bahas lagi, apa kalian mau menginap di sini, atau mau pulang ke hotel.. ?? " ( angga) karena ia melihat jam menunjuk kan pukul 09 malam.
" kita mau pulang ke hotel pah.. ?? " ( giandra)
" iya udah sana, bukan papah mengusir, tapi ini sudah malam.. ?? " ( angga)
" iya udah, kalau gitu, kita pamit pah mah.. ?? " ( giandra) ia pun bangkit, dan mengecup punggung tangan mertua nya,dan juga bergantian dengan sang istri.
mereka pun menuju ke luar, karena mereka harus kembali ke hotel.
silvi dan angga pun melihat, ke arah dan anak dan juga menantu nya.
" moga mereka langgeng ya pah, hanya maut yg memisah kan nya, dan membuat kan kita cucu yg banyak, seperti nya rumah ini akan rame ya pah, dengan suara canda tawa, mereka.. ?? " ( silvi) ia tersenyum, membayang kan, kalau rumah nya itu ramai dengan cucu, nya.
" iya udah, kita tidur yu mah, sebelum tidur kita buat kan ade untuk Vina.. ?? " ( angga) tanpa basa basi, angga menggendong silvi.
sedang kan silvi, tidak banyak bicara, ia pun hanya bisa pasrah, dan sudah tau suami nya akan membawa nya kemana, dan akan terjadi selanjut nya, pada diri nya.
__ADS_1